Putu Astawa Pasca PPKM, Minta Open Border atau Essential Flight Diizinkan Buka; Ini Kata Taufan Yudhistira

“Seandainya terlalu sulit untuk open border. Sekurang-kurangnya, pendaratan essential flight,” kata Kadispar Bali, I Putu Astawa saat dihubungi Redaksi Pariwisata Indonesia, Senin (5/7). Penasaran dengan artikelnya? Dibaca lengkap ulasannya, yuk!
Pariwisata Indonesia, umi kalsum founder dan ceo pvk group,BALI DINOBATKAN DESTINASI DUNIA TERFAVORIT VERSI MEDIA PVK GROUP TAHUN 2020,BERITA DINAS PARIWISATA PROVINSI BALI,BERITA JOKOWI,INDONESIA OFFICIAL TOURISM WEBSITE,INDONESIA'S OFFICIAL TOURISM WEBSITE,INDONESIAN TOURISM WEBSITE,INI KATA TAUFAN YUDHISTIRA,KEPALA DINAS PARIWISATA PROVINSI (KADISPAR) BALI I PUTU ASTAWA,MEDIA ONLINE PARIWISATA INDONESIA TERFAVORIT 2020,MEDIA PARIWISATA INDONESIA OFFICIAL,MEDIA PVK GROUP,MEDIA PVK GROUP DENGAN 10 SITUS PARIWISATA DAN E MAGAZINE,MEDIA RESMI PARIWISATA INDONESIA,PARIWISATA BALI,PARIWISATA INDONESIA,PERMOHANAN PARIWISATA BALI: ESSENTIAL FLIGHT,PERMOHANAN PARIWISATA BALI: OPEN BORDER,PERMOHONAN PUTU ASTAWA PASCA PPKM DARURAT,PPKM DARURAT,PRESIDEN JOKO WIDODO,STAKEHOLDER RELATION MANAGER PT ANGKASA PURA I (PERSERO) KANTOR CABANG BANDAR UDARA INTERNASIONAL I GUSTI NGURAH RAI BALI TAUFAN YUDHISTIRA,WEBSITE RESMI PARIWISATA INDONESIA
Kadispar Bali I Putu Astawa / Foto Website Pariwisata Indonesia.

PariwisataIndonesia.id – Kepala Dinas Pariwisata Provinsi (Kadispar) Bali, I Putu Astawa saat dihubungi Redaksi Pariwisata Indonesia, Senin (5/7), mengatakan, dampak dari pandemi Covid-19, kondisi pariwisata di Bali, cukup memprihatinkan.

Terlebih lagi, setelah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, sehingga Pulau Dewata sejak 3-20 Juli nanti, sudah tentu kian hari ia menduga, kedepannya akan semakin sepi dan ‘tak berdaya’.

Pernyataannya tersebut sangat diwanti-wantinya. Ia meminta kepada redaksi agar apa yang disampaikannya itu, harus utuh dan jangan diputus.

Dia meyakini, semua pelaku bisnis lagi terdampak dan sensitif. Dikhawatirkan niat baiknya, malah akan menimbulkan interpretasi yang kontroversi.

Atas dasar hal tersebut, tulisan dibuat oleh redaksi dalam dua judul terpisah, tetapi isi artikelnya saling bertalian dan diulas dengan penuh kehati-hatian.

Sebagai pengantar, silakan dibaca artikel sebelumnya:

I Putu Astawa: Meski Tak Berdaya, Instruksi Presiden Pasti Kita Patuhi dan Dijalani Sebaik-baiknya <<<  Sebelumnya

Melanjutan dari wawancara sebelumnya, Kadispar Bali yang biasanya humoris (​Jenaka.Red), kali ini, tidak seperti biasa.

Wajahnya terlihat sangat serius, seperti lagi memohon untuk mendapatkan perhatian khusus dari semua pemangku kepentingan.

“Seandainya terlalu sulit untuk open border. Sekurang-kurangnya, pendaratan essential flight,” pintanya.

Dalam artikel sebelumnya, sudah dirinci sejumlah langkah antisipatif kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali.

Namun, ia hanya ingin membatasi pada konteks kewenangan yang dimilikinya, terkait upayanya dalam mendorong wisatawan mancanegara untuk diperbolehkan oleh Pemerintah bahwa Bali sudah aman untuk di trial wisatawan mancanegara.

Wawancaranya semakin serius, karena ia mengeluhkan terkait mimpinya tersebut.

“Saat ini, essential flight mendaratnya baru ada di 4 bandara di Indonesia seperti Kualanamu, Jakarta, Surabaya dan Manado. Kita tahu, Bali menjadi ikon pariwisata di Indonesia. Mengapa essential flight, tidak dibuka untuk Bali?,” keluhnya.

Di sela-sela wawancara, redaksi mengerucut pada penanganan Covid-19 di tiga zona di Bali. Ia kembali mempertegas pernyataannya, Pemprov Bali sudah menjalani hal itu secara serius.

“Penanganan pariwisata di Bali tidak boleh sepotong-potong. Untuk itu, saya meminta kepada Pemerintah minimal essential flight dizinkan untuk dibuka di Bali,” katanya.

Terungkap dalam wawancara, direct flight ke Bali, itu belum ada!

“Mengingat penderitaan kami ini sudah terlalu lama dan kian hari terasa berat, juga dikeluhkan pelaku industri pariwisata di Bali. Pasca PPKM Darurat, wisatawan mancanegara yang terbang dari negara asalnya untuk bisa langsung saja ke Bali. Tidak perlu lagi mereka singgah,” harap Putu.

Ia berpendapat, hotel-hotel karantina di Bali akan terisi. Peraturan yang ada sekarang, essential flight mendarat di keempat kota tersebut dan wajib menjalani karantina selama 5 hari.

Redaksi mengkonfirmasi temuan ini kepada Stakeholder Relation Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Taufan Yudhistira.

Dijawabnya, “Benar, dan sampai dengan saat ini belum ada pembicaraan kembali terkait hal tersebut,” jawab Taufan kepada Redaksi Pariwisata Indonesia, Senin (5/7).

Taufan juga menyampaikan, untuk mendukung PPKM Darurat, pengelola bandara resmi membuka layanan vaksinasi Covid-19 khusus bagi calon penumpang pesawat sejak Senin, 5 Juli 2021.

“Mulai hari ini Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali menyediakan vaksinasi Covid-19 khusus bagi calon penumpang yang berangkat dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali,” kata Taufan.

Mereka yang belum divaksinasi Covid-19, dan terbang dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, silakan untuk memanfaatkan fasilitas tersebut. Jam operasionalnya dibuka setiap hari, pada pukul 09.00-15.00 Wita.

Dijelaskan Taufan lagi, lokasi pelaksanaan vaksinasi Covid-19 berada di area kedatangan terminal domestik Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali.

Untuk syarat penerima vaksin dalam program vaksinasi Covid-19 di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali adalah sebagai berikut:

  1. Bagi calon penumpang WNI, wajib membawa KTP asli atau KK asli dan fotokopi serta tiket/e-ticket penerbangan keberangkatan.
  2. Pelaksanaan vaksinasi maksimal 1 hari sebelum tanggal keberangkatan, dan calon penumpang yang bisa menerima vaksinasi Covid-19 untuk kategori usia ada batasan umur, yaitu minimal 12 tahun.
  3. Bagi calon penumpang WNA, wajib membawa dokumen asli atau fotocopy KITAS/KITAP (sesuai Permenkes 18 tahun 2021).

Kemudian, Taufan juga menambahkan, leading sector terkait hal tersebut adalah Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Denpasar.

Koloborasi bersama ini juga melibatkan pihak Angkasa Pura I (Persero) dan berkat kerja sama dengan stakeholder bandara lainnya.

Di akhir wawancaranya, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi (Kadispar) Bali. I Putu Astawa ingin menambahkan imbauan kepada masyarakat dan stakeholder wisata di Bali.

Untuk pariwisata di Bali bisa mendapatkan kepercayaan. Pastikan penyelenggaraan manajemen Covid 19, menerapkannya dengan serius dan sungguh-sungguh.

“Saya imbau kepada 54 stakeholder wisata di Bali, bertanggung jawab terhadap tugas dan perannya masing-masing.

Satu lagi dan ini juga penting, harus terjalin komunikasi dan sinergitas bersama tentang keadaan Bali sesungguhnya.

Oleh karena itu, mari kita saling bahu-membahu. Bergotong royong untuk menjadi bagian dari kita semua dalam upaya menciptakan Bali sehat di kunjungi, Bali aman di kunjungi,” tutupnya. (Eh)