Tari Lenso, Lambang Kelembutan Wanita Maluku

Tari Lenso Soekarno, Pariwisata Indonesia

Tarian tradisional kali ini adalah dari Provinsi Maluku, Tari Lenso. Kata Lenso berasal dari bahasa Ambon yang berarti sapu tangan. Disebut demikian karena memang properti utama tarian ini utamannya ya, sapu tangan!

Baca Juga:  3 Pantai Terbaik di Ambon, Maluku

Redaksi hadirkan ilustrasi foto dari instagram@lokraofficieel. Tampak dalam foto menari Lenso, Uncle Ho alias Ho Chi Minh, Bapak Bangsa Vietnam saat datang ke Indonesia didaulat Bung Karno untuk menari Lenso. Uncle Ho tak bisa menolak permintaan sahabatnya ini, akhirnya Uncle Ho pun menari dengan membawa saputangan. Ini foto Uncle Ho waktu menari Lenso di Istana Cipanas tahun 1959. Ada 2 Foto diposting oleh akun instagram milik@lokraofficieel. Ini foto pertamanya!

View this post on Instagram

Bukan hanya Bung Karno yang bisa menari Lenso, Uncle Ho alias Ho Chi Minh, Bapak Bangsa Vietnam juga ketika datang ke Indonesia didaulat Bung Karno untuk menari Lenso, Uncle Ho tak bisa menolak permintaan sahabatnya ini, akhirnya Uncle Ho pun menari dengan membawa saputangan. Ini foto Uncle Ho waktu menari Lenso di Istana Cipanas tahun 1959. Lenso artinya saputangan, tarian ini juga sekaligus ajang pencarian jodoh bagi mereka yang masih bujang, di mana ketika lenso atau saputangan diterima merupakan tanda cinta diterima. Dalam konteks Uncle Ho, saputangan ini sebagai tanda cinta rakyat Indonesia kepada rakyat Vietnam. "Diplomasi saputangan" begitulah istilah Bung Karno. Ikutan yuk kursus tari tradisional, kecapi, dan pencak silat. Belajar dari dasar sampe bisa. Uang daftar hanya sekali saja, bayar dimuka hanya Rp.50,- (lima puluh ribu rupiah). Latihan 1 minggu 2x tiap2 hari Selasa dan Kamis dari jam 16.00 sampai jam 18.00. Kursus dimulai per 1 Nopember 2016. Tempat latihan di Gd. Indonesia Menggugat Jl. Perintis Kemerdekaan No. 5 Bandung. Yang pingin daftar bisa hubungi nomer telepon +6285722350716 (Sdr. Agus Sutiana). Hayo… buruan daftarkan diri anda atau anak2 Tuan dan Nyonya!!!! Foto : History Image #uncleho #hochiminh #vietnam #vietkong #soekarno #sukarno #bungkarno #tarilenso #lensodance #lenso #maluku #istanabogor #bogorpalace #presiden soekarno

A post shared by Kelompok Anak Rakyat (@lokraofficieel) on

Tarian ini pada awalnya merupakan tarian bangsa Eropa yang diperkenalkan kepada masyarakat Ambon. Kemudian seiring berjalannya waktu, tarian ini disesuaikan dengan kearifan lokal Ambon. Tarian yang beranggotakan enam sampai sembilan orang wanita sering ditarikan sebagai hiburan pada acara-acara resmi.

Baca Juga:  Baju Cele, Pakaian Adat Asal Maluku

Foto kedua dari netizen@lokraofficieel, menjelaskan tentang Bung Karno sedang menari Lenso bersama Ibu Hartini di halaman Istana Bogor tahun 1957. Sukarno dan Hartini menikah di Istana Cipanas pada 7 Juli 1953. Cintanya luar biasa, dan berakhir sebagai istri, menemani hingga akhir hayat Bung Karno. Ia memposting di akun instagram@lokraofficieel. Ini fotonya!

View this post on Instagram

Bung Karno sedang menari Lenso bersama Ibu Hartini di halaman Istana Bogor tahun 1957. Tari Lenso adalah jenis tari pergaulan berasal dari Maluku yang ditarikan secara berpasangan. Tari Lenso adalah tarian kegemaran Bung Karno. Bung Karno aja bisa nari, masa kamu enggak??? Ikutan yuk kursus tari tradisional, kecapi, dan pencak silat. Belajar dari dasar sampe bisa. Uang daftar hanya sekali saja, bayar dimuka hanya Rp.50,- (lima puluh ribu rupiah). Latihan 1 minggu 2x tiap2 hari Selasa dan Kamis dari jam 16.00 sampai jam 18.00. Kursus dimulai per 1 Nopember 2016. Tempat latihan di Gd. Indonesia Menggugat Jl. Perintis Kemerdekaan No. 5 Bandung. Yang pingin daftar bisa hubungi nomer telepon +6285722350716 (Sdr. Agus Sutiana). Hayo… buruan daftarkan diri anda atau anak2 Tuan dan Nyonya!!!! #soekarno #sukarno #bungkarno #tarilenso #lensodance #lenso #maluku #istanabogor #bogorpalace #presiden soekarno

A post shared by Kelompok Anak Rakyat (@lokraofficieel) on

Penari lenso menggunakan pakaian kebaya dansa berwarna putih serta menggunakan sapu tangan yang menyesuaikan nuansa baju. Kelembutan gerak tari ini melambangkan nilai-nilai kelembutan serta kesopanan wanita Ambon.

Baca Juga:  Baileo, Rumah Ruh Nenek Moyang Ambon

Filosofi dari Tari Lenso memberikan pesan saputangan sebagai tanda. Juga sekaligus ajang pencarian jodoh bagi mereka yang masih bujang, di mana ketika lenso atau saputangan diterima merupakan tanda cinta diterima. Nah loh!

Baca Juga:  Mencoba ‘Suami’ dari Maluku

Ilustrasi foto berikut, dihadirkan redaksi dari postingan akun instagram@ibnuishak23. Sambut dengan Tari Lenso, ini fotonya!

Dan satu foto penutup dalam pesan yang indah, cengkok dalam Tari Lenso terlukis di wajah para penari. Postingan di instagram@ofiliararanta adalah jepretan, sempurna!

Tari Lenso adalah jenis tari pergaulan berasal dari Maluku yang ditarikan secara berpasangan. Tari Lenso adalah tarian kegemaran Bung Karno. Satu layar video penutup dari channel youtube Harjoko Sangganagara bagus untuk di tonton. Saksikan dan jangan lupa untuk subscribe!

(Erwin/Bahrul)