Ragam Baju Adat dari Maluku Utara

Baju Adat Maluku Utara

Sobat pariwisata milenial, yuk mengenal baju adat dari daerah Provinsi Maluku Utara.

Milenial Zaman Now, perlu gaul dan kenali semua budaya di tanah air. Nggak boleh dong, generasi muda lupa nilai-nilai budaya kedaerahan. Kamu wajib mengenali semua budaya di Indonesia, nah menjelang Hari Kemerdekaan RI Ke 75, tentu, momentum pas untuk yuk perkuat rasa cinta tanah air. Silakan ikuti ulasan redaksi berikut ini!

Baju Adat Sultan, Maluku Utara
Baju Adat Sultan Khas Maluku Utara (Foto: fashionbajucasual)

1. Pakaian Adat Sultan dan Permaisuri

Pernah mempelajari sejarah Kerajaan Ternate dan Tidore? Sampai saat ini, jejak budaya kerajaan masih dijunjung tinggi. Tampak jelas rekam jejak kejayaan masa lalu kerajaan, terlihat dari baju adat khas provinsi ini. Pakaian tradisional sekarang, dulunya, dikenakan sultan dan permaisuri dalam kesehariaan memerintah kerajaan.

Busana yang dikenakan sultan bernama Manteren Lamo, terdiri dari pakaian berupa jas tertutup berwarna merah dilengkapi 9 kancing besar. Terbuatnya dari perak. Pada bagian ujung tangan, leher, dan saku dan juga di bagian luar, terdapat bordiran mirip payet. Pernak pernik yang menghiasi berwarna keemasan.

Baju adat yang dikenakan sultan ini, biasanya dipadukan dengan celana panjang kain berwarna hitam, serta penutup kepala atau destar khusus. Filosofi dalam memaknakan warna merah di pakaian adat menjelaskan keperkasaan dan kekuasaan sang sultan.

Kimun Gia,
Kimun Gia, (Foto: taldebrooklyn.com)

Sementara itu, istri sultan atau permaisuri menggunakan baju adat Kimun Gia. Pakaian adat ini terdiri dari kebaya di bagian atasnya. Terbuat dari bahan kain satin berwarna putih. Pada bagian bawahan, balutan cantik permaisuri mengenakan kain songket. Dililitkan lalu dilekatkan ikat pinggang berwarna emas.

Aksesoris tambahan yang dipakai permaisuri terdiri dari selendang berwarna merah. Selendang bordir dengan ukiran berwarna keemasan. Selain itu, mengingat penggunaan baju adat untuk permaisuri sudah barang tentu dikombinasikan perhiasan seperti intan, berlian, atau emas. Pada bagian atasnya, rambut permaisuri di sanggul.

Pakaian Adat Bangsawan
Pakaian Adat Bangsawan.foto: keluyuran.com

2. Pakaian Adat Bangsawan

Baju adat bangsawan dan sultan di Maluku Utara berbeda. Baju untuk bangsawan pria dari Maluku Utara lebih menyerupai jubah putih yang panjangnya hingga lutut.

Pada bajunya terdapat bordiran emas yang tidak terlalu mencolok, tapi mampu memberikan kesan elegan. Sementara di bagian bawah, pria yang memakai baju adat ini bisa menggunakan celana panjang tekstur kain berwarna putih.

Aksesoris yang dipakai untuk pria bangsawan dari Maluku Utara berupa penutup kepala seperti peci warna keemasan.

Di zamannya, pakaian adat bangsawan Maluku Utara sekarang, biasa dikenakan untuk keseharian para bangsawan Maluku dulu.

Sekarang, baju bangsawan di khususkan bagi tamu-tamu penting seperti kalangan pejabat negara.

Selanjutnya pada bagian wanita bangsawan, pakaian adatnya terdiri dari kebaya berwarna putih. Lalu untuk bagian bawahnya bisa pakai kain songket atau kain panjang berwarna putih.

Pakaian Adat Pemuda-pemudi Bangsawan
Pakaian Adat Pemuda-pemudi Bangsawan, foto: adatindonesia.org

3. Pakaian Adat Pemuda-pemudi Bangsawan

Selain untuk membedakan kedudukan, baju adat Maluku juga memberikan pesan tentang umur.

Pemuda-pemudi dari kalangan bangsawan wajib menggunakan baju adat bernama Baju Koja. Baju adat untuk pemuda dan pemudi ini di dominasi warna hijau dan kuning.

Baju koja khusus pemuda bangsawan terdiri dari baju berjubah panjang warna hijau. Dan panjang jubah baju harus melebihi lutut. Pada bagian bawahnya, bisa dipadukan dengan celana panjang tekstur kain warna hitam maupun putih.

Selanjutnya di bagian dalam baju koja, mengenakan baju lapisan lagi. Bagian dalam ini, berbahan kain songket warna kuning.

Begitu juga aksesoris yang melekat di baju pemuda bangsawan. Mulai dari penutup kepala disebut Toala Polulu. Kemudian, di bagian luar baju koja disampirkan selendang merah panjang. Memberikan kesan mewah dan gagah.

Pada bagian baju adat bangsawan putrinya. Baju koja putri bangsawan terdiri dari perpaduan antara kebaya dan kain songket. Warna harus senada baju koja pria, yakni warna hijau dan kuning.

Di bagian luar baju adat juga disampirkan selendang merah layaknya pemuda bangsawan. Namun, selendang khusus putri memberi kesan anggun dan elegan.

Sementara aksesoris yang dipakai remaja putri bangsawan cenderung lebih banyak. Ngejreng. Mulai dari kalung rantai emas (taksuma), anting susun dua, dan alas kaki bernama Tarupa. Begitu pula dalam penataan rambut putri bangsawan. Ia tetap bersanggul, di atasnya tambahkan mahkota kecil warna keemasan.

Warna hijau dan kuning dipilih sebagai warna mutlak baju koja. Pada kedua warna tersebut merupakan simbol jiwa muda. Selain itu, warna hijau dan kuning membedakan baju bangsawan dari kalangan pemuda. Dan baju bangsawan dari kalangan orang dewasa dominan warna putih.

Pakaian Rakyat Biasa
Pakaian Rakyat Biasa, foto: intim.news

4. Pakaian Rakyat Biasa

Pakaian pria menggunakan baju seperti blazer dengan celana panjang tekstur kain warna senada. Di bagian dalamnya, tampak dalaman warna kuning tanpa kerah. Ditambahkan ikaat pinggang kain mirip korset warna merah.

Pada bagian wanita dari kalangan rakyat biasa, baju adatnya berupa kebaya bersuji dan berkanji. Dan di bagian bawahan mengenakan kain songket warna senada.

Aksesoris yang dikenakan oleh wanita dari kalangan rakyat biasa nggak segemerlap kaum bangsawan maupun permaisuri.

Hiasan yang ada di kepala wanita dari kalangan rakyat biasa agar terlihat dan tampil cantik. Selain sanggul, ada anting-anting menghiasi.

Demikian ulasan pakaian adat dari provinsi Maluku Utara. Penjelasan ini, semoga bermanfaat. Indonesia dilahirkan oleh generasi muda dulu yang idealisme, cinta tanah air dan bangsa, jika tidak, mungkin saja, Bangsa ini masih tetap dijajah bangsa lain. Indonesia mau dijajah kembali?

Maka dari itu, kita harus berterimakasih kepada pahlawan yang berjuang di masa penjajahan. Yuk kuatkan dan recharge! Jiwa dan berkobar di dadamu, rasa cinta tanah air dan bangsa. Wahai generasi muda, hello? Kamu loh, generasi penerus bangsa ini. Dan anak muda hari ini, Milenial Zaman Now yang ke depan akan pimpin negri ini.

Redaksi PI


[sticky_in_grid]

Tentang Kami

Beautiful Indonesia | Happiness Anywhere & Everywhere
Contact Editorial: redaksi@pariwisataindonesia.id




Berlangganan