Berita Pariwisata Indonesia Soroti Poin-Poin Penting Laporan Menteri Sandiaga Uno di JPAT 2021

PariwisataIndonesia.MenteriPariwisatadanEkonomiKreatifSandiagaUno
Menparekraf/Kabarekraf, Dr. H. Sandiaga Salahuddin Uno, B.B.A., M.B.A., dalam Jumpa Pers Akhir Tahun (disingkat JPAT) 2021 yang digelar secara hybrid di Jakarta, Senin (27/12) – Foto: Tangkapan Layar acara JPAT 2021/Media.PI

PariwisataIndonesia.ID – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (disingkat Menparekraf/Kabarekraf), Dr. H. Sandiaga Salahuddin Uno, B.B.A., M.B.A., melangsungkan Jumpa Pers Akhir Tahun (disingkat JPAT) 2021 yang digelar secara hybrid di Jakarta, Senin (27/12).

Dalam sambutannya, Menparekraf Sandiaga Uno dengan bangga mengatakan, bahwa terdapat peningkatan realisasi investasi pariwisata di tahun 2021 sebesar Rp14,9 triliun yang itu artinya, turut memberikan kontribusi positif terhadap realisasi investasi nasional sebanyak 3,36 persen.

“Ini capaian yang menurut saya membanggakan,” kata Menparekraf, seperti dikutip redaksi Media Pariwisata Indonesia saat menyikan paparan Menteri Sandiaga Uno di JPAT 2021 yang dilangsungkan secara hybrid, Jakarta, pada Senin (27/12).

Selanjutnya, menyoroti soal penanaman modal asing (PMA), katanya, mencapai Rp2,94 triliun yang diperoleh dari sejumlah negara antara lain, seperti Singapura sebesar Rp1.494,49 miliar, Inggris Rp202,26 miliar, dan Prancis Rp144,74 miliar.

Suami Mpok Nur merinci secara jelas alokasi penyebaran PMA menyasar hotel bintang sebesar Rp1.335,31 miliar, restoran dan penyediaan makanan keliling Rp754,75 miliar, termasuk penyediaan akomodasi jangka pendek lainnya. Menparekraf menyampaikan, nilainya sebesar Rp468,21 miliar.

Lebih lanjut, katanya, tiga besar yang menjadi wilayah tujuan PMA berasal dari DKI Jakarta Rp1.083,86 miliar, Bali Rp716,40 miliar, dan Nusa Tenggara Barat sebesar Rp410,35 miliar.

Terkait penanaman dalam negeri, ia pun melaporkan angkanya yakni sebesar Rp11,96 triliun dengan rincian yaitu Hotel bintang Rp6.508,18 miliar, dan kawasan pariwisata Rp2.860,11 miliar.

Berikutnya adalah penyediaan minuman dan Menparekraf memastikan, investasi ini yang tertinggi di antara semua jenis usaha, yakni sebesar Rp882,33 miliar.

Setelah itu, menyusul tiga daerah tujuan terbesar lainnya dengan mengurut kacang dimulai dari Banten Rp2.512,80 miliar, DKI Rp1.902,22 miliar, serta Jawa Timur sebeasr Rp1.511,49 miliar.

Masih dalam sambutannya, Sandiaga juga menyampaikan terkait nilai devisa pariwisata, diprediksi menyentuh angka 0,47-1,7 miliar dolar AS di tahun depan.

Menurutnya, kontribusi produk domestik bruto diestimasi mencapai 4,3 persen. Lalu, nilai ekspor produk ekonomi kreatif senilai 21,28 miliar dolar AS.

“(Adapun) jumlah wisatawan mancanegara selalu menjadi yang kita kejar. Tapi kali ini begitu kita lihat angka di tahun 2020 mencapai 4,05 juta orang, di tahun 2021 diperkirakan 1,5 juta orang, di tahun depan kita fokuskan di 1,8-3,6 juta,” bebernya.

Berdasarkan kenyataan tersebut. Maka, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta menekankan untuk mengandalkan pergerakan wisatawan nusantara dan menargetkan sebesar 260-280 juta di tahun 2022, harapnya nilai tambah ekonomi kreatif akan mencapai Rp1.236 triliun.

“(Hal ini) yang membuat Indonesia kini berada di posisi tiga dunia setelah Amerika dengan Hollywood dan Korea Selatan dengan K-pop,” ungkapnya.

Bersambung ke halaman berikutnya
Menparekraf Sandiaga Uno gagas 5 pilar .. “