Besok Sore! Dhol Bengkulu dan Ananda Sukarlan Tampil di YouTube Budaya Saya, Ini Live Streaming Gratis

Pekan Kebudayaan Nasional atau sering dikenal dengan singkatan PKN merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai wujud implementasi dari agenda strategi pemajuan kebudayaan yang telah disepakati dalam Kongres Kebudayaan Indonesia 2018, yang diwujudkan dengan cara menyediakan ruang bagi keberagaman ekspresi budaya, serta mendorong interaksi budaya guna memperkuat kebudayaan yang inklusif. Mau tahu kemeriahan PKN2020, saksikan acaranya di laman pkn.id., dan channel Youtube Budaya Saya. Sayang dilewatkan, nonton dong!
PKN 2020 PKN 2020, : Pekan Kebudayaan Nasional 2020, Website Pariwisata Indonesia, Indonesia Tourism, Berita Pariwisata, Pariwisata Indonesia, Media Pariwisata, Situs Pariwisata Indonesia Terpercaya, Website Pariwisata Indonesia Terpercaya, Media Pariwisata Indonesia Terpercaya, Media Pariwisata Terfavorit, Situs Pariwisata Terfavorit, Media Pariwisata Terfavorit, Media PVK Group, Umi Kalsum Founder & CEO PVK Group

PariwisataIndonesia.id – Saksikan live streaming PKN 2020 mulai pukul 15.00 wib, besok sore! Pergelaran Pembukaan-Ende, Kemerdekaan untuk Semua Insan oleh Ananda Sukarlan. Jangan lewatkan Pergelaran Ja’lama “Dhol Bengkulu” yang juga dilangsungkan besok secara live streaming di YouTube Budaya Saya dalam Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) tahun kedua hari ke-14.

Pria bernama Ananda Sukarlan lahir di Jakarta, 10 Juni 1968. Ia adalah pianis dan komponis asal Indonesia yang menetap di Jakarta dan Spanyol. Namanya lebih dikenal di kalangan musik klasik.

Ia menjadi satu-satunya orang Indonesia dalam buku “The 2000 Outstanding Musicians of the 20th Century”, yang berisikan riwayat hidup 2.000 orang yang dianggap berdedikasi pada dunia musik.

PKN 2020 PKN 2020, : Pekan Kebudayaan Nasional 2020, Website Pariwisata Indonesia, Indonesia Tourism, Berita Pariwisata, Pariwisata Indonesia, Media Pariwisata, Situs Pariwisata Indonesia Terpercaya, Website Pariwisata Indonesia Terpercaya, Media Pariwisata Indonesia Terpercaya, Media Pariwisata Terfavorit, Situs Pariwisata Terfavorit, Media Pariwisata Terfavorit, Media PVK Group, Umi Kalsum Founder & CEO PVK Group
Pergelaran Pembukaan-Ende, Kemerdekaan untuk Semua Insan oleh Ananda Sukarlan, yang dilangsungkan besok secara live streaming di YouTube Budaya

Ananda Sukarlan dikenal sebagai pianis, komponis, pendidik, penulis dan aktivis kebudayaan Indonesia. Ia membuat musik untuk anak-anak difabel di Spanyol, bekerjasama dengan Fundacion Musica Abierta, dan di Indonesia melalui yayasan yang didirikannya, Yayasan Musik Sastra Indonesia (YMSI).

Ananda telah belajar bermain piano sejak usia lima tahun. Selulusnya dari SMA Kolese Kanisius Jakarta pada tahun 1986, ia belajar ke University of Hartford, Amerika Serikat, dilanjutkan ke Royal Conservatory of The Hague di Den Haag, Belanda. Di tempat terakhir ini ia meraih master dengan predikat summa cum laude. Kesempatan bersekolah di Eropa ini dipakainya untuk mengikuti berbagai kompetisi piano internasional.

Suami dari Raquel Gómez telah memenangkan banyak kompetisi internasional di masa mudanya, yang membawanya ke karier musik internasional yang gemilang. Sampai saat ini ia telah memperdanakan lebih dari 300 karya baru yang ditulis khusus untuknya oleh komponis-komponis dunia, seperti Peter Sculthorpe, David del Puerto, Per Norgard, dan Gareth Farr.

Ananda kerap memakai elemen-elemen etnik Indonesia dalam semua musiknya itu. Ia mengadakan minimal 50 konser setahun di seluruh bagian dunia selama periode 1995-2006. Dihadiri oleh para anggota kerajaan dan para pejabat tinggi banyak negara. Tahun 2006, ia mengurangi kegiatan konsernya untuk lebih memilih ke menulis musik.

Tahun 2013 ia menerima penghargaan Diaspora RI, dan tahun 2015 memperoleh Anugerah Kebudayaan RI. Selanjutnya, ia sempat mengundang kontroversi. Ananda Sukarlan menyampaikan klarifikasinya melalui jejaring sosial Facebook dan channel YouTube tentang karya dia memang “mengawinkan” alunan “azan” dengan lagu Natal sebagai karya baru yang utuh, dan bukan dalam rangka membela Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Lagu tersebut dapat didengar seutuhnya di CD Love and Variations. Klarifikasinya itu dimaksudkan untuk melengkapi wawancara, yang sebelumnya pernah ditayangkan oleh CNN Indonesia dalam sebuah wawancara dengan Ananda.

Jangan lupa, ini tak kalah menariknya. Pergelaran Ja’lama, “Dhol Bengkulu” akan tampil besok secara live streaming.

Alat musik dhol berbentuk bedug tradisional dan berasal dari provinsi Bengkulu. Alat musik ini termasuk dalam alat musik kategori membranofon, dan kerap dimainkan oleh pria. Dhol terbuat dari pohon kelapa. Dalam pembuatannya, bonggol pohon kelapa dilubangi tengahnya dan ditutupi kulit lembu atau kulit kambing.

Seperti apa bentuknya? Alat ini berdiameter 70–125 cm dengan tinggi 75–100 cm. Dhol biasa dimainkan dalam perayaan tabot di Bengkulu. Dhol juga sering digunakan sebagai musik pengiring dalam tari-tarian tradisional di Bengkulu.

Alat musik dhol memiliki tiga macam gaya dalam menabuh, yaitu teknik suwena, teknik tamatam, dan teknik suwari. Ketiga jenis gaya menabuh dhol berdasarkan situasi dan kondisi.

Teknik suwena umumnya dimainkan dengan tempo yang perlahan. Teknik suwena biasanya dimainkan pada suasana dukacita. Teknik tamatam dimainkan dengan suasana yang gembira. Pada teknik tamatam dhol akan dipukul dengan tempo cepat dan meriah.

Teknik penabuhan terakhir adalah teknik suwari, teknik suwari dimainkan dengan tabuhan satu-satu dan dimainkan saat mengiringi parade. Dalam pementasan alat musik dhol biasanya akan dimainkan bersama alat musik lainnya seperi tassa. Tassa adalah rebana yang dimainkan dengan cara dipukul menggunakan kayu rotan.

Besok alat musik tradisiona ini hadir di PKN 2020. Alat musik Dhol punya kelebihan dari sisi alat musik lain karena kekuatan energi dan dinamisasinya.

Pekan Kebudayaan Nasional atau sering dikenal dengan singkatan PKN merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai wujud implementasi dari agenda strategi pemajuan kebudayaan yang telah disepakati dalam Kongres Kebudayaan Indonesia 2018, yang diwujudkan dengan cara menyediakan ruang bagi keberagaman ekspresi budaya, serta mendorong interaksi budaya guna memperkuat kebudayaan yang inklusif.

PKN 2020 sudah berlangsung sejak tanggal 31 Oktober 2020 yang direncanakan berakhir bulan November ini. Awalnya akan diadakan di Istora Senayan dan Parkir Selatan, Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta. Dampak pandemi ini, acaranya ditonton secara online dan pameran pun menerapkan pengunjung terbatas.

Mau tahu kemeriahan PKN2020, saksikan acaranya di laman pkn.id., dan channel Youtube Budaya Saya.

Terdapat delapan kegiatan besar yang ada dalam PKN 2020, yaitu Pergelaran Karya Budaya Bangsa, Pameran Kebudayaan, Kompetisi Nasional, Konferensi Pemajuan Kebudayaan, Lokakarya, Sahabat Budaya, dan Pasar Budaya serta Parade Mahakarya Topeng Nusantara.

Sementara itu, Konferensi Pemajuan Kebudayaan akan menjadi ruang pencerahan publik yang bertujuan mempersiapkan perencanaan pembangunan berbasis kebudayaan. Kegiatan Ekshibisi Kebudayaan akan menggelar pameran artefak-artefak kebudayaan, purwarupa teknologi pemajuan kebudayaan hasil inovasi dari Kemah Budaya Kaum Muda, dan karya-karya unggulan kementerian/lembaga serta pemerintah daerah. Terakhir,

Pergelaran Karya Budaya Bangsa merupakan parade gelombang nusantara yang menggalang partisipasi pelaku budaya se-Indonesia. Beberapa pergelaran seni yang ditampilkan dalam PKN 2020 antara lain defile tarian tradisional, koreografi bela diri, dan rampak perkusi nusantara. Sayang dilewatkan, nonton dong!