Stafsus Jokowi Itu dari Kalangan Milenial, OMG !

pariwisataindonesia.id
Staff Khusus Presiden Jokowi dari kalangan Milenial. Sumber Foto : Setkab.go.id/Pariwisata Indonesia.id

Pariwisata Indonesia—Hai Gaaees! Presiden kita Bro Jokowi pamer tujuh staff khusus, mereka adalah kita, dari generasi milenial, anak muda zaman now. Keren betul!

“Sore hari ini saya ingin kenalkan stafsus presiden yang baru, yang tugas khususnya nanti adalah mengembangkan inovasi-inovasi di berbagai bidang. Di sini juga kita lihat anak-anak muda semuanya,” kata Presiden Jokowi di veranda Istana Merdeka Jakarta, Kamis, (21/11), seperti dilansir laman setkab.go.id

Jokowi seperti biasa khas berkemeja putih gulung lipat lengan dengan sepatu olahraga, duduk santai. Mengumumkan 12 nama stafsus yang bakal membantunya untuk lima tahun ke depan. Mereka adalah tujuh wajah baru,  4 laki-laki dan 3 perempuan, mendampingi Jokowi. Usianya masih muda-muda. Semua mengenakan kemeja putih yang sama.

 

“Pertama saudara Adamas Belva Syah Devara, umur 29 tahun, S2 ganda lulusan Harvard University dan Stanford University di Amerika Serikat,” kata Jokowi. Sebutan Jokowi pada Belva “mas” – Jokowi memperkenalkan “mas Belva” merupakan pendiri dan CEO Ruangguru, prestasinya mendapatkan pengakuan majalah Forbes sukses di bawah umur 30 tahun.

Jokowi menambahkan ‘”mas Belva” mendapatkan medali emas di NTU (Nanyang Technology University), Singapura dari Lee Kuan Yu.  Keren dan Top abiizzz gaess..

Aplikasi yang diciptakan bermanfaat untuk kepentingan banyak orang. Salah satunya adalah aplikasi ruang guru, membantu para guru maupun siswa dalam belajar.

“Kedua, Putri Indahsari Tanjung, usia masih sangat muda 23 tahun, saya juga kaget masih 23 tahun. Jebolan sarjana Academy Of Arts di San Fransisco. Kita sering dengar kiprahnya sebagai founder dan CEO di Creativepreneur dan juga menjadi chief bussiness officer of Kreafi, betul?” tambah Presiden. 23 tahun, OMG !

Istana Merdeka bukan lagi suatu yang menakutkan dan mengerikan. Eranya dulu pernah kita mendengar kabar, penjaga istana menegur keras seorang bercelana pendek dan menggunakan sandal. “Indonesia berubah warna, bersama Jokowi Indonesia Maju dan Indonesia Bersatu.”

Staf khusus ketiga adalah Andi Taufan Garuda Putra yang berumur 32 tahun, lulusan Harvard Kennedy School. Jokowi: “Bergerak di dunia entreprenueur banyak meraih penghargaan atas inovasinya dan termasuk atas kepeduliannya atas sektor UMKM, menjadi CEO Amarta MicroFintech, saya kenal beliau saat urusan Fintech.”

“Keempat, Ayu Kartika Dewi, 36 tahun, tapi kelihatan masih 25 tahun adalah salah satu anak muda yang memiliki misi mulia untuk merekatkan persatuan di tengah kebhinekaan, menjadi pendiri dan mentor lembaga Sabang Merauke 1000 Anak Bangsa Merantau untuk Kembali.”

Ayu meraih gelar MBA di Duke University di Amerika Serikat. Jokowi: “Kelima Gracia Billy Mambrasar, umur 31 tahun, ini putra Papua lulusan NUA S2 dan sebentar lagi selesai di Oxford University, dan nanti Oktober akan masuk ke Harvard University untuk S3. Billy adalah talenta hebat tanah Papua yang kita harapkan bisa banyak berkontribusi dengan gagasan inovatif dalam membangun tanah Papua.”

Milenial keenam adalah Angki Yudistia, 32 tahun. Redaksi secara khusus mengupas profil Angki. “Angki, penyandang disabilitas yang aktif bergerak di sociopreneur melalui Disable Enterprise yang didirikannya, aktif sebagai anggota Asia-Pacific Federation of the Hard of Hearing and Deafened Person, anggota Internasional Federation Hard of Hearing of Young People,” kata Jokowi. Presiden meminta kepada Angki agar menjadi jubir Presiden di bidang sosial.

“Ketujuh, ini santri, Aminuddin Maruf, usia 33 tahun pernah menjadi Ketum Umum PMII (Pergerakan Mahasiswa Indonesia). Mas Aminuddin saya minta keliling ke santri, ke pesantren untuk menebar gagasan-gagasan inovasi baru,” tutur Presiden.

Presiden meyakini bahwa pesantren bisa melahirkan talenta-talenta hebat untuk memajukan bangsa. “Ketujuh anak muda ini akan menjadi teman diskusi saya, harian, mingguan, bulanan, memberikan gagasan-gagasan segar inovatif sehingga kita bisa mencari cara-cara baru, yang out of the box yang melompat untuk mengejar kemajuan, sekaligus menjadi jembatan saya bagi anak muda, santri muda diaspora yang tersebar di berbagai tempat,” ujar Jokowi menjelaskan.

Presiden juga meyakini dengan gagasan-gagasan segar dan kreatif para staf khusus ini bisa membangun Indonesia. “Kita akan melihat nanti gagasan itu apakah bisa diterapkan dalam pemerintahan,” kata Jokowi.

Lembaran baru, peristiwa sejarah yang belum pernah terjadi, kini ada stafsus dari kalangan generasi muda milenial. Di era Presiden Jokowi ini gaeess.. Generasi milenial, dapat memberikan masukan-masukan yang inovatif, berkarya, untuk Indonesia yang lebih maju. Jokowi, OMG !