Kebijakan Wishnutama, Lambat dan Terkesan Seremonial!

Pariwisata Indonesia—Hai Gaaees!

Dalam keterangan pers yang disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengatakan, saat ini prioritas Kemenparekraf/Baparekraf adalah melindungi kesehatan dan keselamatan seluruh lapisan masyarakat.

Baca juga :

Himbauan Menparekraf, untuk Dinas, Pelaku, Serta Asosiasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Cegah Penyebaran COVID-19

hotel dan resto bali
 Above Eleven Bali, Sumber: Tripadvisor

“Kami juga akan kembali melakukan pendukungan pelaksanaan Calendar of Events 2020 dan Penyelenggaraan Kegiatan lainnya setelah masa darurat bencana COVID-19 dinyatakan selesai oleh Pemerintah Pusat,” ujar Wishnutama.

Sementara kepada masyarakat, Menparekraf berharap untuk tidak panik dan mengikuti seluruh imbauan yang dikeluarkan pemerintah. Karena pemerintah serius, siap dan mampu menangani COVID-19.

Namun imbauan dan semua yang disampaikan lebih sebatas wacana. Wishnutama tidak punya konsep kuat yang dia sodorkan sejak terpilih sebagai Kemenparekraf. Tsunami virus Corona datang, pelaku Industri Pariwisata diminta mandiri. Saat seperti sekarang, diminta untuk mencari jalan keluar sendiri.

Wisatawan turun, hunian tamu hotel tergerus. Semua lokasi wisata ditutup. Tour travel dan guide. Penerbangan. Kapal antar pulau maupun Kapal Pesiar sepi tamu.

Termasuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang semua  adalah pengrajin, pekerja seni merosot drastis pendapatannya. Padahal, pendapatan mereka tumbuh dan hidup, mengandalkan dari spot destinasi wisata.

Gebrakan dan kebijakannya lambat dan terkesan seremonial.

Pengusaha hotel di Bali, Widiarsana mengatakan, Bali benar-benar sepi. “Dampak wabah Corona luar biasa memukul bisnis. Even dan tamu banyak cancel. Menjelang Hari Raya Nyepi, tamu dari Eropa dan Asia cancel,” ungkapnya kecewa.

“Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pariwisata seharusnya turun ke bawah dan merangkul semua pelaku industri pariwisata. Tidak usah menjawab, dilihat saja. Supaya bisa merasakan apa yang kita rasakan, ” ujarnya, menutup wawancara.

Terpisah cerita lain dari jeritan pengusaha Bus Pariwisata antar Pulau dan Propinsi.

Baca juga:

Bus Pariwisata, Gali Lobang Tutup Lobang!

Penulis: Erwin Herlambang