Menteri Sandiaga Uno: TWG akan Bahas Solusi Pemulihan Pariwisata Global

Pariwisata Indonesia
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno saat membuka Tourism Working Group (TWG) 1 yang digelar secara hybrid di Jakarta, Selasa (10/5/2022). Foto: Media PI/Ist

PariwisataIndonesia.ID –  Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan rangkaian Tourism Working Group (TWG) akan membahas solusi agar 80 persen ekonomi dunia pulih berkat keterlibatan negara G20 menyusun kesepakatan bersama untuk pemulihan pariwisata global.

Baca juga :  Menteri Sandiaga Uno Sambut Pelaku Usaha Bahas Potensi Kuliner Nusantara

Hal tersebut melansir Antaranews, PariwisataIndonesia.ID mengutip penjelasan resmi Menteri Sandiaga Uno dalam keterangan tertulis di Jakarta, pada Selasa (10/5/2022).

Ia menyampaikan, tantangan masa depan di sektor pariwisata dapat dihadapi dengan menggunakan pendekatan multi pemangku kepentingan terhadap pengembangan sektor pariwisata berkelanjutan.

“Kedua, memperkuat peran masyarakat pariwisata sebagai agent of change. Dan terakhir, merancang cara untuk memastikan pergerakan wisatawan yang aman bahkan selama pandemi (COVID-19),” kata Sandiaga saat membuka TWG 1 secara daring, seperti dilansir Antaranews, kembali dikutip PariwisataIndonesia.ID, pada Rabu, (11/5/2022)

Untuk merealisasikan hal itu, lanjutnya, negara-negara G20 dilibatkan dalam penyusunan G20 Bali Guideline yang akan menjadi salah satu dokumen hasil TWG.

Penyusunan guideline dilakukan melalui survei yang telah dikirimkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif kepada negara-negara G20.

Dalam survei tersebut, setiap negara G20 diminta memberikan best practices dari lima pilar aksi (line of actions) yang dijadikan dasar penyusunan draft pedoman mengingat pendekatan dari tiap negara dalam menghadapi situasi pandemi COVID-19 berbeda.

“Solusi dan kebijakan dari negara-negara tersebut menjadi dasar dalam penyusunan draft pedoman,” ucap dia.

Lima pilar aksi itu meliputi modal manusia (human capital) dengan tujuan melihat kebutuhan pasar, manajemen talenta, pendidikan, pengembangan keterampilan, serta kebijakan sekaligus praktik untuk menciptakan pekerjaan yang baru dan bernilai tambah (added value).

Kedua adalah berfokus memacu inovasi masyarakat lokal, menciptakan infrastruktur dan keterampilan yang diperlukan untuk digitalisasi, menghubungkan wilayah perkotaan maupun pedesaan dengan menjadikan ekonomi kreatif sebagai pendorong guna meningkatkan rantai nilai pariwisata, daya saing UMKM, serta daya tarik wisata.

Pilar selanjutnya yaitu fokus memberdayakan peran perempuan dan kalangan muda di komunitas lokal sebagai yang terdepan dalam penyusunan kebijakan atau bisnis maupun penciptaan inovasi. Serta, peran penting pendidikan dan keterampilan untuk mempromosikan inklusi penuh bagi kedua kelompok tersebut.

Kemudian ialah mengembangkan model baru yang mentransformasi kegiatan pariwisata guna mempercepat kemajuan menuju keberlanjutan (sustainabillity), net zero growth (keseimbangan gas rumah kaca), menangani penggunaan energi, lahan, air, dan sumber makanan bagi industri pariwisata, serta mengurangi emisi karbon di sepanjang komponen rantai nilai yang beragam.

Terakhir, berfokus kepada kebutuhan membuat kebijakan pariwisata yang holistik dan kondisi investasi serta model tata kelola yang memadai.

Lebih lanjut, ia tetap optimis sektor pariwisata dan ekonomi kreatif mampu memulihkan ekonomi secara global

“Pemulihan ekonomi global tidak terlepas dari adanya pemulihan di sektor pariwisata. Tentu saja, terlepas dari manfaat ekonominya yang jelas, pariwisata berfungsi sebagai platform untuk menghubungkan dan menjembatani masyarakat, menciptakan persahabatan dan koneksi yang membuat hidup kita lebih baik,” ujar dia.

Pertemuan TWG yang kedua akan dilaksanakan secara luring di Bali pada 23 September 2022, adapun pertemuan puncaknya nanti, soroti pelaksanaan “Tourism Ministerial Meeting” (TMM) juga digelar secara luring masih di Pulau Dewata, pada 26 September 2022. (Jess)

Editor : Ni Made Jessica
Sumber : Antaranews.com