Pandemi Belum Berakhir, Siapkah DKI Jakarta Membuka Sekolah?

Salah satu aktivitas pembelajaran tatap muka di SD Negeri Cipete Utara 15, foto diambil sebelum pandemi Covid-19 (Foto: Web PariwisataIndonesia.ID)

PariwisataIndonesia.ID – Berikut aturan sekolah tatap muka di DKI Jakarta yang digelar mulai Senin (30/8/2021). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini menerapkan PPKM Level 3 sejak 24 Agustus 2021. Hal ini melihat kondisi pandemi Covid-19 yang sudah lebih terkontrol.

Salah satu relaksasi kebijakannya adalah Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas yang dapat kembali dilaksanakan. Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta akan memberlakukan sekolah tatap muka terbatas tahap 1 sebanyak 610 sekolah.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim memutuskan untuk mewajibkan pembelajaran tatap muka kepada sekolah usai para pendidik dan tenaga kependidikannya telah menjalani vaksinasi Covid-19.

“Karena kita sedang mengakselerasi vaksinasi, setelah pendidik dan tenaga pendidikan di dalam suatu sekolah telah divaksinasi secara lengkap, pemerintah pusat, pemerintah daerah atau kantor Kemenag mewajibkan satuan pendidikan tersebut untuk menyediakan layanan pembelajaran tatap muka terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan,” kata Nadiem dalam konferensi pers secara daring.

Kamilia Najwa dan Richie Kenzie adalah beberapa diantara sekian siswa yang merindukan kehangatan dalam lingkup sekolah.

Hal ini juga ditegaskan Presiden Jokowi dalam kunjungannya ke Madiun pada pekan lalu. Presiden Jokowi mempersilakan opsi pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas digelar apabila seluruh pelajar telah mendapatkan vaksinasi Covid-19.
Permasalahannya, program vaksinasi anak usia 12-17 tahun secara nasional masih lambat. Data yang dirilis Kementerian Kesehatan menunjukkan, per 18 Agustus 2021, baru 2,4 juta anak dari target 26,7 juta anak yang mendapatkan vaksinasi tahap pertama.
Sementara, baru ada 917.000 anak yang mendapatkan vaksin dosis kedua. Adapun mayoritas siswa Sekolah Dasar belum bisa mendapatkan vaksin karena masih berusia di bawah 12 tahun.

Syarat lainnya adalah positivity rate. Informasi saja, positivity rate merupakan perbandingan antara jumlah kasus positif Covid-19 dengan jumlah tes yang dilakukan.

Nah, jika ingin melakukan belajar offline, positivity rate harus di bawah 5% sesuai dengan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Lantas, berapa positivity rate DKI Jakarta? Melansir beritajakarta.id Kamis (26/8/2021), positivity rate sepekan terakhir di Jakarta ternyata masih sebesar 6,2%.

Pelaksanaan PTM juga harus memperhatikan prasarana penunjang protokol kesehatan di sekolah. Misalnya saja bagaimana ventilasi ruang kelas, ketersediaan peralatan sanitasi, hingga jarak antar meja.

Selain itu, tenaga pendidik dan siswa juga harus ketat melaksanakan protokol 5M (Memakai masker, Mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, serta Membatasi mobilisasi dan interaksi).

Melihat kondisi di atas, seharusnya pertanyaan mengenai kesiapan Jakarta menggelar PTM sudah bisa terjawab. Pemerintah harus memikirkan hal ini dengan matang. Jangan sampai, kebijakan PTM menjadi bumerang sehingga kembali mendongkrak kasus infeksi corona. (ss/bbs)