Rumah Adat Musalaki, dari NTT

Rumah Adat Musalaki, dari NTT

Pemerintah Tetapkan sebagai Lambang Provinsi Nusa Tenggara Timur

Rumah adat berikut merupakan rumah adat dari Provinsi Nusatenggara Timur, yang disalin dari Polarumah.com dan sumber lainnya. Salah satu  rumah adat yang ada di provinsi ini dikenal dengan nama Rumah Adat Musalaki.

Baca Juga:  Pariwisata Premium NTT, Buka 15 Juni 2020

Rumah Adat Musalaki adalah merupakan Rumah Adat Nusatenggara Tenggara Timur yang paling banyak dijumpai. Pemerintah bahkan telah menetapkan Rumah Adat Musalaki sebagai lambang Provinsi Nusa Tenggara Timur. Sejarah Rumah Adat Musalaki Suku Ende Lio merupakan suku yang menciptakan Rumah Adat Musalaki.

Baca Juga:  Destinasi Wisata di Flores

Kata Musalaki itu sendiri diambil dari bahasa Suku Ende Lio yaitu mosa yang jika diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia berarti ketua dan laki memiliki arti adat. Jadi Musalaki merupakan penggabungan dari kata mosa dan laki yang memiliki arti ketua adat.

Arti kata tersebut berkaitan erat dengan fungsi dari Rumah Adat Musalaki itu sendiri, Fungsi Rumah Adat Musalaki Sesuai dengan arti namanya, Rumah Adat Musalaki merupakan sebuah rumah yang khusus ditinggali oleh kepala suku atau kedua adat Suku Ende Lio.

Selain sebagi rumah tinggal ketua adat, Rumah Adat NTT ini juga seringkali difungsikan sebagai tempat untuk melaksanakan upacara adat, musyawarah adat, ritual tertentu, dan acara-acara adat lainnya.

Rumah Adat Musalaki

Rumah Adat Musalaki, foto: Polarumah.com

Gaya Arsitektur Rumah Adat Musalaki Untuk gaya arsitekturnya, Rumah Adat Musalaki terbagi menjadi dua bagian utama yaitu struktur bagian bawah dan atas. Masing-masing bagian struktur rumah kemudian terbagi lagi ke dalam beberapa bagian, di bawah ini penjelasan lengkapnya.

Baca Juga:  Pemerintah Pusat Mendukung Pariwisata di Labuan Bajo

Struktur Bagian Bawah Struktur Pondasi atau Struktur Kuwu Lewa Rumah Adat Musalaki dibangun dengan konsep rumah panggung namun dengan ketinggian tiang yang rendah. Penggunaan konsep rumah panggung ini bertujuan agar lantai rumah tidak lembab karena sirkulasi udara di bagian bawah rumah dapat berjalan dengan baik.

Baca Juga:  Presiden Jokowi Resmikan Hotel Inaya Bay dan Kawasan Marina Labuan Bajo

Pondasi bangunan rumahnya menggunakan material batu dengan bentuk lonjong yang disusun dengan posisi vertikal. Suku Ende Lio menyebut kolom batuan tersebut dengan nama leke lewu yang berarti tiang kolom Kolom bangunan pada Rumah Adat NTT ini diletakkan di atas batuan besar dengan permukaan yang datar. Batu datar tersebut bukanlah buatan manusia, namun terbentuk secara alami.

Rumah Adat Musalaki, NTT

Rumah Adat Musalaki, NTT, foto: koleksi gambar rumah terlengkap

Strukur Pondasi Kuwu Lewa yang terbuat dari batuan memiliki ketahanan yang sangat handal ketika terjadi bencana alam seperti gempa bumi. Kolom bangunannya tidak akan mengalami keretakan karena terbuat dari struktur batuan yang kuat. Struktur Lantai atau Struktur Maga Struktur lantai pada Rumah Adat Musalaki terbagi menjadi dua bagian yaitu teras gantung (lantai tenda teo) dan lantai bagian dalam rumah (lantai koja ndawa).

Masing-masing bagian lantai memiliki ketinggian yang berbeda Rumah Adat NTT ini, terbuat dari papan kayu yang dipasang sejajar dengan posisi satu arah. Penggunaan bilah papan kayu sebagai lantai pada Rumah Adat Musalaki adalah untuk membuat sirkulasi udara dari bagian kolong ke bagian atas rumah berjalan dengan baik sehingga tingkat kelembapan di bagian rumah tetap stabil.

Baca Juga:  Baju Adat Nusa Tenggara Timur

Struktur Bagian Atas Struktur Wisu atau Struktur Atas Lantai Di atas lantai Rumah Adat Musalaki terdapat empat buah tiang kolom atau disebut dengan wisu dalam bahasa Suku Ende Lio. Keempat tiang tersebut disangga oleh palang balok kayu bagian atas (isi ine wawo) dengan panjang 4 meter dan palang balok kayu bagian bawah (isi mbasi) dengan panjang 4,5 m. Ketinggian dari setiap tiang kolom yaitu 1,2 m.

Pada bagian tengah rumah juga terdapat satu tiang yang disebut dengan leke raja dengan panjang 1,2 m. Tiang ini dihias dengan ukiran-ukiran khas Suku Ende Lio seperti motif binatang atau lainnya. Struktur Atap Struktur kuda-kuda pada atap Rumah Musalaki dibentuk oleh leke raja yang dihubungkan oleh saka ubu. Dalam bahasa uku Ende Lio, struktur kuda-kuda ini disebut dengan jara.

Baca Juga:  Wisata Instagramable Ala Awkarin di NTT, Eksotis Banget!

Sudut bubungan atapnya disebut pella yang merupakan sebuah kayu palang. Di bagian rangka atapnya ada lare dan eba yang merupakan penyangga struktur kuda-kuda dan pela yang terbuat dari bilah bambu. Puncak atapnya atau disebut dengan ate ubu terbuat dari ijuk yang diikat oleh alang-alang. Ijuk tersebut disusun dengan pola bersilang dari bawah ke atas.

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus (0 )