Rumah Kajang Lako di Jambi

Redaksi PariwisataIndonesia.id kali ini akan mengulas seputar rumah adat yang ada di provinsi Jambi, yang kami sajikan dari berbagai sumber. Setiap provinsi di Indonesia memang miliki rumah adat yang berbeda-beda satu dengan yang lainnya. Seperti salah satu suku tertua di provinsi Jambi adalah Suku Bathin, yang merupakan suku dari keturunan melayu tua yang memiliki rumah adat  Rumah Kajang Lako/Leko.

Orang Batin adalah salah satu suku yang sampai sekarang masih mempertahankan adat istiadat yang diwariskan oleh nenek moyang mereka, bahkan peninggalan bangunan tua pun masih bisa dinikmati keindahannya dan masih dipergunakan hingga kini.

Keberadaan suku ini masih bisa terlihat di Kampung Lamo, desa Rantau Panjang, kecamatan Tabir, kabupaten Merangin. Berbeda dengan perkampungan pada umumnya, kampung lamo sendiri masih kental dengan adat istiadat. Hal ini sangat terasa lewat tutur bahasa, cara berpakaian, hingga arsitektur bangunannya.

Rumah Adat Jambi
Rumah Adat Jambi, foto: polarumah.com

Arsitektur bangunan menjadi yang paling menarik di Kampung Lamo terutama pada bangunan rumahnya. Rumah Panggung Kajang Leko, begitulah masyarakat menyebutnya. Rumah panggung Kajang Leko di dominasi oleh kayu Besi. Jenis kayu ini terkenal semakin lama semakin kuat dan sekarang sangat langka dijumpai di provinsi Jambi.

Rumah adat ini termasuk bangunan bersejarah dan merupakan hunian masyarakat suku Bathin hingga turun temurun. Ada sekitar 60 rumah Kejang Leko yang mendiami Kampung Lamo dan masih terus terjaga hingga saat ini. Itu pula yang jadi alasan mengapa daerah ini disebut Kampung Lamo.

Rumah Kejang Leko ditetapkan sebagai rumah adat bathin Jambi setelah proses pencarian yang panjang pada tahun 70-an. Rumah ini berstruktur panggung yang didesain dari arsitektur Marga Batin, berbentuk segi panjang dengan ukuran 12 x9 meter, dan ditopang oleh 30 tiang berukuran besar yang terdiri atas 24 tiang utama dan 6 tiang pelamban.

Sebagai rumah panggung, tentunya bangunan ini juga dilengkapi dengan tangga. Terdapat dua tangga disini yaitu tangga utama di sebelah kanan dan satu lagi disebut tangga penteh.

Susunan ruang rumah Kejang Leko juga cukup menarik untuk diketahui. Bangunan ini terdapat 8 ruangan yang semuanya memiliki nama dan fungsinya masing-masing. Nama nama ruangan itu meliputi, ruang Pelamban, ruang Gaho, ruang Masinding, ruang Tengah, ruang Balik Melintang, ruang Balik Menalam, ruang Atas/Penteh, dan ruang Bawah/Bauman.

Selain ruangan yang tertata rapi berdasarkan fungsinya, rumah ini juga dilengkapi dengan ragam hias. Motif yang digunakan terdiri atas motif flora dan fauna. Pada motif fauna masyarakat Batin kerap menggunakan bentuk ikan dan dibuat tidak berwarna. Sementara untuk motif flora mereka lebih banyak menggunakan bentuk dari Bunga Manggis, Jeruk dan Bunga Tanjung.