Tari Adat Bopureh di Kalimantan Barat

Tari Adat Bopureh di Kalimantan Barat

Ada Kisah Cinta yang Terhalang Perbedaan

Indonesia negara Kebhinnekaan. Perbedaan budaya dan segala macamnya menjadikan negri ini istimewa dan disegani. Indonesia adalah bangsa yang besar dan disegani. Kalau bukan generasi mudanya mencintai kebudayaan dan negrinya sendiri, lalu siapa lagi yang mewarisi semua ini kelak?

Indonesia terdiri dari banyak kepulauan, daerah-daerah, agama, suku dan ras maupun bahasa yang tidak sama satu sama lainnya. Masih dari provinsi Kalimantan Barat, yuk kita simak kesenian tradisionalnya.

Redaksi www.pariwisataindonesia.id mengulas tarian yang sangat melegenda dan tarian ini mengisahkan percintaan pasangan sejoli yang terhalang karena perbedaan adat istiadat. Tarian Bopureh dari Kalimantan Barat.

Tarian Bopureh pasti bikin kamu penasaran. Mengulas kesenian daerah di Indonesia nggak akan ada selesainya. Tidak akan ada habisnya. Hal tersebut menjadikan kesenian dan kebudayaan Indonesia punya corak dan keunikan yang khas tiap daerahnya. Beragam kesenian daerah dengan corak, motif dan keunikannya menjadikan nilai dan daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Seperti salah satunya adalah kesenian tradisional dari provinsi ini berupa tarian yang dikenal dengan nama Tari Baporeh.

Siapa sangka, ternyata dibalik tarian adat bopureh terdapat pesan tentang kandasnya kisah percintaan dua sejoli anak muda, yang terhalang karena perbedaan adat istiadat. Suku keduanya menghalangi itu. Tarian ini berkisah seorang putri dari suku Dayak Kanayan yang jatuh hati dengan pemuda dari suku yang berbeda. Sang arjuna berasal dari suku Dayak Djongkang.

Tari adat Bopureh, Kalimantan Barat, Pariwisata Indonesia

Tari adat Bopureh, Kalimantan Barat / Foto: seringjalan.com

Perjalanan cintanya kandas. Mereka pasrah. Perbedaan suku di keduanya, tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka dihadapkan pilihan untuk memperjuangkan cintanya atau menjaga leluhur. Budayanya begitu ketat dan menjunjung tinggi adat istiadat.

Aturan adat melarang suku Dayak tertentu menikah dengan orang yang bukan dari suku atau kelompoknya sendiri. Selanjutnya dalam kisah percintaan ini bagaimana? Maju terus, cinta nggak bisa dong dipaksakan! Terasa tersayat-sayat, hati sedih. Perjalanan cintanya terhenti cuma karena dihalangi aturan adat yang dijunjung tinggi dan tidak boleh dilanggar.

Perjalanan cinta yang terhalang oleh adat istiadat, kisah klasik yang banyak terjadi di beberapa suku di Indonesia. Terlebih lagi, bagi masyarakat Suku Dayak, di Kalimantan Barat. Hal ini lazim terjadi mengingat Suku Dayak sangat menjadikan kebudayaan dan leluhur mereka di atas segalanya.

Selanjutnya, pementasan Tari Bopureh, pada umumnya, biasa dibawakan oleh 10 penari. Dua penari menjadi bintang utamanya. Ikon keduanya menjadi tokoh utama dalam tarian ini. Kedua penari akan berperan sebagai pasangan sejoli. Sepasang muda mudi yang jatuh cinta.

Dalam siluet di tarian yang kreasinya sudah banyak dilakukan modifikasi. Tetapi utamanya menggambarkan silsilah dalam adat istiadat. Terpisah jalinan percintaannya dari bunga-bunga asmara yang bertumbuh lama dan sudah terajut berkasih sayang. Kegalauan, kegusaran dan keduanya tidak bisa berbuat banyak. Sadar bahwa keduanya tidak bisa lagi bersama.

Cengkok, lemah gemulai dan berputar-putar dengan iringan musik. Tarian ini jadi terlihat memesona, hanyut dan terbawa suasana bagi kamu yang hadir menonton dalam pementasan. Terlihat formasi dalam pertunjukan dengan tampil dua penari sebagai tokoh utamanya. Lalu peran pengiring di ikuti oleh sebanyak 8 penari latar. Liukan tangan yang melambai, gerakan tarian meliuk liuk menggambarkan cinta kasih yang aduhai sedang kasmaran, semua begitu indah dirasakan keduanya.

Sesekali formasi bergantian. Tampak di bagian tengah pementasan, delapan penari yang semuanya adalah perempuan mengambil formasi melingkar ke pria. Penari pria sebagai titik fokusnya. Warna-warni dalam balutan busana yang dikenakan penari wanita menjadi ikon dari gambaran Suku Dayak yang ada di provinsi ini.

Tarian Tradisional Indonesia harus kembali digalakkan. Mari meningkatkan kecintaan masyarakat, terutama kaum milenial, terhadap tarian tradisional Indonesia.

Bukan Tik tok itu nggak baik, bukan tarian kekinian tidak bagus. Tapi sebelum kamu gemar dan bahkan hebat menari dan joget salsa, joget reggae, tari zumba. Maaf, sudah berapa banyak kamu mengenal tarian dari bangsamu sendiri?

Indonesia negara Kebhinnekaan. Perbedaan kebudayaan dan keseniaan dan segala macamnya. Menjadikan negri ini istimewa dan luar biasa. Indonesia adalah bangsa yang besar dan disegani. Kalau bukan generasi mudanya mencintai kebudayaan dan negrinya sendiri, lalu siapa lagi yang mewarisi semua ini kelak?

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus (0 )