Transportasi dan Pariwisata Bak Dua Sisi Mata Uang, Beda Tapi Tak Terpisahkan

Big Bird terima penghargaan PVK AWARD, “Bus Pariwisata Indonesia Terfavorit tahun 2020” / Dok. Blue Bird

PariwisataIndonesia.id – Transportasi dan pariwisata bak dua sisi mata uang yang keduanya tak bisa dipisahkan.

Baik yang berbentuk koin maupun uang kertas, tetap sama!

Sama-sama uang tunai sebagai alat pembayaran. Misal, pecahan bernilai 100perak berbentuk uang logam, satu sisi bergambar Rumah Gadang dan sisi lain terdapat Wayang Jawa.

Sekalipun berbeda posisi, motif dan gambar atau subjek tidak serupa, iya tetap disebutnya satu kesatuan dari nilai mata uang itu sendiri.

Bisa jadi dari setiap sisi, ada sudut pandang mengartikan lain.

Selama ‘Cepek Dulu Dong’, semboyan yang pernah ngehits ungkapan tersebut di film boneka Si Unyil, tertera angka itu di logam, nilai tukar dari alat bayar ya, tetap cepek.

Stop!

Saat ini, bukan mengulas tentang uang logam bergambar Rumah Gadang termasuk Menparekraf Sandiaga Uno yang sejak kemarin berada di Sumatera Barat.

Sepekan kunjungan orang nomor satu di lingkungan kemenparekraf diprediksi, akan menyambangi kemolekan setiap sudut di Ranah Minang, jangan lupa untuk kirim oleh-olehnya.

Tapi, ya … Baiklah! Tak ada salahnya untuk secuil tips dibagikan Redaksi Pariwisata Indonesia dari celotehan dan sapa santai yang diviralkan oleh Mantan wakil gubernur DKI Jakarta. Slogan Sandiaga Uno, karena memiliki makna filosifis dan artinya luas.

Mengintip slogannya, seperti Gaspol (melaju kencang dan jangan beri kendor.Red), Gercep (singkatan gerakan cepat, anjuran lebih cepat dari kebiasaan.Red), dan terbuncit Germas (singkatan dari gerakan masyarakat hidup sehat.Red).

“Gaspol, Menteri Gercep!”

Ayo, lanjutken ke Mentawai. “Good Job!”

Sudah banyak tersiar berita, semarak Hari Kartini kemarin itu, punya peran penting soal gema kesetaraan gender, oleh karenanya Kartini digadang-gadang sosoknya menjadi role model perempuan hebat di Indonesia.

Redaksi tak sedang mengulas Medsos Kemenparekraf, lagi bagi-bagi ampau menyemarakkan hari Kartini sampai 25 April ini, “nggaklah!”

Tapi itu bagus, patut diacungi jempol. Diapresiasi semua hal baik untuk negeri ini, semua tersebut positif! (Jawaban cari aman.Red).

Kita lanjutken, ya Sob!

Mengapa sektor transportasi dibutuhkan dan punya peran penting dukung pariwisata?

Karena memudahkan tamu (bahasa ini kerap diucapkan untuk pelaku industri pariwisata.Red) dan atau wisatawan (disebut objek sebagai pengicu daya tarik wisata.Red) membawanya dari lokasi asal.

Berjasa karena, memudahkan dari titik jemput untuk bergerak mendatangi tempat wisata maupun lokasi rekreasi dan hiburan.

Selanjutnya, baik ada dan tidak ada penumpang tapi terjadi transaksi.

Maka, kedua sektor tersebut bisa disebut “telah secara langsung” mendorong pertumbuhan ekonomi.

Oleh karenanya, bisnis di sektor transportasi tak cuma sekedar “brand” tapi menjadi satu kesatuan utuh seperti halnya Blue Bird yang senantiasa konsisten dan update dalam pengembangan sarana dan prasarana sekaligus menjamin kualitas pelayanan.

Pantaslah, mengapa bisnis Blue Bird tetap bertahan dan selalu eksis sampai sekarang bahkan ngejos terdepan. Mungkinkah, sang pendiri sudah meyakini transportasi dan pariwisata bak dua sisi mata uang yang saling membutuhkan?