Wisman ke Bali Capai 1.600 Lebih, Menko Luhut: Hotel Bubble Akan Ditambah, Ini Syarat PPLN ke Pulau Dewata Bakal Bebas Karantina

Pariwisata Indonesia, Berita Pariwisata Indonesia, Berita Menko Luhut B. Pandjaitan
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan (Foto: Media PI/Dok.Humas Kemenko Marves)

PariwisataIndonesia.ID – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan menyampaikan, wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Bali sudah lebih dari 1.600 orang.

Hal itu disampaikan Menko Marves Luhut dengan mengatakan, pencapaian angka tersebut tercipta sejak penerbangan internasional dibuka pada 4 Februari lalu.

“Sejak pembukaan Bali bagi wisman, sudah lebih dari 1.600 wisman yang datang ke Bali sampai hari kemarin (Sabtu, 26/2),” kata Menko Luhut saat keterangan pers daring hasil ratas PPKM di Jakarta, Minggu (27/2/2022).

Ia menambahkan, separuh dari jumlah kunjungan wisman itu, memilih untuk melakukan karantina bubble. Malah, katanya, menginap di hotel bubble Bali harganya bertarif Rp3 juta per malam. Namun, tetap diminati.

“Rusia, Australia, Prancis, Amerika serta Belanda mendominasi wisatawan yang datang ke Bali,” ungkapnya.

Dijelaskannya, konsep “bubble” sendiri merupakan sistem koridor perjalanan yang membagi orang yang terlibat ke dalam kelompok berbeda dan memisahkan orang berisiko terpapar Covid-19 dengan masyarakat umum, disertai dengan pembatasan interaksi dan penerapan prinsip karantina.

Terkait hal tersebut, Koordinator PPKM Jawa Bali menyampaikan kabar baik, yakni pemerintah berencana akan menambah jumlah hotel untuk mendukung konsep bubble di Bali ini menjadi 17 hotel.

Tak cuma itu saja, untuk fasilitas “karantina umum” di hotel, juga akan ikut ditambah menjadi 41 hotel.

“Untuk pembukaan tahap berikutnya hotel bubble akan ditambah menjadi 17 hotel dan hotel karantina umum di kamar ditambah 41 hotel,” tandasnya.

Menko Marves melanjutkan lagi dengan mengatakan, Pemerintah juga akan melakukan perbaikan lain untuk mendukung pariwisata di Bali, termasuk memperluas cakupan pemesanan melalui online travel agent, meningkatkan ketersediaan isolasi, melakukan mekanisme penjemputan di bandara dan kemudahan e-visa.

Dalam upayanya mendongkrak pariwisata di Bali bangkit kembali, Pemerintah juga akan memberlakukan uji coba tanpa karantina yang ditujukan bagi pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) ke Bali pada 14 Maret 2022 mendatang.

“Pemerintah juga akan melakukan uji coba tanpa karantina bagi PPLN yang datang ke Bali dan direncanakan akan berlaku pada 14 Maret mendatang dengan beberapa persyaratan,” imbuhnya.

“Target 14 Maret 2022 dapat kita percepat satu minggu kalau dalam evaluasi minggu depan, tren kasus menunjukkan hasil yang membaik,” sambungnya.

Namun, tetap ada catatan, asalkan tren kasus Covid-19 di Bali terus membaik dalam beberapa minggu ke depan. Untuk itu, kata Luhut lagi, pemerintah terus memonitor perkembangannya.

Bersambung ke halaman berikutnya
Persyaratan Bagi PPLN ke Bali Tanpa Karantina

× Hubungi kami