Festival Film Wartawan Indonesia Kesebelas Tahun 2021, Begini Kata Naga Bonar

“Ini kegiatan yang sangat bagus. Ini salah satu bentuk kontribusi wartawan. PWI Pusat sepenuhnya mendukung dan mengawal FFWI,” Ketua Umum PWI Pusat, Atal Depari. Berikut ulasannya.
umi kalsum founder dan ceo media pvk group,FESTIVAL FILM WARTAWAN INDONESIA,FESTIVAL FILM WARTAWAN INDONESIA KESEBELAS TAHUN 2021,INDONESIA OFFICIAL TOURISM WEBSITE,INDONESIA'S OFFICIAL TOURISM WEBSITE,INDONESIAN TOURISM WEBSITE,KETUA UMUM PERSATUAN PERUSAHAAN FILM INDONESIA DEDDY MIZWAR,KETUA UMUM PERSATUAN WARTAWAN INDONESIA PUSAT ATAL DEPARI,MEDIA ONLINE PARIWISATA INDONESIA TERFAVORIT 2020,MEDIA PARIWISATA INDONESIA OFFICIAL,MEDIA PARIWISATA TERFAVORIT,MEDIA PVK GROUP,MEDIA PVK GROUP DENGAN 10 SITUS PARIWISATA DAN E MAGAZINE,MEDIA RESMI PARIWISATA INDONESIA,PARIWISATA INDONESIA,SEKRETARIS JENDERAL PERSATUAN PERUSAHAAN FILM INDONESIA ZAIRIN ZAIN,WEBSITE RESMI PARIWISATA INDONESIA
Ilustrasi foto: Tangkapan layar website Festival Film Wartawan Indonesia

PariwisataIndonesia.id – Ketua Umum Persatuan Perusahaan Film Indonesia (PPFI) Deddy Mizwar adalah aktor kawakan merangkap sutradara, produser, seorang politikus juga pemilik rumah produksi PT Demi Gisela Citra Sinema, menyatakan bahwa di tengah keterbatasan kegiatan akibat positif COVID-19, harus hadir dalam peluncuran Festival Film Wartawan Indonesia (FFWI), pada Kamis (8/7).

“Karenanya saya ikut daring ini dan mendukung sepenuhnya FFWI. Meski ini (Festival Film yang diinisiasi wartawan) bukan hal yang baru. Karena sejarahnya sangat panjang sekali. FFWI menjadi penting dalam ekosistem perfilman Indonesia, karena kita perlu banyak festival film di Indonesia. Karenanya FFWI menjadi sangat penting sekali,” kata Deddy Mizwar.

Dalam kesempatan itu, ia tetap semangat melawan virus Covid-19 dengan cara isolasi mandiri, sambungnya, harus happy, itulah yang sedang dilakukan pria kelahiran Jakarta, 5 Maret 1955.

Lebih lanjut, Deddy menegaskan, organisasi yang dinahkodainya siap memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan FFWI.

“Kami menyambut baik, dan sepenuhnya mendukung FFWI,” kata pemeran Nagabonar tersebut.

Dia menambahkan, yang diperlukan FFWI tidak sekedar memilih dan memilah film Indonesia yang berkualitas.

“Tapi harus ada kajian peningkatan kualitas (itu sendiri). Serta harus ada kritik film di situ,” katanya.

Dia juga berharap, pelaksanaan FFWI nanti, bisa berjalan lancar, karena, “memberikan banyak manfaat dan kontribusi bagi perfilman Indonesia,” ujarnya.

Selanjutnya, dia sangat percaya, peran wartawan terhadap perfilman di Indonesia sangat fundamental.

“Karena kalau wartawan yang menggelar (Festival Film), gaungnya otomatis lebih luas. Dengan sendirinya meningkatkan apresiasi terhadap perfilman Indonesia dari masyarakat,” pungkasnya.

Senada dengan Deddy, Sekretaris Jenderal Persatuan Perusahaan Film Indonesia (PPFI), Zairin Zain menyambut gembira gelaran FFWI, bahkan katanya, penjurian dengan melibatkan seluruh wartawan film di Indonesia akan memperluas khasanah festival film itu sendiri.

“Intinya, dengan penyelenggaranya wartawan, juga jurinya, dipastikan akan menjadi bagus dan menarik. Karena ada perspektif lain. Karena kita para pekerja film butuh perspektif lain. Dengan bukan hanya menilai kualitas (filmnya), tapi juga memberikan (timbangan) mutu. Karena itu PPFI memberikan dukungan penuh,” tekan Zairin Zain.

Zairin pun menilai, yang dilakukan oleh wartawan dalam gelaran FFWI tegak lurus dengan semangat sejumlah wartawan pelopor perfilman di Indonesia, seperti Usmar Ismail, dalam konteks untuk mengembangkan dan memajukan Perfilman di Indonesia sudah terbukti nyata.

Tak ketinggalan, Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Atal Depari turut memberikan apresiasi dan menyambut baik atas dukungan semua pihak, terutama mereka yang berkecimpung di organisasi perfilman.

Pertemuan virtual ini semakin seru dan menarik karena dihadiri oleh organisasi pemain film, produser film, termasuk dari organisasi-organisasi wartawan.

“Ini kegiatan yang sangat bagus. Ini salah satu bentuk kontribusi wartawan. PWI Pusat sepenuhnya mendukung dan mengawal FFWI,” kata Depari.

Pelaksanaan puncak FFWI dilangsungkan, 28 Oktober 2021, bertepatan peringatan Hari Sumpah Pemuda.

Sementara itu, film yang dikompetisikan, terdiri dari tiga genre yaitu drama, komedi, dan horor.

Gelaran FFWI menjadi perayaan yang kesebelas. Kali ini, akan terasa berbeda karena pelaksanaan FFWI Tahun 2021 mendapatkan dukungan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Redaksi mencatat, film yang dinilai dalam FFWI berasal dari film-film yang tayang mulai September 2020 hingga September 2021 mendatang. (Soet/Eh)