Pembukaan Pariwisata Bali Juli Nanti Nyaris Batal! Ini Permohonan Cok Ace dan Putu Astawa untuk Menguatkan

Menparekraf Sandiaga Uno saat bekerja dari Bali. Foto: ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

PariwisataIndonesia.id – Redaksi Pariwisata Indonesia menyayangkan pemberitaan di salah satu situs media online yang digadang-gadang beritanya paling banyak diakses di Indonesia dengan mengambil judul “Pembukaan Pariwisata Bali Terancam Batal Lagi” dan sudah tayang pada Rabu, 23 Juni 2021.

Baca juga :  Wagub Bali Ungkap Angka Positif Covid-19 Sudah di Dua Digit dan Sektor Pariwisata Tumpuan Ekonomi Bali

Judul besarnya, bisa melukai perasaan warga Bali yang telah lama mengidamkan dan sangat menggantungkan hidup dari pembukaan pariwisata di Juli nanti.

Baca juga :  Wagub Bali: Optimis Pariwisata Bali Akan Tumbuh dengan Baik

Dalam keterangan resminya, orang nomor satu di lingkungan Kemenparekraf kalimatnya “ambigu” dan terkesan Menparekraf Sandiaga Uno seperti bertindak cari aman dan pembiaran. Belakangan berani tampil tidak populis. Kini, kebiasaan sang menteri bak hilang di telan bumi.

“Tentang rencana pembukaan Bali tentunya program ini terus berlanjut namun tentunya harus melihat situasi terkini berkaitan dengan kondisi pandemi. Di tengah meningkatnya kasus Covid-19, kami melihat ada penurunan kunjungan wisatawan nusantara ke Bali,” kata Menparekraf Sandi, dikutip dari weekly press briefing yang disiarkan langsung dari Balai Ekonomi Desa (Balkondes) Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, pada Selasa (22/6).

Terungkap di laman resmi Pemerintah Provinsi (Pemprov), Wakil Gubernur (Wagub) Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati yang biasa disapa Cok Ace menyatakan kelegaannya menyambut kabar baik wisatawan mancanegara (wisman) Juli nanti segera dibuka.

Baca juga :  Warga Bali Bergembira Sambut Wisatawan Mancanegara Juli Mendatang

Hal itu, disampaikannya saat menjadi pembicara di webinar bertajuk persiapan Pemprov Bali untuk open border internasional yang digelar Jaringan Wisata Muhamadiyah dari Pura Mandara Giri, Semeru Agung Lumajang, Jawa Timur, Selasa (22/6) sore.

Untuk itu, pihaknya akan berupaya menjaga keamanan dan kesehatan wisatawan yang berlibur ke Bali dengan mengacu pada indikator pendukungnya, termasuk vaksinasi.

“Dari target 70 persen vaksinasi untuk 4 juta masyarakat Bali sudah lebih dari 50 persen yang sudah menerima (vaksin). Lalu untuk prokes, masyarakat Bali di posisi nomor satu secara nasional untuk disiplin pemakaian masker,” terangnya.

Menteri yang kerap mempopulerkan “GERCEP, GEBER & GASPOL”, saat menjelang pertengahan tahun 2021, berjanji untuk senantiasa rutin berkantor dari Bali.

Terkait kehadiran Menparekraf Sandiaga Uno di Bali, redaksi berhasil mewawancarai salah satu nara sumber bernama Wayan untuk mendapatkan keterangan kemajuan dari progres tersebut dan ia sempat bertemu Sandiaga Uno saat melaksanakan Shalat Jumat di Masjid Agung Ibnu Batutah yang terletak di sekitar Nusa Dua, Bali.

“Kehadiran beliau sangat kita hormati di Bali dan menaruh harapan besar kepada Pemerintah Pusat melalui Menteri Sandi yang juga berkantor dari Bali tetapi Juli nanti tidak berhasil membuka keran wisman maka nonsense. Ucapannya cuma menebar wajah manis tapi soal kerja belum tentu terbukti. Harapan warga Bali cuma turis mancanegara,” kata Wayan selaku pengusaha di Bali yang menjalankan bisnis warisan orang tua curhat kepada Redaksi Pariwisata Indonesia, pada Rabu (23/6).

Saat ini, masyarakat Bali sedang bersuka cita menyambut kabar baik tentang akan dibukanya wisman tersebut.

Mengomentari hal tersebut, berikut permohonan Kepala Dinas Pariwisata Bali I Putu Astawa menyambung benang merah kausalitas dari artikel berjudul besar itu seperti dikutip dari laman Bisnis.

“Saya kira itu kewenangan dari pusat untuk mengkaji, kalau dari Dinas Pariwisata telah mempersiapkan segala hal yang berkaitan dengan pembukaan pariwisata internasional tersebut,” kata Putu Astawa dikutip dari Bisnis, Rabu, (23/6).

Menurut Kadispar Bali Putu Astawa, informasi awalnya negara yang direncanakan dapat kerja sama dengan Bali untuk mendatangkan wisman, antara lain China, Arab, Singapura, dan Korea Selatan.

“Semua ini tergantung lagi kepada pemerintah pusat, khususnya Kementerian Luar Negeri yang akan menentukan kita bisa kerjasama dengan negara mana,” ungkap Putu.

Saat itu, katanya, di dalam pembahasan turut juga dibahas soal kerja sama dengan negara luar melalui skema travel bubble.

Mendukung berita baik tersebut, pihaknya dari jauh-jauh hari telah mempersiapkan pembukaan pariwisata internasional dengan merancang Standar Operasional Prosedur (SOP) kedatangan wisman dimulai dari bandara hingga tempat menginap.

Tak cuma itu saja, ia bahkan merincikan bahwa Pemprov Bali sangat serius mewadahi untuk pemberian sertifikasi protokol kesehatan (prokes) Covid-19 bagi hotel, restoran, vila, hingga pusat perbelanjaan sebagai sosialisasi CHSE; Vaksinasi Covid-19 juga telah diberikan kepada 97.000 orang pekerja di sektor pariwisata.

Atas alasan tersebut, dia menilai pembukaan pariwisata internasional sejatinya tidak akan menjadi masalah penyebaran Covid-19 jika para wisman yang datang tetap menaati protokol kesehatan.

“Semoga tidak begitu besar pengaruhnya PPKM Mikro terhadap pembukaan pariwisata internasional. Terlebih lagi ekonomi Bali sudah sangat berat,” jelas Putu Astawa. (Eny/Eh)