Program “Desa Bersinar” Mirip “Kawasan Berisiko Tinggi” dan Bakal Diadopsi NADA Malaysia

Pariwisata Indonesia, Kepala BNN RI Dr. Petrus Reinhard Golose
Kepala BNN RI, Dr. Petrus Reinhard Golose (Foto: Media PI/Dok. Humas BNN)

PariwisataIndonesia.ID –¬†Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI), Dr. Petrus Reinhard Golose melakukan pertemuan bilateral secara virtual bersama Sutekno Ahmad Belon, Director-General National Anti-Drugs Agency (NADA) Malaysia, Selasa (8/2/2022).

Pertemuan bilateral yang digagas oleh NADA merupakan forum pertukaran informasi terkait program dan kebijakan yang dilakukan oleh masing-masing negara dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Pada kesempatan tersebut, Director-General NADA Malaysia beserta jajaran menyampaikan apresiasinya atas kesediaan Kepala BNN RI beserta para Deputi berkenan menghadiri pertemuan bilateral tersebut.

Bahkan, mau bertukar informasi atas keberhasilan dan efektivitas program yang telah dilakukan oleh Indonesia maupun Malaysia terkait upaya keduanya dalam menekan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di masing-masing negara.

Mengawali sambutannya, Kepala BNN RI mengatakan, bahwa dalam pelaksanaan P4GN, pihaknya berkomitmen untuk melakukan langkah-langkah holistik dan terintegrasi dengan menyeimbangkan tiga aspek, yaitu hard approach melalui upaya penegakan hukum; soft approach melalui upaya pencegahan.

Termasuk pemberdayaan masyarakat, dan rehabilitasi; serta smart approach melalui pemanfaatan teknologi informasi dan penelitian dengan pemanfaatan hardware dan software serta penelitian komprehensif dalam upaya menghadapi tren terkini peredaran narkotika.

Menyoroti program “P4GN”, dan terutama sekali ” Desa Bersinar (Bersih Narkoba)”, Kepala BNN RI menegaskan, bahwa hal itu sudah konkret dilakukan oleh BNN RI, yang terbukti nyata dan berdampak positif bagi masyarakat Indonesia.

Merespons hal tersebut, Director-General NADA Malaysia membalasnya dengan mengatakan, di negaranya pun memiliki program serupa, yakni “Kawasan Berisiko Tinggi”.

Atas paparan Kepala BNN RI yang disampaikan secara komprehensif dalam menjelaskan “Desa Bersinar”, tak ayal membuat Sutekno Ahmad Belon terkagum-kagum.

Untuk itu, ia menyatakan ingin mengetahui lebih banyak lagi program unggulan BNN RI lainnya, dan berharap bisa meninjau secara langsung saat berkunjung ke Indonesia sebagai upayanya untuk dikembangkan dan menyempurnakan program Kawasan Berisiko Tinggi yang ada di Malaysia.

Di kesempatan itu, ia menyampaikan rasa keinginannya yang begitu besar untuk melakukan studi banding dan siap mengadopsi program “Desa Bersinar”.

Selain Desa Bersinar, Kepala BNN RI dan Director-General NADA Malaysia juga membahas terkait tanaman Kratom dan program rehabilitasi bagi pecandu atau penyalahguna narkotika yang dilakukan oleh masing-masing negara.

Melalui pertemuan bilateral ini diharapkan kedua negara yang merupakan anggota ASEAN dapat mewujudkan kerja sama konkret dalam rangka penanganan supply dan demand Narkoba sehingga dapat menekan jumlah penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba untuk mewujudkan aspirasi ASEAN Bebas Narkoba. (soet)

× Hubungi kami