Sambut HUT Ke-20, BNN RI Gelar Webinar “Rehab Why Not”

Pariwisata Indonesia, Foto Direktur Hukum BNN RI Susanto SH. M.H..
Direktur Hukum BNN RI Susanto, SH., M.H. (Foto: Media PI/Dok. Humas BNN RI)

PariwisataIndonesia.ID – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia ke-20 yang jatuh pada tanggal 22 Maret 2022, Direktorat Hukum Deputi Bidang Hukum dan Kerja sama BNN RI menyelenggarakan kegiatan webinar dengan tema “Rehab Why Not”.

Mengawali sambutannya, Deputi Hukum dan Kerja sama BNN RI, Drs. Puji Sarwono, mengajak mahasiswa agar turut serta ambil bagian sebagai agen perubahan dari BNN.

Menyoroti slogan BNN “War On Drugs” dalam mewujudkan Indonesia Bersinar (Bersih Narkoba), termasuk P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika).

“Diharapkan mahasiswa dapat menjadi agen perubahan dari BNN untuk menjelaskan kepada masyarakat mengenai pentingnya rehabilitasi sebagai upaya negara untuk menyelamatkan para pecandu narkotika, Penyalahgunaan, dan korban Penyalahgunaan narkoba,” kata Puji Sarwono, dikutip dari keterangan tertulis, Jumat (4/3/2022).

Untuk itu, pihaknya terus mendorong pentingnya rehabilitasi ditinjau dari aspek filosofis, sosiologis dan yuridis sebagai bentuk implementasi P4GN.

Sementara itu, Direktur PLRKM BNN RI dr. Amrita Devi, SpKj., M.Si. yang juga hadir sebagai pembicara dalam paparannya, lebih menekankan maksud dan tujuan digelarnya webinar ini.

Menurutnya, dapat memberikan wawasan kepada para peserta mengenai rehabilitasi dan proses yang dilalui dari penerimaan sampai kembali kepada keluarga, serta tempat-tempat layanan rehabilitasi yang dimiliki pemerintah dan swasta.

Selepas itu, pernyataannya seperti “setali tiga uang” dengan yang disampaikan Puji Sarwono, yaitu para peserta juga bisa menjadi agen perubahan untuk lingkungannya.

Sambungnya, seseorang dengan addiction problem adalah suatu masalah kesehatan. Lanjutnya, ini sebuah penyakit yang harus lekas ditangani. Maka, sebuah penyakit, masih kata dr. Amrita Devi, harus diobati.

“Apakah kita ingin melihat generasi hancur karena itu, atau kita akan melakukan suatu perubahan dengan membantu mendukung program rehabilitasi bagi orang-orang yang membutuhkan dan tidak ada indikasi sebagai pengedar ataupun yang terlibat dalam peredaran narkoba lainnya,” pungkasnya.

Melansir keterangan resminya, selain dr. Amrita Devi, acara ini turut menghadirkan narasumber lainnya, seperti Direktur Hukum BNN RI Susanto, SH., M.H.., dan Penyidik Utama mewakili Direktur Narkotika BNN RI Kombes Pol Guntur Aryo Tejo. (As)

× Hubungi kami