Sandiaga Uno Jaga Kesehatan Fisik dan Mental Dengan Hobi Berlari, Ehh Dapat Ide dari “Kota Seribu Sungai”

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif disingkat Menparekraf/Kabarekraf, Sandiaga Salahuddin Uno tengah melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Kalimantan Selatan (Sumber foto: Plt. Kepala Biro Komunikasi Kemenparekraf, Cecep Rukendi)

PariwisataIndonesia.ID – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif disingkat Menparekraf/Kabarekraf, Sandiaga Salahuddin Uno tengah melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), hari Kamis, 2 September 2021.

Redaksi mencatat, Menparekraf Sandiaga yang akrab disapa Sandi dikenal publik sebagai sosok yang hobi olahraga. Dia penggemar lari maraton dan renang. Hasratnya tak bisa tertahankan lagi saat menikmati kemolekan sungai yang berada di wilayah Kota Banjarmasin.

Menparekraf/Kabarekraf, Sandiaga Salahuddin Uno melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Kalimantan Selatan / Dok.Humas Kemenparekraf

Baca juga:  Cari Pariwisata Berbasis Budaya? Ini Janji Pak Sandi Diawal Masa Jabatannya

Suami Mpok Nur langsung “Gercep, Gaspol, dan Geber” untuk menyalurkan hobi larinya demi menjaga kesehatan fisik dan mental sembari menyempatkan diri bercengkrama dengan para pedagang di Pasar Terapung Konoko dan mengunjungi Pusat Riset Bekantan menggunakan perahu cepat.

Menparekraf Sandiaga menyadari, ia menjadi cerminan pelaku pariwisata di Indonesia. Alasannya, banyak pihak menaruh harapan besar kepadanya. Makanya, dia seperti tidak mau disebut “loyo” dan uncang-uncang kaki di ruang kerjanya di Gedung Sapta Pesona, Jl. Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

Dalam keterangan resminya, menyampaikan Sandi olahraga pagi di tepian Sungai Martapura di Kota Banjarmasin sambil memberikan buku favoritnya berjudul “Entrepreneur Virus” kepada seorang ibu muda bernama Najmi.

Cerita di balik buku virus ini tentang wanita yang kondisinya tengah hamil empat bulan dan rindunya “setengah mati” buat bertemu Sandiaga Uno. Tayangan video tersebut mengharukan dan diunggah Sandi di akun instagram sandiuno.

“Ibu Najmi yang sudah menunggu kedatangan saya sejak subuh. Katanya ngidam ingin bertemu 😁,” tulis Sandi.

Selanjutnya, orang nomor satu di lingkungan Kemenparekraf juga menilai, “Kota Seribu Sungai” memiliki potensi besar terkait wisata sungainya itu. Ide Sandi spontan, mengembangkannya menggunakan konsep waterfront, mirip di negara seperti Istanbul, Turki, Bangkok, dan Thailand.

“Banjarmasin ini adalah Kota Seribu Sungai. Jadi sungai ini harus kita gunakan sebagai beranda kita,” kata Menparekraf Sandiaga Uno dikutip dari keterangan tertulisnya, pada Kamis (2/9).

Menurutnya, program yang diinisiasi oleh Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalsel merupakan program revitalisasi. Dari pogram tersebut, selain bisa meningkatkan kualitas air sungai. Di sisi lain, untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2021.

Oleh karenanya, sambung dia, Kemenparekraf akan memberikan dukungan penuh terhadap program Martapura Bungas.

“Ini kita dukung,” sokong Sandi.

Lebih lanjut, politisi Partai Gerindra ini menegaskan, tidak terlalu banyak kota di Indonesia yang mempromosikan sungai sebagai daya tarik utamanya. Dia berharap, potensi wisata sungai ini patut diseriusi mengingat manfaatnya yang begitu besar, “kita kedepankan,” kata Sandi menambahkan.

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta sempat mengundurkan diri, hal tersebut dikarenakan Sandi maju untuk mencalonkan sebagai wakil presiden Republik Indonesia 2019-2024, saat kunjungannya kali ini, menyatakan, pasar tradisional yang terletak di Kota Banjarmasin akan menjadi konsep pariwisata sangat istimewa jika diduetkan keduanya.

Baca juga :  Sandiaga Uno Curhat Soal Rencana Pembukaan Pariwisata Bali, Ini Curhatannya

Pernyataan Sandi bak perihabahasa “sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui” senada dengan “sekali tepuk dua lalat” ketika menyaksikan potensi pasar tradisional sembari menikmati kemolekan sungai yang berada di wilayah Kota Banjarmasin.

Melansir dari laman resmi Pemerintah Kota Banjarmasin, menerangkan Pasar Terapung di Siring Sungai Martapura Jl. P. Tendean berbeda dengan Pasar Terapung Kuin.

Untuk Pasar Terapung yang lokasinya berada di tengah kota, tidak perlu naik perahu dalam bertransaksi. Mengingat, para pedagangnya yang merapat ke darat. Sang penjual menjemput bola untuk berinteraksi dengan pengunjung dan pembeli. Begitu pula soal waktunya, aktivitasnya hanya ada setiap Sabtu siang hingga Minggu siang.

Di lokasi ini, disediakan Dermaga Kelotok (Alat Transportasi Sungai) yang bisa digunakan untuk berwisata menyusuri sungai-sungai yang ada di Kota Banjarmasin.

Berbeda dengan Pasar Terapung Muara [sungai] Kuin, pasar yang ini baik pedagang dan pembeli sama-sama menggunakan jukung (sebutan perahu dalam bahasa Banjar).

Lalu, transaksi perdagangannya pun terbilang unik. Dilakukan di atas sungai. Untuk waktunya, dimulai setelah salat Subuh sampai selepas pukul tujuh pagi dan pasar ini menjalar sepanjang aliran sungai Barito dan anak-anak sungainya.

“Saya nanti mendorong travel pattern di Banjarmasin menggunakan perahu-perahu. Agar memberikan kenangan dan pengalaman yang membekas bagi wisatawan karena itulah pariwisata masa depan,” mimpinya Sandi.

Rangkain dalam agenda kunjungan kerjanya ini, Menparekraf Sandiaga didampingi oleh Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina; Wakil Wali Kota Banjarmasin, Ariffin Noor; Ketua DPRD Kalsel, Sufian HK.

Turut hadir di acara itu, antara lain Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalsel Syariffudin; serta Kepala Dinas Lingkungan Provinsi Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana.

Di akhir keterangannya, masyarakat Banjarmasin diingatkan untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dengan ketat dan disiplin serta melakukan vaksinasi di sentra-sentra vaksinasi yang sudah ada.

“Kebangkitan pariwisata dan ekonomi kreatif ini harus sejalan dengan pemulihan kesehatan karena yang utama adalah kita tekan penularan COVID-19 dan peningkatan vaksinasi,” imbau Menparekraf/Kabarekraf Sandiaga Uno. (Ayu/Nur)