Teuku Badruddin Syah Puji Kebijakan Presiden Jokowi dalam Makmurkan Rakyat Aceh

“Saya mengapresiasi Presiden Jokowi dan mengacungi jempol. Mendukung sepenuhnya bahkan menaruh hormat atas langkah yang diputuskan beliau terhadap infrastuktur pembangunan di Aceh. Sudah betul kebijakan untuk pembangunan infrastruktur Indonesia. Aceh terbukti memang terasa tertunda 20 tahun. Tidak ada presiden yang memperhatikan secara masif. Periode Jokowi pembangunan sangat digenjot. Sekarang, rakyat Aceh bisa menikmati pembangunan,” Teuku Badruddin Syah.
BERITA PARIWISATA INDONESIA,CEO PT KIMCO CITRA MANDIRI (KIMCO GROUP) TEUKU BADRUDDIN SYAH,FOUNDER DAN CEO PVK GRUP UMI KALSUM,INDONESIA MAJU,INDONESIA OFFICIAL TOURISM WEBSITE,INDONESIA'S OFFICIAL TOURISM WEBSITE,INDONESIAN TOURISM WEBSITE,IRMAWATI SUDRAJAT,KADIN-WAKIL KETUA BIDANG MIGAS PERIODE TAHUN 2020-2025,MEDIA ONLINE PARIWISATA INDONESIA TERFAVORIT 2020,MEDIA PVK GRUP,MEDIA RESMI PARIWISATA INDONESIA,PRESIDEN JOKO WIDODO,PRESIDENT DIRECTOR PT KORINA REFINERY ACEH TEUKU BADRUDDIN SYAH,PRESIDENT DIRECTOR PT WANGSA ENERGI PRAKARSA TEUKU BADRUDDIN SYAH,RAKYAT ACEH UCAPKAN TERIMA KASIH KEPADA PRESIDEN JOKOWI,SITUS PARIWISATA INDONESIA TERFAVORIT 2020,SITUS RESMI PARIWISATA INDONESIA,SURYA DHARMA PALOH ADALAH PENGUSAHA PERS DAN PIMPINAN MEDIA GROUP YANG MEMILIKI HARIAN MEDIA INDONESIA; LAMPUNG POST; DAN STASIUN TELEVISI METRO TV SEKALIGUS KETUA UMUM PARTAI NASIONAL DEMOKRAT,TEUKU BADRUDDIN SYAH INGIN MASUK SURGA DARI PINTU SEDEKAH,TEUKU BADRUDDIN SYAH PENDIRI LEMBAGA KELUARGA BESAR BANGSAWAN PASAI,TEUKU BADRUDDIN SYAH PENGUSAHA DI SEKTOR MINYAK DAN GAS BUMI,TEUKU BADRUDDIN SYAH TOKOH ACEH BERJUANG DI JALUR PENGUSAHA,TEUKU BADRUDDIN SYAH TOKOH ACEH DI JAKARTA YANG CINTA NKRI,TEUKU BADRUDDIN SYAH: BANGUN KILANG MINYAK DI TANAH RENCONG,WAKIL KETUA PENGURUS DAERAH HARLEY-DAVIDSON CLUB INDONESIA (HDCI) BOGOR,WEBSITE PARIWISATA INDONESIA TERFAVORIT 2020,WEBSITE RESMI PARIWISATA INDONESIA
Presiden Jokowi Meresmikan Sejumlah Proyek Strategis di Aceh (Dok.Humas Setneg)

PariwisataIndonesia.id – Redaksi Pariwisata Indonesia (PI) mewawancarai secara eksklusif Teuku Badruddin Syah selaku President Director PT Korina Refinery Aceh; CEO PT Kimco Citra Mandiri (KIMCO Group); Sekaligus President Director PT Wangsa Energi Prakarsa yang akrab dipanggil Abu Turki yang disambut hangat di ruang kerjanya, berlokasi di Mega Kuningan, Jakarta, Jumat (26/3) lalu.

BERITA PARIWISATA INDONESIA,CEO PT KIMCO CITRA MANDIRI (KIMCO GROUP) TEUKU BADRUDDIN SYAH,FOUNDER DAN CEO PVK GRUP UMI KALSUM,INDONESIA MAJU,INDONESIA OFFICIAL TOURISM WEBSITE,INDONESIA'S OFFICIAL TOURISM WEBSITE,INDONESIAN TOURISM WEBSITE,IRMAWATI SUDRAJAT,KADIN-WAKIL KETUA BIDANG MIGAS PERIODE TAHUN 2020-2025,MEDIA ONLINE PARIWISATA INDONESIA TERFAVORIT 2020,MEDIA PVK GRUP,MEDIA RESMI PARIWISATA INDONESIA,PRESIDEN JOKO WIDODO,PRESIDENT DIRECTOR PT KORINA REFINERY ACEH TEUKU BADRUDDIN SYAH,PRESIDENT DIRECTOR PT WANGSA ENERGI PRAKARSA TEUKU BADRUDDIN SYAH,RAKYAT ACEH UCAPKAN TERIMA KASIH KEPADA PRESIDEN JOKOWI,SITUS PARIWISATA INDONESIA TERFAVORIT 2020,SITUS RESMI PARIWISATA INDONESIA,SURYA DHARMA PALOH ADALAH PENGUSAHA PERS DAN PIMPINAN MEDIA GROUP YANG MEMILIKI HARIAN MEDIA INDONESIA; LAMPUNG POST; DAN STASIUN TELEVISI METRO TV SEKALIGUS KETUA UMUM PARTAI NASIONAL DEMOKRAT,TEUKU BADRUDDIN SYAH INGIN MASUK SURGA DARI PINTU SEDEKAH,TEUKU BADRUDDIN SYAH PENDIRI LEMBAGA KELUARGA BESAR BANGSAWAN PASAI,TEUKU BADRUDDIN SYAH PENGUSAHA DI SEKTOR MINYAK DAN GAS BUMI,TEUKU BADRUDDIN SYAH TOKOH ACEH BERJUANG DI JALUR PENGUSAHA,TEUKU BADRUDDIN SYAH TOKOH ACEH DI JAKARTA YANG CINTA NKRI,TEUKU BADRUDDIN SYAH: BANGUN KILANG MINYAK DI TANAH RENCONG,WAKIL KETUA PENGURUS DAERAH HARLEY-DAVIDSON CLUB INDONESIA (HDCI) BOGOR,WEBSITE PARIWISATA INDONESIA TERFAVORIT 2020,WEBSITE RESMI PARIWISATA INDONESIA
Teuku Badruddin Syah Puji Kebijakan Presiden Jokowi

Pengusaha pencinta motor besar yang aktif sebagai senior riders di komunitas Harley-Davidson Club Indonesia (HDCI) didapuk sebagai Wakil Ketua Pengurus Daerah HDCI Bogor dan juga aktif di KADIN – Kamar Dagang dan Industri Indonesia (INDONESIAN CHAMBER OF COMMERCE AND INDUSTRY) sebagai Wakil Ketua Bidang Migas periode tahun 2020-2025, mengungkapkan, “Kilang minyaknya ini, satu-satunya yang terbesar di Indonesia Barat,” tuturnya kepada Redaksi PI, Jumat (26/3) lalu, di Mega Kuningan, Jakarta.

Pada saat sekarang, pemenuhan pasokan BBM untuk mengcover keseluruhan wilayah Sumatera dipenuhi oleh perusahaan Pertamina yang berada di Plaju, Provinsi Sumatera Selatan. Berikutnya, ada dari Dumai, Riau. Kapasitasnya masih kecil-kecil.

Baca juga :  Teuku Badruddin Syah, Tokoh Aceh yang Cinta NKRI (Seri-1)

“Itu saja tidak tercukupi. Sumatera, kebutuhan BBM besar sekali,” jelasnya.

Menurutnya, sebagian minyak Indonesia dipasok dengan cara impor. Dia menduga, “sekali impor 80an juta barel. Tahun 2021 ini, impor BBM disebut-sebut melonjak,” ungkapnya.

Atas dasar itu, Presiden Jokowi marah-marah ke Pertamina. “Untuk kemarahan presiden, saya tidak mau berkomentar. Ada hal yang secara kebijakan harus dirubah agar itu tak perlu terjadi. Berbeda dengan di Aceh. Kita, menggunakan undang-undang sendiri. Kewenangan tersebut memangkas birokrasi dan mempermudah keputusan.”

Baca juga  :  Teuku Badruddin Syah Bertekad Makmurkan Rakyat Aceh dan Indonesia Truly Asia, Why Not? (Seri-3)

Disela-sela wawancara, masuklah sekretaris ke ruang kerja orang nomor satu di perusahaan PT Korina Refinery Aceh. Lalu, memberi call sign, “ada keperluan urgensi,” katanya.

Wawancara redaksi PI bersama salah satu Tokoh Aceh yang berbisnis di sektor migas, berwajah garang namun berhati emas kelahiran tanggal 16 April 1965, menjadi terhenti sejenak. Terjadi dialog antara Abu Turki dan sekretaris. Disebutkan kalau di ruang rapat sudah menunggu tamu lain.

Dengan sikapnya yang profesional, wanita berbusana muslimah berparas cantik terlihat bersiap menanti arahan dari Abu Turki. Keluwesan dan rasa percaya dirinya yang tinggi jelas menunjukkan kepribadian sekretaris tersebut sudah terbiasa menghadapi hal-hal seperti ini.

Umi Kalsum Founder PVK dan CEO Media PVK Grup,CEO PT KIMCO CITRA MANDIRI (KIMCO GROUP) TEUKU BADRUDDIN SYAH,INDONESIA CULTURE AND TOURISM,INDONESIA OFFICIAL TOURISM WEBSITE,INDONESIA TOURISM INVESTMENT,INDONESIA TRAVELLER,INDONESIA'S OFFICIAL TOURISM WEBSITE,INDONESIAN TOURISM WEBSITE,MEDIA ONLINE PARIWISATA INDONESIA TERFAVORIT 2020,MEDIA PVK GRUP,MEDIA RESMI PARIWISATA INDONESIA,PARIWISATA INDONESIA,PRESIDENT DIRECTOR PT KORINA REFINERY ACEH TEUKU BADRUDDIN SYAH,PRESIDENT DIRECTOR PT WANGSA ENERGI PRAKARSA TEUKU BADRUDDIN SYAH,PROFIL TEUKU BADRUDDIN SYAH, Eka L Prasetya, Zulkarmedi,SEKELUMIT SEJARAH KERAJAAN SAMUDERA PASAI,SITUS ONLINE PARIWISATA INDONESIA TERFAVORIT 2020,SITUS RESMI PARIWISATA INDONESIA,TEUKU BADRUDDIN SYAH,TEUKU BADRUDDIN SYAH PENDIRI LEMBAGA KELUARGA BESAR BANGSAWAN PASAI,TEUKU BADRUDDIN SYAH TOKOH ACEH DI JAKARTA YANG CINTA NKRI,WEBSITE RESMI PARIWISATA INDONESIA
Teuku Badruddin Syah (Dok.PI)

Selain itu, kehadirannya juga datang untuk memberikan kabar gembira kalau ada salah satu petinggi di negara ini menghubungi ponsel Abu Turki dan telp kantor. “Maaf, pak. Ibu Tania (nama samaran.red), menghubungi ponsel Bapak berkali-kali,” sela sekretaris Abu Turki sambil menunggu petunjuk.

Percakapan sayup-sayup terdengar, mereka seperti membicarakan pejabat tersebut dengan nama yang redaksi telah samarkan. Karena ponsel Abu Turki tidak diangkat, pejabat itu menghubungi kantor dan diterima oleh sekretaris Abu Turki.

Baca juga :  Perjuangan Rakyat Aceh untuk Indonesia, Teuku Badruddin Syah: Bangun Kilang Minyak di Tanah Rencong

“Ibu Tania mengkonfirmasi bersedia hadir di meeting besok,” kata sekretaris memberi isyarat.

“Bapak masih di wawancara untuk menyampaikan visi perusahaan dalam membangun rakyat Aceh. Nanti di telpon balik,” balas Abu Turki serius.

“Baik, Pak!,” jawabnya kepada President Director PT Korina Refinery Aceh sambil bergegas meninggalkan ruangan.

Wawancara diteruskan, “Perusahaan telah mengantongi izin lengkap,” lanjutnya.

Dia menambahkan, semua kontrak-kontrak termasuk izin-izin clear and clean. Untuk structured financing sudah selesai. Bahkan, semua urusan perbankan dengan Bank China, Bank Qatar dan Bank dari lokal di Indonesia juga sudah selesai. Termasuk: Strukturnya seperti apa; Pemegang saham siapa saja; Berapa lama untuk cicilan pembayaran.

“Prediksi debt di estimasi untuk berjangka 20 tahun; Berapa bunganya. Alhamdulillah, semua sudah selesai. Semua ini berkat kebaikan Emir Qatar melihat saya sebagai saudara dan mau menolong,” katanya menjelaskan.

Baca juga  :  Wakil Ketua HDCI Bogor: Indonesia Truly Asia

Terungkap dalam wawancara, “produksi kilang minyak saya untuk memasok kebutuhan Pertamina wilayah Sumatera Barat, Aceh, dan Sumatera Utara. Itu pun, kurang. Wajar saja, jika stok pemenuhan BBM terus impor dari Malaysia dan Singapura,” tuturnya.

Dia mengungkapkan, “tahun ini sudah diputuskan mulai kontruksi. Ditargetkan beroperasi di tahun 2024,” ucapnya optimis.

Menurut analisanya, ketika tol Trans Sumatera tersambung dari Lampung hingga Aceh diperkirakan kebutuhan pasokan BBM semakin melonjak (Menteri PUPR menargetkan selesai tahun 2024.red). “Saya meyakini, mana mungkin dijual ke Pulau Jawa untuk Sumatera saja kurang.”

Melihat peluang tersebut, Abu Turki memberanikan diri untuk mengikuti tender Blok Migas OffShore di Aceh dan berpatner bisnis dengan Conrad Petroleum Pte. Ltd.

Mimpinya, “ini masih sejalan dengan kilang minyak yang tengah dibangun di bekas lahan ExxonMobil Oil Indonesia, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe.”

Olah karena itu, untuk meningkatkan kapasitas produksi secara optimal, selain eksplorasi di darat juga berkeinginan untuk yang di lautnya. “Saya ikut tender guna mendapatkan tambahan hak pengelolaan Blok Migas Meulaboh dan Blok Migas Singkil,” mimpinya.

Berkat hubungan baik dan kedekatan dengan investor, perusahaan miliknya diberikan kuasa oleh Emir Qatar untuk membangun kilang minyaknya menerapkan teknologi sangat mutakhir dan modern.

“Saya perlu banyak melibatkan konsultan asing. Termasuk dari shell ikut dilibatkan dalam membuat processing unit.”

“Keluarga saya (Emir Qatar.red) paling mengerti bisnis ini, tentu ingin yang terbaik dan sekaligus menjadi partner usaha. Enaknya lagi, saya tahu beres.”

“Untuk sukses di bisnis ini, mereka paling paham. Saya diminta Emir untuk tenang-tenang saja. Alhamdulillah, berkah. Ini anugerah yang Allah berikan kepada saya sekeluarga,” jelasnya.

“Pendanaan keseluruhan sudah tuntas. Untuk dalam negeri sepenuhnya dari modal pribadi saya, itu juga semua dari Emir. Saya tidak ada pinjaman bank. Bawa uang sendiri, gabung dengan uang partner di China, Qatar dan negara-negara sahabat lainnya.”

Diungkapkannya, perusahaan tengah menyiapkan teknologi dari Jepang. Seusai kajian teknis rampung, berlanjut ke penerapan teknologi dari negeri matahari terbit.

“Untuk kajian teknis ini, semua ditangani oleh konsultan ahli yang berpengalaman. Saya juga mengajak teman-teman dari ITB.”

Tiga bulan ini, dari mana-mana berdatangan. Mereka siap menyertakan modal tapi minta diberi jatah minyak. “Soal pasar, saya bilang tidak pusing,” sebut Abu Turki.

Bahkan seminggu yang lalu, sudah banyak lagi yang merapat. “Siapa mereka itu? Pengusaha kakap dan populer di tanah air yang berbisnis pemasok BBM HSD. Tidak apa-apa, silakan saja.”

“Saya perlu menyampaikan secara baik-baik kepada pengusaha kakap yang core bisnisnya memang pemasok BBM HSD. Pasar dari kilang ini, sudah habis untuk konsumsi wilayah tadi itu.”

“Harus dijelaskan, untuk pemasaran harus dijual ke Pertamina selaku stake holder. Sebagian kecil lagi untuk pasar ekspor sebagai komitmen ke investor dalam cicilan pembayaran hutang selama 20 tahun.”

Dia mengapresiasi langkah pemerintah dalam memudahkan investasi yang masuk ke Indonesia. Diakuinya memperoleh banyak kemudahan dan fasilitas. Berbeda jauh dari presiden sebelumnya.

Dia pun memuji kepala BKPM, Bahlil Lahadalia. “Supportnya luar biasa. Bolak balik untuk terus menanyakan sudah sampai dimana progres yang dikerjakan. Salut saya kepada beliau,” pujinya dan berteman baik di HIPMI.

Begitu juga dengan Kementerian Perindustrian. “Kita terus melakukan koordinasi. Izin-izin pembangunan kilang ini selesai dengan cepat tanpa menemukan kesulitan. Semua beres dan lancar.”

Seandainya investor mendapati hambatan birokrasi, Presiden Joko Widodo (Jokowi), mengutus Kantor Staf Presiden untuk turun tangan. Abu Turki meyakinkan dan mengakui, “perizinan bagi para investor yang masuk ke Indonesia sudah berbeda jauh dari periode-periode sebelumnya,” terangnya.

Menurutnya, pemerintah pusat berkomitmen dalam mendorong semua ini. Abu Turki menambahkan, kalau di Aceh izin jelas tidak menemukan kesulitan. Karena undang-undangnya tidak bisa di intervensi. Kendalanya malah di birokrasi pusat bukan di daerah.

“Kesuksesan ini tidak bisa dilepaskan dari andil dan kebijakan Presiden Jokowi yang gencar menggaungkan investor sebanyak-banyaknya,” pujinya.

Dia memuji kebijakan Presiden Jokowi, “ada investor yang masuk jangan dihalangi. Saya perlu menyampaikan ini dan benar-benar dari hati nurani. Demi Allah, benar adanya dan membuktikan sendiri. Fine-fine saja, semua lancar. Perizinan sekarang, memudahkan untuk iklim investor masuk ke Indonesia. Gampang banget,” tuturnya.

Kini, mimpi besar pemilik dan President Director PT Korina Refinery Aceh Teuku Badruddin Syah untuk memakmurkan tanah leluhur mulai membuahkan hasil. Dorongan dari almarhum ayahnya terjawablah sudah. Rakyat Aceh boleh berbangga, kilang minyak terintegrasi di Serambi Mekkah akan segera terwujud.

Abu Turki mengungkapkan, adanya proyek raksasa seperti Arun dulu dapat mengembalikan harga diri dan marwah orang Aceh dalam panggung sejarah di masa lalu.

Rasa bangganya makin-makin, “Sejumlah mantan Direksi Pertamina yang merupakan senior tenaga ahli migas di Indonesia dan dikenal luas dikalangan perminyakan, Alhamdulillah ikut bergabung,” ungkapnya bahagia.

Dia menceritakan, “kemudahan yang saya peroleh, selain karena undang-undang Aceh juga koneksi dengan pihak luar negeri. Uangnya benar-benar riil bukan berbentuk saham. Uang yang saya bawa ke Indonesia sangat jelas. Fresh money. Sekaligus, asset dormant yang dulunya idle kita bisa sewa murah, dengan catatan layak pakai. Buat Pemerintah pusat pasti happy. Ketimbang jadi besi tua,” lontar sejumlah pejabat di perusahaan Abu Turki dan menyatakan salut.

Disebutkannya, berkat ketersediaan lahan KEK tidak usah repot-repot lagi. Lahannya sudah diperuntukkan untuk itu. Menurutnya lagi, dia merasakan manfaat secara langsung dari kebijakan Pak Jokowi. Iklim investasi memudahkan bagi investor.

“Saya merasakan sendiri dan pelaku langsung yang menikmati fasilitas ini,” katanya.

Terkait keinginan pemerintah pusat yang gencar menggenjot investasi, Abu Turki mengapresiasi dan mendukung kebijakan tersebut. Begitu juga soal perpajakan, dimudahkan; Pengusaha bahkan bisa memperoleh fasilitas tax holiday; Termasuk izin impor dan sebagainya yang rumit bikin malas melalui kawasan ini semua dipermudah.

Dia mengungkapkan rasa syukurnya berkat kemudahan lahan yang didapatkan, kilang minyak segera berdiri. Saat ini, sedang land clearing.

“Lahan milik PT Pupuk Iskandar Muda (Persero) disewa seluas 100 ha, nantinya saya pertimbangkan kembali untuk dikemudian hari diperluas sesuai kebutuhan.”

Adanya investasi ini, katanya, diharapkan bisa mempekerjakan karyawan 3000 orang di tiga tahun pertama, direct. Sudah pasti menimbulkan multiplier effect, industri akan berkembang disekelilingnya.

Prediksinya, restoran, warung kopi, penginapan, homestay, pelaku UMKM, jasa-jasa dan maintenance untuk supplier-supplier kecil akan tumbuh berkembang.

Kemudian, infrastruktur pasti berkembang lebih baik. “Katakanlah perbandingan 1 : 3 atau 1 : 4. Direct 3000 pekerja bisa diciptakan, indirect bisa 10-18ribu. Itu pasti.”

Dia mengumpamakan skemanya, membandingkan Aceh kelak dengan Cilacap terkini.

“Pergi ke Cilacap. Apa yang dijumpai, nelayan? Saya sering kesana terutama ke Pangandaran. Berteman baik dengan Ibu Susi Pudjiastuti, mengunjungi untuk beli udang dari beliau. Perhatikan Cilacap sekarang, pembangunannya luar biasa. Kemajuannya menimbulkan multiplier effect, indirect partnya berdiri sekolah-sekolah tingkat SMK bidang Migas.”

Permisalan tadi, terpikir olehnya dan menjadi mimpi besar Abur Turki.

“Saya akan kerja sama dengan Universitas Malikussaleh. Mereka sudah ada studi Migas, sudah ada D3 cuma mau kerjanya kemana? Itu bagian dari indirect part juga, bukan? Dalam sekian puluh tahun ke depan ratusan ribu lagi diharapkan memperoleh manfaat.”

Multiplier effect berikutnya, pendapatan masyarakat bertumbuh. Rencananya, “kita tidak cari yang jauh-jauh. SDM untuk tenaga supervisor dan operator di sini berlimpah. Training saja.”

“Di Indonesia mau kerja dimana?” Menurut Abu Turki, saat ini, ahli-ahli migas asal Aceh bekerja di Jawa tapi yang merantau ke Timur Tengah malah lebih banyak. “Adek saya sendiri, 10tahunan tinggal di Qatar.”

Dalam mimpinya itu, dia ingin memberi kesejahteraan yang layak buat rakyat Aceh dengan didorong untuk rekrut SDM lokal sebanyak-banyaknya. Pekerja lokal harus dioptimalkan. Abu Turki bertekad, perusahaan harus bisa membuat betah pekerja dengan jaminan kelangsungan hidup yang layak.

Direncanakan, pekerja akan memperoleh fasilitas insurance, kendaraan juga didukung tunjangan perumahan.

“Semua keluarga saya di luar negeri dipanggil pulang. Pulanglah, bangun kampung kamu. Daripada membangun negara orang. Tapi jangan minta gaji Timur Tengah. Sesuaikan dengan ketentuan perusahan migas di Indonesia (Daftar standar gaji sudah dijelaskan rinci oleh pemerintah Indonesia.red).”

“Kepada masyarakat Aceh yang tinggal di luar negeri terutama Putra kelahiran Aceh berusia 48 tahunan, pulanglah. Sudah cukup cari duit di negara orang. Saya tidak memaksakan, lebih ke imbauan semata. Kalau mau kerja di sini silakan, toh sama dengan yang dikerjakan juga di migas,” Imbau Abu Turki.

Dia menambahkan, usahanya mengajak pulang tersebut tak semudah membalikkan telapak tangan.

“Saya pergi ke Timur Tengah 6 bulan lalu, membujuk 500an orang Aceh disana. Tersebar mulai dari Abu Dhabi, Bahrain dan Qatar. Alasan mereka betah karena tidak perlu bayar pajak, bahkan anak-anaknya disekolahkan sampai sarjana oleh pemerintah disana.”

Redaksi menyela percakapan, bertanya penyebab keluarga Abu Turki banyak di luar negeri.

“Kejadiannya, ketika konflik Aceh tahun 1980an. Mana mungkin mendapatkan jabatan yang tinggi saat itu, sekaligus zaman tersebut dijuluki dengan DOM (Daerah Operasi Militer),” jawabnya.

Dikemukakan juga, warga Aceh pergi merantau karena serba sulit di zaman-zaman tersebut. Sekarang sudah aman. Tak ada alasan lagi, untuk masyarakat Aceh di luar negeri tidak pulang.

Imbauan Abu Turki untuk keluarga besar yang masih menetap di luar negeri, “ayo bangun kampung halaman.”

“Ini keponakan saya, Maulana. kalau tidak dipaksa pulang mana mau dia pulang. Maulana anak adek saya ini, disekolahkan sampai ke Prancis. Bagaimana Indonesia?,” seraya angkat keduatangan, mengedipkan mata dan geleng-geleng kepala.

Jika mereka berkeras pilih tinggal di luar negeri, dirinya tak bisa memaksakan. Sebagian besar dari perantauan tersebut masih keluarga besar Teuku Badruddin Syah.

“Hubungan keluarga masih terjalin silaturahminya, dan terus berkomunikasi sampai sekarang.”

Abu Turki terus memuji-muji Presiden Jokowi dengan menjelaskan, pembangunan infrastruktur jalan tol yang sekarang lagi dibangun, katanya, tol Trans Sumatera yang nantinya tersambung dari Lampung hingga Aceh diharapkan selesai tahun 2024.

“Saya mengapresiasi Presiden Jokowi dan mengacungi jempol. Mendukung sepenuhnya, bahkan menaruh hormat atas langkah yang diputuskan beliau terhadap infrastuktur pembangunan di Aceh.”

“Kepala Negara Republik Indonesia mengunjungi Aceh lebih dari 13 kali, kini warga Aceh bisa menikmati tol yang sudah dibangun. Rakyat Aceh menyambut hangat atas tol Trans-Sumatera (JTTS) Ruas Sigli-Banda Aceh Seksi 3 (Jantho-Indrapuri) yang secara resmi telah beroperasi sejak Sabtu (27/3) lalu,” ungkapnya spontan.

Dia menambahkan, “untuk kontruksi ruas tol Binjai-Langsa; ruas Binjai – Pangkalan Brandan yang dikerjakan sekarang, itu akan tersambung ke tol yang sudah jadi, yakni tol Banda Aceh-Sigli (sudah beroperasi sejak 25 Agustus 2020, diresmikan oleh Presiden Joko Widodo).”

Terungkap Abu Turki turut berperan dalam pembangunan infrastruktur tol di Aceh.

“Saya terlibat membantu PT Adhi Karya (Persero) Tbk dan PT Hutama Karya (Persero) untuk menyelesaikan semua persoalan di Aceh.”

Alhasil, katanya, tidak ada tentangan dari masyarakat. Sampai hari ini, 80 perusahaan menengah kecil di Aceh mendapatkan pekerjaan dari jalan tol itu.

“Kehadiran tol banyak memberikan manfaat. Meskipun, mungkin saja, saya memperkirakan secara ekonomis tidak ekonomis. Aceh itu lebih besar dari Jawa Barat tapi penduduknya diperkirakan 5 jutaan, tidak sebanyak penduduk Jawa Barat. Dari 5 juta orang, berapa yang punya mobil pribadi? Berapa juga yang punya armada truk?”

Menurutnya, pembangunan tol bisa dibilang memberikan manfaat untuk angkutan bahan baku, seperti: beras, sawit, kopi sebagai pelintasan Medan-Aceh-Jawa. Sudah barang tentu, ekonomi pasti berkembang.

“Logistik di Aceh itu, paling mahal. Dulu, waktu angkat kopi dari perkebunan saya di Takengon. Truk banyak terguling dan cukup kesulitan karena medan yang terjal bahkan curam. Belum ada tol.”

“Bahkan dulu itu, Saya sering bawa teman-teman HDCI touring melihat sudut-sudut keindahan di Aceh berangkat dari Medan. Betapa indahnya negeri ini, Jika saya dari Medan ke Takengon ampun-ampun sampai 8 jam, medannya berkelok-kelok tajam, mengerikan. Bokong tipis dibuatnya. Badan berasa remuk. Waduh itu lelah sekali.”

“Pernah juga dari Flores ke Labuan Bajo tapi tidak mau lagi lah, hangus badan saya. Tapi, itu keren banget. Pesona alam Indonesia ini sungguh indah sekali. Saya hobby naik motor besar, suka menikmati keindahan yang keren dan cantik. Semua rasa itu terbayarkan. Saya, benar-benar menikmati sekali. Tapi itu dulu.”

Dia menambahkan, dibukanya akses bandara di Takengon. Banyak turis yang berdatangan untuk wisata kopi sambil menikmati alam Aceh. Infrastruktur jalan saat ini, kalau Abu Turki touring bersama teman-teman komunitas HDCI dari Medan ke Aceh, tidak sampai 1 jam sudah sampai.

“Ini semua karena apa? Tentu, soal akselerasi infrastruktur dalam menjangkau destinasi pariwisata. Sekarang kita bisa merasakan perubahan. Infrastruktur memegang peran penting sebagai salah satu roda penggerak pertumbuhan ekonomi.”

Abu Turki memuji presiden, “sudah betul kebijakan untuk pembangunan infrastruktur Indonesia. Aceh terbukti memang terasa tertunda 20 tahun. Tidak ada presiden yang memperhatikan secara masif. Periode Jokowi pembangunan sangat digenjot. Sekarang, rakyat Aceh bisa menikmati pembangunan ini.”

Ekspresi wajahnya tampak bersemangat dan berseri-seri ketika menyampaikan perhatian Presiden Jokowi untuk Aceh.

Profil Teuku Badruddin Syah (Seri-2) <<< Sebelumnya

(Catatan: Artikel di awal bulan April 2021, menurunkan tulisan bernuansa nasionalis untuk mendorong sebanyak mungkin anak bangsa tampil menjadi agent of change guna menumbuhkan akselerator perubahan dan pemulihan ekonomi serta membawa perubahan besar pada kondisi masyarakat setempat. Redaksi PI berharap dapat memberikan pengaruh positif buat bangsa Indonesia. Sosoknya yang visioner dan berani tampil tidak populis, kepiawaiannya dalam memimpin perusahaan dan orang nomor satu di perusahaan PT Korina Refinery Aceh berhasil mendatangkan investasi senilai 6-Milyaran USD Dollar dengan bunga murah. Abu Turki, putra asal Aceh pemimpin visioner di dalam kancah global yang patut dicontoh dan sangat cinta NKRI).


Halaman

1).2).3).