The Three Musketeers! Kolaborasi Kembangkan Kawasan Kota Tua Jakarta, Kok Bisa?

Erick Thohir, Sandiaga Uno, dan Anies Baswedan adalah tiga tokoh Indonesia yang berpengaruh. Tiga sosok hebat di negeri ini, "The Three Musketeers" yang sudah melakukan kolaborasi. Acara Penandatangan Head Of Agreement (HOA) Pembentukan JV Kawasan Kota Tua menjadi momentum untuk memanjakan fasilitas pariwisata bagi turis lokal. Kota Tua tak lagi sekedar destinasi wisata semata tapi bisa menjadi ekosistem ekonomi yang dinamis dan menarik orang untuk berkarya. Kolaborasi ini sangat baik untuk masa depan Bangsa Indonesia. Mereka sepakat dan mengamini, berikut ulasannya.
GUBERNUR DKI JAKARTA ANIES BASWEDAN,INDONESIA OFFICIAL TOURISM WEBSITE,INDONESIA TOURISM INVESTMENT,MEDIA PVK GROUP DENGAN 10 SITUS PARIWISATA DAN E MAGAZINE,MEDIA PVK GRUP,MEDIA RESMI PARIWISATA INDONESIA,MENPAREKRAF SANDIAGA UNO,MENTERI BADAN USAHA MILIK NEGARA (BUMN) ERICK THOHIR,PARIWISATA INDONESIA,SITUS ONLINE PARIWISATA INDONESIA TERFAVORIT 2020, THETHREE MUSKETEERS KOLABORASI KEMBANGKAN KAWASAN KOTA TUA JAKARTA
Penandatangan Head Of Agreement (HOA) Pembentukan JV Kawasan Kota Tua - Sunda Kelapa (Foto: Istimewa)

PariwisataIndonesia.id – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir; Menparekraf Sandiaga Uno; dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendorong terciptanya penandatanganan perjanjian kerja sama (Had of Agreement.Red), antara Jakarta Experience Board/PT Jakarta Tourisindo (JXB) dengan PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau ITDC dan PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (MITJ).

Kolaborasi tiga entitas, ditandai dengan penandatanganan dokumen pembentukan perusahaan patungan antara BUMD milik Pemprov DKI Jakarta dengan BUMN. Hal itu, dilakukan di Halaman Museum Fatahillah, Taman Sari, Jakarta Barat, pada Rabu (28/4) kemarin.

Menteri BUMN mengungkapkan bersama Menparekraf dan Gubernur DKI Jakarta, akan memanjakan turis domestik dengan merevitalisasi kembali kawasan Kota Tua-Sunda Kelapa, Jakarta.

Erick Thohir mengatakan, “Sudah saatnya kita membangun apa yang disebut dengan turis lokal, kita tidak boleh hanya berfokus pada turis internasional,” kata Menteri BUMN dalam mengawali sambutan.

Erick menambahkan, kita perlu dobrakan dalam pembangunan yang terintegrasi. Menurutnya, saat ini, aset yang dimiliki negara terpisah-pisah dari tiap masing instansi.

Dia mencontohkan, seperti Pelabuhan Sunda Kelapa ini dimiliki oleh Pelindo. Oleh karenanya, Erick menargetkan semua harus disinergitaskan, termasuk soal pembiayaan.

Pemerintah akan dorong pembiayaannya berdasarkan business to business (B2B), katanya lagi, tidak memakan porsi banyak dari APBN dan APBD.

“Yang diutamakan adalah B2B bukan hanya APBN atau APBD, kalau nanti ada bantuan dari dana pemerintah sejatinya harus sesuai dengan strategi Pemprov dan Kemenparekraf. Kami di BUMN akan mendukung,” kata Erick.

Serupa dengan yang disebutkan Erick. Menparekraf berseloroh, “Kita ingin sama-sama 3G, yakni Gercep, Geber dan Gaspol. Karena kita melihat, pariwisata ini salah satu yang paling terdampak akibat pandemi Covid-19,” kata Sandiaga Uno dalam sambutan.

Menteri Sandiaga juga mengingatkan, potensi sektor pariwisata terhadap PDB dari turis lokal masih lebih besar dibanding turis internasional.

Ungkap Menparekraf Sandiaga berdasarkan data yang ia miliki, ditargetkan di 5- 10 tahun ke depan, diprediksi kontribusi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif terhadap PDB bisa tembus 10-12%. Namun, katanya, saat ini masih di kisaran 4,3%.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta lebih semangat lagi dan ikut menimpali, “Yang kita lakukan ini bukanlah hal baru karena sejak bang Ali Sadikin, upaya mentransform Kota Tua sudah dilakukan. Bedanya, kali ini dengan cara-cara baru, sehingga kita lebih optimis meraih sukses,” ucap Anies dalam sambutan.

Anies menilai, pondasi tata ruang kawasan dan seluruh kegiatan memang perlu kolaborasi. Untuk itu, Pemprov DKI Jakarta sangat mengharapkan peran serta dari Kementrian BUMN dapat aktif dalam berbagai bentuk.

Termasuk mendorong revitalisasi asetnya; mendorong akses pendanaan baik government maupun non government; serta mengoptimalkan peran ITDC dalam pengembangan kawasan Kota Tua dan Sunda Kelapa.

Tak cuma itu, Anies juga mengajak Kemenparekraf untuk mempromosikan Kota Tua, dan destinasi wisata ini seyogyanya bisa dihadirkan dalam kalender event nasional maupun dunia.

Erick Thohir, Sandiaga Uno, dan Anies Baswedan adalah tiga tokoh Indonesia yang berpengaruh.

Penilaian berdasarkan hasil dari salah satu survey terkemuka yang nama perusahaan tersebut sudah tak asing di telinga kita.

Tiga sosok hebat di negeri ini, “The Three Musketeers” yang sudah kolaborasi.

Dalam kolaborasinya, sepakat dan mengamini, usaha patungan tersebut akan menjadi momentum untuk memanjakan fasilitas pariwisata bagi turis lokal.

Kolaborasi ini sangat baik untuk masa depan Bangsa Indonesia.

Kota Tua tak lagi sekedar destinasi wisata semata tapi bisa menjadi ekosistem ekonomi yang dinamis dan menarik orang untuk berkarya.