Wawancara Eksklusif dengan Inisiator dan Ketua Panita PVK Award 2020, Tren Wisata Melepas “NyutNyut”

"Apakah kebijakan pemerintah pusat dan daerah serius dalam mendorong percepatan pemulihan pariwisata di Indonesia?" Temukan jawaban cerdasnya lewat wawancara berikut ini.
Aku bangga Anak Indonesia, Aku Cinta Indonesia, Berita Indonesia, Berita Kemenparekraf, kemenparekraf, Berita Pariwisata, Berita Pariwisata Indonesia, Indonesia Tourism, Indonesia Tourism Investment, Media PVK Group, Pariwisata, PT Prima Visi Kreasindo, PT Prima Visi Kreasindo Mempersembahkan PVK Award 2020, PVK Award 2020, Situs Pariwisata Indonesia, Warta Wisata, Website Pariwisata, Website Pariwisata Indonesia, wisata, media jalan jalan

Tulisan ini telah tayang di E-magzine Pariwisata Indonesia dalam edisi bulan November 2020, redaksi PariwisataIndonesia.id juga mewawancarai inisiator sekaligus Ketua Panitia Pelaksana dari PVK AWARD 2020, Soni JK. Kegiatan ini akan mencapai puncaknya di bulan Desember 2020. Berikut wawancaranya.

Apa tujuan pelaksanaan PVK AWARD 2020?

Even PVK AWARD 2020 bertujuan untuk memberi dukungan berupa penghargaan setinggi-tingginya kepada pelaku industri pariwisata di Indonesia termasuk pemerintah dan dunia pariwisata secara global.

Selain itu, kegiatan ini memberi dukungan moril. PVK Group menyemangati insan pariwisata di tanah air, pandemi bukan halangan untuk tetap semangat dalam bekerja dan berusaha.

Pemberian penghargaan PVK Award 2020 ajang promosi, dan menjadi tolak ukur prestasi kerja bisa bertahan selama setahun di masa pandemi. PVK Group memberikan dukungan promosi kepada para nominasi PVK AWARD 2020 dan tentunya akan meningkatkan brand awareness bagi penerima PVK AWARD 2020, sesuai kategori yang dilombakan.

Bagaimana kondisi dunia Pariwisata Nasional saat ini, pandemi ini apakah memberi dampak yang signifikan?

Jelas terpukul. Semua terkena dampak. Ini menjadi pemikiran tersendiri lewat riset yang kita lakukan. PVK Group tengah menggodok untuk memberikan usulan berupa rekomendasi kepada pemerintah dalam 3(tiga) hal; Bagaimana situasi pariwisata mulai dari masa pandemi hingga hari ini, Pariwisata di hari ini hingga melewati 2020, Pariwisata mulai hari ini hingga pandemi berlalu.

Hemat saya, mengharapkan kedatangan turis mancanegara dalam rombongan yang cukup besar, seperti biasanya lewat promosi agen travel dunia, tak mungkin lagi diharapkan hingga akhir tahun ini.

Catatan untuk turis-turis ini, mereka berlibur tak bisa dadakan. Jika pun ada, sudah jauh hari mereka menetapkan “holiday” di Indonesia. Prediksi destinasi yang sudah dipilih turis mancanegara seperti ke Labuan Bajo, Raja Ampat, Borobudur dan pulau-pulau pribadi di Indonesia yang dikelola oleh swasta (negara lain), dan pulau Bali prioritas destinasi tujuan mereka.

Saat masa pandemi ini, perputaran uang akan melambat. Kerja pemerintah yang terus melakukan percepatan realisasi belanja negara di masa pandemi sangat mendukung pemulihan ekonomi di tanah air.

Melalui Kemenparekraf, ditunjuk untuk menyalurkan dana hibah Rp 3,3 triliun yang dibagikan kepada sektor pariwisata khususnya membantu pemerintah daerah bangkit, langkah mulia dari pemerintah tepat sekali.

Begitu juga dengan kehadiran PVK AWARD 2020, setidaknya menjadi lilin kecil. Semoga sedikit menerangi juga menginspirasi.

Apakah kebijakan pemerintah pusat dan daerah serius dalam mendorong percepatan pemulihan pariwisata di Indonesia?

Pertanyaan ini bobotnya berat, begini jawabnya. Kebijakan pemerintah pusat seperti memberi pesan untuk masa depan. Kepala Negara kita, semangatnya tinggi membangun negeri ini. Pemikiran beliau “Out of the box”, negeri ini tak punya uang banyak. Pandemi pun tak menjadikan halangan agar pembangunan yang sudah dicanangkan terus berjalan. Presiden Indonesia ketujuh berani “pasang badan” dalam program pembangunan nasional.

Infrastruktur yang dibangun mempermudah wisatawan lokal dan turis mancanegara hadir hingga ke pelosok. Dermaga, bandara sudah bagus-bagus. Jalan pun begitu, termasuk juga pembangunan kawasan yang dibangun untuk mendukung geliat pariwisata di kawasan itu.

Pelaksanaan pesta Asian Games dan mendorong lebih banyak lagi even bersekala internasional di Indonesia. Semua dipersembahkan kepada persada ibu pertiwi agar Indonesia mendunia dan disegani.

Lebih jauh lagi, sosoknya sederhana dan selalu mengedepankan kebhinnekaan dalam perspektif budaya. Beliau tunjukkan melalui baju adat nusantara yang selalu ia kenakan dalam berbagai acara kenegaraan.

“Bagaimana kebijakan daerah?” Diharapkan bisa selaras. Sebagian daerah memang terkendala banyak faktor, itu tak bisa ditepis. Alasan lain, mendorong percepatan pemulihan pariwisata di daerah juga tergantung keberanian pemimpin di sana.

Jika peraturan yang ada dirasa belum cukup, harus berkonsultasi ke pusat. Cari titik equilibrium, jangan pasif. Perlu terobosan. Hemat saya, ingin di zona aman. Namun tidak semua kepala daerahnya begitu.

Bangsa ini harus yakin dan percaya diri, penuh optimis. Disarankan kepada kepala daerah maupun pusat, tak usah yang turun Kepala Negara. Kewenangan selesai cukup di pembantu presiden. Menterinya harus getol dan menjemput bola harus cepat merespon kebutuhan dan permasalahan di daerah.

Pro aktif agar saling bergandengan tangan. Menterinya melapor kepada Presiden. Pandemi peristiwa luar biasa penanganannya juga harus super luar biasa, masyarakat harus tahu itu. Indonesia pasti bisa dan mampu melewati krisis ini. Kita semua termasuk masyarakat hendaknya mendukung kebijakan pemerintah.

Jangan lelah berbuat baik untuk negeri ini, walau cuma satu lilin di tangan. Kita ini cuma bisa mengusulkan dan mendorong saja. Mereka yang lebih punya kewenangan.

Untuk memulihkan dan membangkitkan kembali Pariwisata Nasional saat pandemi, apa yang sudah dilakukan Media PVK Group?

Kehadiran Media PVK Group adalah salah satu bentuk keterpanggilan dan rasa kecintaan pada negeri ini. PT Prima Visi Kreasindo (PVK) Group hadir, sebagai wujud rasa nasionalisme dan cinta tanah air lewat salah satu bidang usahanya, yang bergerak di media pariwisata.

Media PVK Group telah menyuguhkan 10 situs pariwisata Indonesia ditambah e-Magazine. Kami juga menghadirkan apresiasi sebagai ajang penghargaan tertinggi, “PVK AWARD 2020”. Perwujudan ini dalam satu kesatuan dan sinergitas dengan yang dicanangkan Kepala Negara.

PVK Group mendorong pariwisata agar menjadi tuan di negeri sendiri. Ini adalah derap langkah bersama dalam percepatan pemulihan pariwisata di Indonesia!

Semoga media PVK Group turut mewarnai perjalanan sejarah pariwisata di tanah air. Upaya kita terus berkomitmen. Pandemi tak menjadi alasan, kita harus tetap semangat dalam berkarya memajukan bangsa lewat pariwisata.

Media kita ini memberi wadah dan turut mempromosikan destinasi di Indonesia, berusaha memberikan yang terbaik meskipun serba dalam keterbatasan. Kami, anak-anak negeri yang mencintai Indonesia.

Segmentasi pembaca menyasar pembaca yang beragam, dan fokus utama kita untuk mempromosikan pariwisata Indonesia memadukan “Travelling Tourism and Culture”, dan di salah satu situs kita turut memberitakan kebijakan pemerintah terkait percepatan pemulihan ekonomi.

Mengapa ada berita ini, jawabnya 11:12. Ekonomi dan pariwsata satu keping yang tak bisa terpisah. Ekonomi bangsa ini fokus dan terus bertumbuh positif, pariwisata akan tumbuh subur dengan sendirinya. Jika buat makan susah, untuk beli susu dan pampers anak-anak “megap-megap.” Mana mungkin terpikir menghibur diri. Anak pasti nomor satu.

“Pasti ada bantuan dari Kemenparekraf, dong?” Belum, tapi mungkin akan ada.

Kemenparekraf lembaga resmi negara tentu lebih poweristik. Untuk mengenalkan situs pariwisatanya yang beragam itu, didukung banyak pihak, sempurna sekali. Kontennya digarap serius, tentu dikerjakan oleh pekerja kreatif yang profesional.

Bagus, bagus, bagus. Patut diancungi jempol. Kita sangat mendukung langkah dari teman-teman Kemenparekraf dalam semangatnya memulihkan pariwisata. Semoga hubungan kemitraan yang selama ini terjalin baik bisa terus ditingkatkan.

Penanganan “Pariwisata Indonesia” tidak hanya tugas pemerintah, semua pihak harus turut serta. Media PVK Group terus membuka diri untuk kerjasama dengan semua pihak, apalagi Kemenparekraf. Diharapkan terjalin hubungan komunikasi dan koordinasi yang lebih baik lagi.

Wisatawan mulai membanjiri berbagai tujuan destinasi wisata, pesan yang ingin disampaikan kepada masyarakat Indonesia terkait Pandemi COVID-19? 

Pesan saya adalah untuk tetap hidup sehat. Jangan lupa selalu disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan dengan 3M (menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan).

Semoga wabah ini lekas berlalu dan sektor pariwisata bisa kembali pulih. Jika masyarakatnya saja diminta disiplin, apalagi para stakeholder terkait pariwisata di Indonesia, harusnya dapat lebih mengutamakan protokol kesehatan dan penyediaan prasarana guna memastikan tempat wisata itu terbebas dari virus COVID-19.

Sebaiknya dibuat aturan jelas agar pengunjung di lokasi wisata itu dapat lebih disiplin dalam menjalani 3M. Jangan semua hanya bisa menyerahkan dan menuntut terus ke pemerintah. Kita patuhi saja yang dianjurkan oleh pemerintah.

Negeri ini butuh contoh dari orang baik, mari menjadi pribadi yang menginspirasi, untuk berbuat baik pada sesama. Mulai dari keluarga terkecil kita di rumah, lingkungan tinggal dan seterusnya.

Upaya PVK Group dalam kerja-kerja hari ini, adalah bagian dari salah satu cara untuk saling menyemangati. Kita semua sama, kami juga terdampak akibat pandemi ini.

Begitu juga dengan ajang apresiasi PVK AWARD 2020, kegiatan ini bentuk promosi dan mengimbau orang agar tidak takut lagi melakukan aktivitas luar ruang, tetapi tetap disiplin dalam menerapkan protokol COVID-19. Semoga lilin ini bisa menerangi.

Apakah PVK Award ini, diadakan tiap tahun? Akhir tahun, prediksi Pariwisata di Indonesia seperti apa?

Saya berharap ajang ini, dapat rutin diadakan. Tujuan kegiatan ini bagus, akan banyak pihak yang terbantu. Pandemi ini mengajarkan banyak hal pada kita semua. Bangsa ini, sejak dulu sudah teruji ketangguhannya.

Pemerintah setidaknya akan juga ikut diringankan dan terbantu. Saya yakin Pariwisata Indonesia akan pulih. Semua pihak mari bergotong royong. Pandemi tak menjadikan halangan untuk kita tetap semangat dalam berusaha dan bekerja.

Tahun depan, saya prediksi ajang ini akan menjadi lebih besar. Momentumnya akan pas sekali. Di tahun depan, pariwisata akan di titik puncak. Bisa juga disebut liburan balas dendam.

Tren liburan hingga akhir tahun, saya bisa bilang masih sekedar melepas “NyutNyut” karena penat dan butuh refreshing, setiap hari di rumah terus. Sekedar ingin mendapatkan suasana baru, jalan-jalan cari pemandangan indah nan sejuk di puncak, dan rindu suasana pantai atau berolahraga. Perayaan Natal dan akhir tahun dengan kondisi prihatin ditengah pemulihan pariwisata.

Pariwisata di Indonesia harus menyasar orang-orang kaya, turis kaya, wisata yang mewah. Destinasi yang ditawarkan super premium. Pangsa ini masih terbuka, dan Indonesia memiliki itu. Kemenparekraf pasti sudah memiliki datanya.

Tetapi titik puncak belum bisa diprediksi hingga akhir tahun untuk level marginal. Selama urusan perut dan kebutuhan dasar belum stabil, tren wisata masih sekedar melepas “NyutNyut.”