Pariwisata Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno
Menteri Sandiaga Salahuddin Uno dengan senyuman khasnya tengah berpose di ruang kerjanya yang mengenakan batik khas Baduy. (Foto: Media PI/Dok. Instagram @sandiuno)

Editorial PariwisataIndonesia.ID: Salip Dato Tahir Sang Pemilik Mayapada Group, Kekayaan Sandi Meroket di 2021

PariwisataIndonesia.ID – Sandiaga Salahuddin Uno yang dikenal sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tengah menjadi perbincangan, tapi bukan karena slogan Gercep, Geber, Gaspol, atau salah satu program andalannya, yaitu Anugerah Desa Wisata Indonesia.

Namun, karena kekayaannya yang kian bertambah menyaingi konglomerat Ang Tjoen Ming alias Dato Sri Tahir, tak ayal nama Sandi menjadi semakin marak diberitakan oleh media-media di Indonesia menggelinding bak bola salju.

Seiring dengan hal tersebut, dan terkait menjelaskan hitam-putihnya, PariwisataIndonesia.id menurunkan tulisan tentang itu sebagai editorial pagi ini.

Pasalnya, harta suami Mpok Nur dari gurita bisnisnya melonjak tajam. Tanpa tedeng aling-aling, meroket hingga Rp 10,6 triliun.

Pundi-pundi kekayaan Sandi terus bertambah seiring dengan meningkatnya harga saham di PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (disingkat SRTG), sampai-sampai bisa meraup keuntungan hingga Rp 2 triliun hanya dalam sepekan.

Pantauan PariwisataIndonesia.ID, Sandi memiliki 21,5 persen saham di SRTG, dan pada periode 6 hingga 13 Desember 2021, harga saham SRTG, naik hingga 32 persen. Kenaikan saham SRTG, turut mengerek kenaikan Net Asset Value (NAV).

Sejumlah perusahaan SRTG itu, di antaranya PT Merdeka Copper Gold Tbk, PT Adaro Energy Tbk, PT Tower Bersama Infrastruktur Tbk, PT Mitra Pinastika Multika Tbk dan PT Providen Agro Tbk, adalah deretan nama perusahaan yang saham-sahamnya terus mengalami kenaikan.

Berikut rinciannya, harga saham di PT Providen Agro Tbk naik hingga 50 persen, saham PT Mitra Pinastika Multika Tbk naik hingga 1 persen dan PT Tower Bersama Infrastruktur Tbk meningkat hingga 5 persen sedangkan yang lain hanya bertengger pada 1 hingga 2 persen.

Dalam laporan Sandi sebelumnya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi, mencatatkan, kekayaannya senilai Rp. 3.996.825.925.104,-

Kemudian, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta, juga memiliki sejumlah aset lainnya seperti mobil minibus Nissan Grand Livina 2013 dengan nilai Rp 95 juta dan Nissan Xtrail seharga Rp 200 juta.

Sandi turut melaporkan pula, ia memiliki surat-surat berharga senilai Rp 3.111.823.057.480, dan harta bergerak lainnya hingga Rp 3,2 Miliar dan harta setara kas senilai Rp 43.597.159,-

Sementara, mengutip Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara Komisi Pemberantasan Korupsi (LHKPN KPK) 2021 pada Selasa (19/3/2022), jumlah harta kekayaan Sandi terbarunya, per 2021 pada 8 Maret 2022 lalu, merinci antara lain 17 bidang tanah dan bangunan di Jakarta hingga Amerika Serikat (AS), dengan total kekayaan Rp 253.467.826.444 (Rp 253 miliar).

Laporan terbarunya, aset tetap lainnya berbentuk alat transportasi senilai Rp 775 Juta. Kemudian, harta bergerak senilai Rp 3,2 Miliar, dan surat-surat berharga senilai Rp 9.775.137.398.758 (Rp 9,7 triliun), begitu pula dengan harta lain-lain yang ditaksir sebesar Rp 85.901.849.559 (Rp 85 miliar).

Alhasil, kekayaan Sandi membumbung menjadi Rp10,6 triliun, ketimbang kekayaannya saat tahun 2020 yakni Rp 3,8 Triliun.

Secara terpisah, Pemilik Mayapada Group tahun lalu didapuk oleh media ekonomi dan finansial terkemuka asal AS, Forbes pada bulan April memiliki total kekayaan sebesar 3,3 miliar dolar AS atau setara dengan Rp46,86 triliun. Dasar itulah, konglomerat ini dinobatkan sebagai orang paling kaya keenam di Indonesia dengan kenaikan harta Dato Tahir berada di angka Rp 9,2 triliun di tahun 2021. (eh)