Pemerintah Kota Magelang terus berupaya mengembangkan potensi pariwisata, ekonomi kreatif, florikultura dan seni budaya. Salah satunya melalui kegiatan Magelang Flower Festival (MFF) 2026. Event yang diharapkan juga dapat memperkuat daya tarik Kota Magelang sebagai destinasi wisata yang kreatif, inklusif dan berdaya saing ini, diadakkan tanggal 25 Oktober 2026 hingga 1 November 2026 ini.
Semarak Magelang Flower Festival 2026 dilatarbelakangi pemandangan pegunungan Jawa Tengah nan cantik ini, akan dibuat tahunan. MFF hadir sebagai perayaan utama yang memadukan hortikultura, seni, dan komunitas. Ini merupakan ajang pameran paling ambisius yang pernah diselenggarakan, dengan mempertemukan para petani lokal, ahli botani internasional, serta para pencinta alam.

Mengusung tema The Royal Garden of Java, festival ini menghadirkan berbagai aktivitas yang melibatkan komunitas, pelaku UMKM, petani bunga, seniman, sekolah, hingga wisatawan dari seluruh Indonesia.
MFF 2026 menyulap Alun-Alun Kota Magelang dengan menghadirkan perpaduan menarik antara parade bunga, atraksi budaya, dan pameran flora nusantara yang siap memikat warga maupun wisatawan. Dimeriahkan sekitar 43 stan yang terdiri stan tanaman flora dan fauna, tidak saja hanya dari Kota Magelang, namun juga ada dari Solo, Karanganyar, Malang, Jakarta, Jogja dan lainnya.
Festival ini menjadi salah satu agenda spesial yang menampilkan keindahan ragam bunga dan kekayaan flora dari berbagai daerah di Indonesia. Selain parade yang penuh warna, pengunjung juga dapat menikmati pertunjukan budaya yang memperkaya suasana acara serta pameran flora yang edukatif dan inspiratif.

Magelang Flower Festival 2026 menonjolkan kekayaan keanekaragaman hayati di wilayah Magelang ini, sekaligus mempromosikan praktik pertanian berkelanjutan dan ekowisata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat setempat.
Magelang Flower Festival Tahun 2026 merupakan salah satu upaya Pemerintah Kota Magelang untuk mengembangkan potensi pariwisata, ekonomi kreatif, florikultura dan seni budaya sekaligus memperkuat daya tarik Kota Magelang sebagai destinasi wisata yang kreatif, inklusif dan berdaya saing.
“Dalam penyelenggaraannya, Magelang Flower Festival 2026 menghadirkan berbagai kegiatan yang saling melengkapi selama 8 hari yang meliputi, pertama pameran dan kegiatan florikultura. Kegiatan ini mencakup pameran bunga dan tanaman hias, kontes anggrek, kontes burung, lomba merangkai bunga, serta berbagai kegiatan edukasi dan apresiasi terhadap potensi florikultura,” ungkap Pj Sekda Kota Magelang, Indah Dwiantari, saat peresmian MFF 2026 dibuka.
Lebih lanjut, Indah berharap penyelenggaraan festival ini dapat memberikan manfaat yang nyata, memperluas wawasan masyarakat sekaligus membuka peluang pengembangan usaha di bidang tanaman hias dan ekonomi berbasis kreativitas.
Kehadiran MFF 2026 langsung dapat dirasakan oleh Kebun Anggrek Zilquin Pesona Bunga – Tawangmangu, salah satu peserta pameran MFF 2026 yang membawa tanaman jenis Anggrek Bulan dan Anggrek Dendrobium. Sebanyak 500 tanaman jenis anggrek dipamerkan dan siap dibeli.

“Baru tiga hari berlangsung, antusias pengunjung sangat ramai. Transaksi pun banyak dan berjalan lancar,” ungkap Sabani, salah satu karyawan yang menjaga stan.
Magelang Flower Festival 2026 bukan sekadar perayaan keindahan bunga. Kegiatan ini menjadi ruang untuk merayakan kreativitas, budaya, sekaligus mengusung potensi pariwisata daerah. Melalui perpaduan warna, seni, dan semangat masyarakat, festival ini diharapkan mampu menghadirkan pengalaman berkesan bagi setiap pengunjung sekaligus memperkuat citra Magelang sebagai destinasi wisata yang kaya akan pesona dan daya tarik.
Setiap rangkaian bunga yang ditampilkan membawa pesan tentang keindahan, kebersamaan, dan kepedulian terhadap lingkungan. Magelang Flower Festival 2026 menjadi momentum untuk terus menumbuhkan kecintaan terhadap alam, menggerakkan ekonomi kreatif, serta memperkenalkan pesona Magelang kepada masyarakat luas.
Sebuah perayaan yang tidak hanya memanjakan mata, perayaan yang tidak hanya memamerkan kreativitas dalam dunia flora dan fauna, tetapi juga meninggalkan kesan dan inspirasi bagi siapa saja yang menyaksikannya. Siap menyongsong Magelang sebagai ibu kota bunga yang tak tertandingi di Asia Tenggara pada tahun 2030 mendatang. (*)


































