Di tengah hiruk pikuk kota, Alun-Alun Sidoarjo selalu menjanjikan keseruan, ruang untuk menikmati waktu, hanyut dalam suasana malamnya yang menakjubkan serta tempat yang pas untuk melepas penat.
Alun-Alun Sidoarjao merupakan ruang terbuka publik, pusat aktifitas masyarakat di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Kawasan ini berada di area pusat pemerintahan setempat dengan sederet fungsi yang dapat dinikmati masyarakat sekitar dan pendatang. Mulai dari tempat rekreasi, tempat berkumpul, aktifitas olah raga, bahkan seringkali dijadikan tempat penyelenggaraan berbagai kegiatan sosial, budaya dan acara resmi pemerintah.

Penampilan Alun-Alun Sidoarjo sangat cantik. Hadir dengan desain lebih modern, nyaman serta ramah untuk berbagai kalangan. Keindahan tempat ini semakin menyegarkan dengan hadirnya area hijau yang sangat luas yang dilengkapi dengan tempat bermain anak-anak, jalur pejalan kaki, menyebarkan tempat duduk serta beragam fasilitas menarik lainnya.
Di kawasan ini terdapat sebuah monument yaitu Monumen Jayandaru yang berbentuk udang dan bandeng, yang melambangkan khasnya Kabupaten Sidoarjo. Monumen setinggi sekitar 23 meter ini diresmikan pada 29 Mei 2015, bersamaan dengan penataan ulang kawasan alun-alun untuk menjadi lebih menarik sebagai ruang publik.
Indahnya taman hijau dengan pepohonan besar yang meneduhkan, menjadi salah satu daya tarik Alun-Alun Sidoarjo. Fasilitas lainnya yang juga mengesankan adalah adanya jalur pedestrian yang dilengkapi paving block, sehingga memudahkan pengunjung berjalan kaki atau sekadar duduk santai menikmati suasana. Taman ini juga menjadi habitat bagi beberapa jenis burung kecil yang menambah nuansa alami. Tersedia bangku taman yang nyaman untuk bersantai sambil menikmati udara segar kota.

Juga terdapat playground dengan berbagai wahana bermain seperti perosotan, ayunan, jungkat-jungkit, dan banyak lagi. Area ini didesain aman dan ramah anak, karena seluruh alat bermain terbuat dari bahan berkualitas dan aman. Juga selalu diperiksa rutin. Area ini juga dikelilingi pagar pembatas sehingga anak-anak tetap berada dalam area yang aman. Tak heran jika kawasan ini menjadi begitu favorit bagi keluarga.
Selain itu, disekitar Alun-Alun Sidoarjo, juga terdapat Masjid Agung Sidoarjo, Pendopo Delta Wibawa serta deretan jajanan kuliner yang menggugah selera.
Inilah Alun-Alun Sidorajo, yang terangkai dalam suasana yang asri, fasilitas umum yang lengkap dan lokasinya yang sangat strategis menjadikan kawasan ini symbol identitas daerah dan wadah interaksi masyarakat Sidoarjo dan sekitarnya.

Alun-Alun Sidoarjo terletak di Jalan Sultan Agung, Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Lokasi yang sangat strategis ini berdekatan dengan pusat pemerintahan dan pusat bisnis. Sangat mudah dijangkau baik dengan menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum.
Revitalisasi Alun-Alun Sidoarjo
Sebagai ikon di pusat kota, Alun-Alun Sidoarjo telah mengalami beberapa kali perubahan penataan. Revitalisasi pertama pada tahun 2015 dan mendirikan Monumen Jayandaru di pusat area. Monumen ini menjadi simbol daerah sekaligus merefleksikan karakter Sidoarjo sebagai Kota Delta.
Awalnya, monumen ini memiliki banyak patung yang menggambarkan aktivitas yang kerap dilakukan penduduk Sidoarjo, seperti petani, petambak, nelayan dan sebagainya. Namun, keberadaan patung-patung tersebut oleh banyak pihak dianggap seperti berhala sehingga dapat menimbulkan syirik.

Akhirnya sebanyak 9 patung diturunkan dan diganti dengan konsep baru, yaitu membangun Monumen Jayandaru berbentuk udang dan bandeng. Udang dan bandeng merupakan simbol identitas Sidoarjo sebagai Kota Delta.
Revitalisasi berikutnya dikerjakan pada tahun 2023 yang difokuskan untuk menata sisi timur Alun-Alun Sidoarjo, tepatnya yang berada di sepanjang Jalan A Yani, dari utara hingga selatan Monumen Jayandaru.
Menghabiskan anggaran lebih dari 6 milyar rupiah, proyek ini berhasil mempercantik ruang terbuka hijau (RTH). Taman bunga nya yang semakin tertata apik, sajian air mancur sampai area bermain anak juga tersedia. Pada fase ini, selain penataan RTH, juga penataan utilitas, termasuk pengalihan kabel udara di sekitar alun-alun sehingga area ini terlihat tertib dan rapi.

Pada tahun 2025 terjadi revitalisasi besar-besaran. Dengan memakan anggaran sebesar Rp 24,6 miliar., seluruh ruang public di jantung kota di tata maksimal. Mulai dari pembangunan taman bermain anak, keberadaan taman lansia, adanya ruang komunitas, paseban, area pertunjukan terbuka dan lainnya.
Hingga akhir Januari 2026, revitalisasi wajah baru Alun-Alun Sidoarjo sudah dapat dinikmati secara utuh. Dan secara resmi dibuka tepat pada perayaan Hari jadi Kabupaten Sidoarjo yang ke-167.
Beberapa fase revitalisasi yang dilakukan tidak hanya mengubah wajah visual Alun-alun Sidoarjo, namun justru makin memperkuat fungsinya sebagai ruang publik yang lebih representatif, inklusif, dan fungsional bagi seluruh lapisan masyarakat, pusat aktivitas warga.(*)


































