Magelang menjadi salah satu tujuan wisata yang cocok bagi wisatawan yang ingin menikmati liburan bersama keluarga, teman, maupun pasangan. Selain menawarkan pemandangan alam yang indah, Magelang juga memiliki bangunan bersejarah dan tempat rekreasi yang memberikan pengalaman berkesan seperti dalam cerita dongeng.
Berikut ini 5 destinasi wisata di Magelang yang asyik untuk di eksplore keseruannya.
Candi Borobudur – Ecotourism Indonesia
Pesona Candi Borobudur memikat banyak orang. Salah satu situs warisan dunia UNESCO yang paling terkenal di dunia ini terletak di Kedu Valley, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Candi Buddha terbesar di dunia dan menjadi salah satu tujuan wisata paling populer di Asia Tenggara ini, merupakan peninggalan Dinasti Sailendra myang dibangun antara 780-840 Masehi. Peninggalan ini dibangun sebagai tempat pemujaan Budha dan tempat ziarah.

Candi Borobudur merupakan contoh luar biasa dari struktur arsitektur yang melambangkan perjalanan spiritual menuju pencerahan. Bangunan candi ini terdiri dari teras-teras yang diukir dengan relief naratif dan lebih dari 500 patung Buddha yang menggambarkan berbagai tahapan kehidupan Buddha.
Kemegahan bangunan Candi Borobudur selalu menebarkan pesona luar biasa, hadir di tengah lanskap alam nan cantik yang mengelilinginya, candi ini pun terus berkembang sebagai destinasi wisata yang mengedepankan prinsip ecotourism Indonesia.

Sehingga, destinasi wisata Candi Borobudur tidak semata menyajikan sebagai peninggalan masa lalu yang menyimpan kisah peradaban dan spiritualitas saja, kawasan ini juga terus melangkah menuju bentuk pariwisata yang lebih selaras dengan lingkungan. Menciptakan lingkungan wisata yang tidak hanya nyaman bagi pengunjung, tetapi juga tetap memperhatikan keberlanjutan kawasan. Seperti adanya Kampung Seni Borobudur, penggunaan kendaraan listrik, hingga pemanfaatan kembali material yang dapat didaur ulang.
Inilah yang disebut harmoni antara warisan budaya, alam, dan kehidupan masyarakat yang tumbuh di sekitarnya.
Nepal Van Java – Panorama Eksotis
Nepal Van Java merupakan sebutan dari sebuah desa wisata yang berada di lereng Gunung Sumbing, yang memiliki barisan/deretan rumah-rumah penduduknya terlihat bertumpuk atau berundak-undak di lereng bukit curam, dengan beragam warna, menciptakan panorama visual bertingkat yang menyerupai permukiman di Pegunungan Himalaya, Nepal.

Terletak di Dusun Butuh, Desa Temanggung, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, kawasan ini merupakan dusun tertinggi di Kabupaten Magelang, dengan ketinggian 1.600 mdpl. Tak heran jika udara di daerah ini sangat bersih, sejuk, dan asri. Apalagi ketika pagi hari, kabut tipis serta lautan awan berarak yang perlahan menyelimuti atap-atap rumah warga, menjadi pemandangan menakjubkan yang sangat mengagumkan.
Panorama rumah-rumah bertumbuk yang dilatarbelakangi megahnya Gunung Sumbing ini sangat eksotis, dikelilingi oleh lanskap terasering pertanian hortikultura produktif milik warga lokal. Cantiknya hamparan ladang daun bawang, wortel, kentang, kubis, dan sayuran lainnya membentang hijau mengitari perkampungan, berpadu langsung dengan dinding tebing batu kawah Gunung Sumbing yang menjulang megah setinggi 3.371 mdpl tepat di sisi utara dusun.

Nepal Van Java, bukan sekedar destinasi wisata biasa namun sangat tepat menjadi pelarian sempurna dari hiruk-pikuk kehidupan kota, menyatu dengan alam, menikmati hijaunya ladang sayur berundak serta udara pegunungan yang bersih dan dingin, dan menemukan kedamaian sejatidengan kehangatan senyuman ramah penduduk lokal.
Punthuk Setumbu – Menikmati Sunrise
Punthuk Setumbu merupakan bukit yang berada pada ketinggian sekitar 400 mdpl dan terletak di gugusan Bukit Menoreh, yang memiliki spot terbaik untuk melihat matahari terbit dengan latar belakang Candi Borobudur dan Gunung Merapi.

Banyak wisatawan datang beramai-ramai untuk menikmati keindahan sunrise dari tempat ini. Berbalut udara yang segar khas perbukitan ditambah dengan pemandangan yang memukau, membuat siapapun yang datang akan menjadi betah untuk berada di kawasan ini.
Awalnya Punthuk Setumbu hanyalah sebuah ladang biasa. Namun, bagaikan sim salabim, semua berubah ketika seorang fotografer datang ke tempat ini dan mengabadikan pemandangan indah dari tempat ini, foto keindahan matahari terbit dengan latar belakang Candi Borobudur. Foto tersebut langsung viral dan tersebar di berbagai media sosial, yang berujung akhirnya tempat ini tidak pernah sepi akan pengunjung.
Untuk mencapai bukit ini, pengunjung harus melakukan trekking terlebih dahulu selama kurang lebih 15 menit. Tidak perlu khawatir, karena jalur yang akan dilewati selama trekking tidak terlalu sulit. Disarankan untuk datang sebelum pukul 5 pagi, karena menjelang matahari terbit, kawasan ini selalu dipadati pengunjung. Jika datang lebih awal, pengunjung dapat memilih spot yang asyik untuk menikmati cantiknya sang surya menyapa bumi.

Punthuk Setumbu berada di Jalan Borobudur Ngadiharjo KM 4 km, Kurahan, Karangrejo, Kecamatan Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.
Negeri Kahyangan – Menikmati Negeri Dongeng
Bagaikan negeri dongeng, destinasi wisata Negeri Kahyangan Magelang sangat memukau. Terletak di lereng Gunung Merbabu, tempat wisata ini menawarkan pemandangan pegunungan, magisnya kabut tipis yang kerap hadir di pagi hari, dan beberapa spot estetis yang sangat menarik seperti gerbang bergaya kastil, patung kuda putih lengkap kereta kencana, hingga area berfoto yang sangat Instagram-friendly.
Kawasan ini benar-benar menghipnotis pengunjung untuk merasakan ketenangan pegunungan sambil menikmati lanskap alam Jawa Tengah yang memesona. Meskipun berada di lereng Merbabu, Negeri Kahyangan juga tidak jauh dari jalur pandang ke Merapi. Tempat ini juga menawarkan panorama pegunungan yang luas. Saat cuaca cerah, pengunjung dapat melihat garis-garis punggungan bukit, lereng yang hijau, serta siluet gunung yang berdiri kokoh di kejauhan. Perpaduan langit biru, awan, dan hijau pepohonan menciptakan suasana yang menenangkan.

Spot – spot bagaikan negeri dongeng menjadi ciri khas dari kawasan wisata ini. Kehadiran elemen-elemen visual bergaya fantasi ini, kerap menjadi inceran para pengunjung. Mulai dari memasuki area utama, berdirinya bangunan yang dirancang menyerupai kastil, ada gerbang besar, menara serta dinding yang dibentuk mirip tembok benteng. Bagaikan kastil Eropa yang memberi nuansa ‘kerajaan’ alias negeri dongeng.
Ikon Negeri Kahyangan adalah patung kuda putih dengan kereta kencana. Spot ini menghasilkan foto cantik meski diambil dari berbagai sudut. Selain itu, pengunjung juga dimanjakan dengan area spot foto lainnya, ada balkon, tangga, atau sudut kecil yang dirancang sebagai spot foto. Ada yang menonjolkan latar pemandangan gunung, ada yang memanfaatkan bentuk bangunan dengan permainan garis dan sudut, dan ada pula yang memaksimalkan cahaya malam ketika lampu-lampu kastil dinyalakan. Pada umumnya, pengelola memberi kebebasan bagi pengunjung untuk berfoto, asalkan tidak merusak fasilitas dan tetap menjaga sopan santun.

Negeri Kahyangan berada di Dusun Surodadi, Desa Wonolelo, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Terletak di lereng Gunung Merbabu dengan ketinggian sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut, kawasan ini selalu diselimuti udara dingin dan sejuk.
Alun-Alun Magelang – Ikon yang Ikonik
Tempat ini merupakan salah satu tempat favorit wisata karena berada di pusat Kota Magelang. Kawasan yang menjadi pusat aktivitas masyarakat setempat juga menyajikan sejumlah jajanan kuliner khas Kota Magelang.
Alun-Alun Magelang adalah salah satu ikon kota Magelang, Jawa Tengah, dikelilingi oleh berbagai bangunan penting dengan gaya arsitektur yang mencerminkan perpaduan antara tradisi Jawa dan pengaruh kolonial Belanda, seperti Masjid Agung Magelang, Kantor Walikota, serta beberapa toko dan restoran. Masjid Agung Magelang memiliki arsitektur khas Jawa dengan atap tumpang yang merupakan ciri khas masjid tradisional di Jawa.

Terletak di pusat kota, tempat ini mudah diakses dari berbagai arah. Lokasinya yang strategis sehingga membuatnya menjadi tempat berkumpul warga dan wisatawan yang datang ke Alun-Alun, tempat ideal untuk menikmati suasana kota yang tenang dan bersantai sambil menikmati pemandangan sekitar.
Alun-Alun Magelang selain menjadi ruang fisik, tetapi juga ruang simbolis yang merepresentasikan identitas kota dan masyarakatnya. Kombinasi sejarah panjang dan arsitektur yang khas menjadikan Alun-Alun Magelang sebagai salah satu tempat yang penting untuk memahami sejarah dan budaya kota Magelang.
Beberapa fasilitas Alun-Alun yang selalu diminati pengunjung: area bermain anak, lapangan terbuka, jalur pejalan kaki, tempat duduk dan gazebo, penerangan malam hari, aksesibilitas yang mudah diakses oleh semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas.

Selain itu, Alun-Alun Magelang juga menjadi banyak kegiatan, seperti olahraga dan rekreasi yang diadakan setiap pagi dan sore, pasar malam dan kuliner, acara seni dan budaya, acara keagamaan dan lainnya.
Inilah Kota Magelang, salah satu destinasi wisata di Jawa Tengah yang memiliki daya tarik tersendiri. Beragamnya keindahan alam yang menakjubkan menjadikan kota ini layak untuk dikunjungi. Melalui perjalanan wisata ke Magelang, pengunjung tidak hanya mendapatkan hiburan dan pengalaman baru, tetapi juga dapat mengenal lebih dekat kekayaan alam Indonesia yang begitu beragam.(*)


































