Goa Agung Garunggang merupakan salah satu tujuan trekking favorit yang terletak di Kawasan Sentul Bogor, tepatnya di Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Sensasi keseruan goa yang kerap juga disebut Goa Garunggang ini sudah bisa dinikmati sejak awal perjalanan. Banyak titik kumpul untuk menuju Goa Garunggang. Salah satunya adalah di Kopi Tepian dengan panorama alamnya yang sangat cantik. Wisatawan yang membawa kendaraan dapat menitipkan kendaraannya di area parkit Kopi Tepian yang terletak di pinggir sungai.
Jalur trekking yang ditempuh menuju Goa Garunggang dari titik ini berjarak sekitar 6 kilometer, dengan waktu tempuh normal kurang lebih 2 jam sampai di Goa Garunggang.

Sepanjang perjalanan, wisatawan akan dimanjakan dengan keindahan alam yang begitu cantik. Melewati sungai-sungai kecil dengan sensasi suara gemericik air, area persawahan, jembatan bambu serta hutan pinus dan bebukitan yang sangat menakjubkan. Jalurnya agak panjang dan sedikit menanjak, namun banyak sudut-sudut keindahan yang sulit ditampik untuk tidak diabadikan. Tak jarang, banyaknya panorama indah yang harus diabadikan ini, membuat waktu tempuh perjalanan semakin panjang.
Ketika sampai di kawasan hutan pinus, jangan lupa abadikan suasana sakral nan penuh magis disana. Pepohonan yang menjulang tinggi akan tampak eksotis namun penuh mistis. Udara yang menyejukkan, membuat siapapun yang datang kesana betah untuk menikmatinya. Hati-hati kalau musim hujan, jalanan akan menjadi becek dan licin. Untuk itu, gunakan alas kaki seperti sepatu trekking.

Sebaiknya, trekking ke Goa Garunggang menggunakan jasa guide lokal Sentul. Selain para guide mengetahui dengan detail peta perjalanan yang ditempuh, mereka juga mahir dalam memotret dan mengambil angle yang keren untuk diabadikan.
Sesampai di kawasan goa, pandangan mata pun langsung terkesima. Bak kembali ke zaman ‘megalitikum’ dengan banyaknya susunan bebatuan yang tertata apik. Sungguh, panorama alam sekitar goa sangat menakjubkan. Dikelilingi oleh tebing-tebing tinggi besar laksana tumpukan candi-candi yang tumbuh secara natural. Gambaran ini merupakan formasi batu purba dan labirin batu yang menantang dan tertata begitu apik.

Pada bagian sudut tertentu, terdapat sangat jelas garis guratan pada bagian dinding batu. Hal ini menunjukkan bahwa bebatuan tersebut terkikis akibat air. Sementara pada sudut lainnya yang tak kalah menarik dan menjadi sumber inspirasi untuk diabadikan yaitu area bebatuan yang terikat oleh akar-akar tanaman.
Banyak wisatawan yang datang ke Goa Garunggang hanya sampai pada bagian luarnya saja, menikmati dan mengabadikan momen keindahan alam ‘megalitikum’, yang penuh dengan beragam bebatuan alam nan cantik ini, dan tidak masuk ke dalam goa.
Goa Garunggang terbilang goa yang cukup unik. Lantaran letaknya yang berada di bawah tanah, bukan diatas tanah, beda dari goa kebanyakan. Untuk itu, wisatawan pun harus menuruni tangga terlebih dahulu, agar dapat melihat jelas keindahan dalam Goa Garunggang, yang dihiasi dengan formasi batu-batu besar di dalam goa.
Dengan panjang sekitar 1 kilometer serta lebar kurang lebih 50 meter, dinding-dinding goa memiliki ketinggian sekitar 100 meter dan berhiaskan tebing-tebing yang menjulang tinggi. Terdapat garis-garis berlekuk laksana gambaran terasering.

Proses terbentuknya Goa Garunggang akibat erosi air hujan yang berlangsung selama ribuan tahun. Air hujan yang mengalir di permukaan tanah membawa material-material yang mengikis permukaan tanah, sehingga lambat laun terbentuklah bentuk-bentuk unik seperti tebing-tebing dan garis-garis berlekuk di dalam goa.
Wisatawan yang memasuki Goa Garuggang disarankan membawa senter sendiri, meskipun guide yang mendampingi telah membawa senter, karena dalam goa sangatlah gelap. Juga dianjurkan untuk memakai alas kaki seperti sandal atau sepatu gunung.

Sejarah Goa Garunggang
Goa Garunggang terletak pada ketinggian di titik 350 mdpl dari wisata Hutan Hujan Sentul. Goa ini ditemukan secara tidak sengaja. Diawali dengan sejumlah warga yang tengah mengejar landak hingga pengejaran mereka tersebut sampai pada satu tempat, dimana Goa Garunggang ini berada. Mereka tidak menyangka, ternyata di sekitar Sentul berdiri sebuah goa.
Pada tahun 2016, para warga setempat mulai serius untuk menjadikan Situs Goa Garunggang sebagai salah satu objek wisata baru di kawasan Sentul. Mereka membersihkan dan merawat kawasan tersebut secara swadaya.
Sayang, upaya mereka tidak berjalan mulus. Jumlah wisatawan yang berkunjung ke Goa Garunggang saat itu masih sangat sedikit. Keadaan ini terus berlanjut hingga tahun 2018. Mereka pun kembali berbenah dengan membuka akses perjalanan yang lebih mudah, sehingga menarik pengunjung untuk datang.

Saat ini, animo masyarakat untuk mengunjung Goa Garunggang pun semakin banyak. Jam trekking pun mulai diatur, guna memastikan kenyamanan bagi para pengunjung, yaitu dimulai pada pukul 08.00 hingga pukul 16.30. Golden moment yaitu pada pagi hari, dimana cuaca disana masih sangat sejuk dan menyegarkan.
Goa Garunggang bukan hanya memamerkan keindahan alamnya yang memikat, sensasi jiwa petualangannya pun sangat mengasyikkan.(*)




































