Pariwisata Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno. (Foto: Ist)

Selama Libur Lebaran 1443 H, Menteri Sandiaga Uno: Diduga, sebanyak 59 Juta Pemudik Bakal Kunjungi Tempat Wisata di Daerah

PariwisataIndonesia.ID – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno memprediksi, 60 hingga 70 persen pemudik akan berkunjung ke tempat-tempat wisata di daerah saat Lebaran 1443 Hijriah.

Menurut hasil survei Balitbang Kementerian Perhubungan, total pemudik pada 2022 diperkirakan mencapai 85 juta orang.

“Kami memprediksikan 51-59,5 juta orang akan mengunjungi tempat wisata di daerah. Sebagian besar para pemudik tahun ini penyebarannya masih terkonsentrasi pada enam wilayah di Jawa, yakni Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, dan Yogyakarta,” ujar Sandiaga Umo dalam keterangan tertulis, Selasa (19/4/2022).

Sandi juga berharap, perjalanan para wisatawan menyebar secara merata, khususnya di desa-desa wisata.

Untuk itu, ia mengimbau masyarakat tak menumpuk di satu titik pelancongan tertentu. Sebab, katanya, hal tersebut dapat menyebabkan keramaian di satu lokasi.

Adapun persebaran wisatawan diharapkan terjadi seiring pelonggaran syarat perjalanan. Saat ini, pemerintah membebaskan masyarakat yang telah menerima vaksin booster atau vaksin dosis ketiga melakukan perjalanan jarak jauh tanpa menunjukkan hasil tes Antigen atau RT-PCR.

“Selain itu, persebaran akan terjadi karena keberadaan tol memudahkan wisatawan dari Jawa berkunjung ke destinasi wisata di Sumatera maupun Bali dan NTB,” terangnya.

Tak hanya itu, Menteri Sandi juga mengimbau kepada para pemudik untuk sejatinya membelanjakan uangnya untuk produk dan jasa di daerah yang tersedia di daerah selama periode mudik dan libur Lebaran.

Dengan demikian, perputaran uang selama Lebaran mampu berkontribusi positif dalam pemulihan perekonomian di kabupaten atau kota.

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta, juga menilai, perputaran uang di sektor pariwisata selama mudik Lebaran 2022 akan mencapai Rp 72 triliun.

Diungkapkannya, angka itu dihitung dari potensi 48 juta pemudik yang bergerak ke seluruh wilayah baik di Pulau Jawa maupun luar Jawa sesuai data Statistik Wisatawan Nusantara 2020.

Lebih lanjut, katanya, berdasarkan perhitungan statistik tersebut, rata-rata pengeluaran wisatawan Nusantara di Indonesia mencapai Rp 1,5 juta.

Sedangkan, wisatawan yang berasal dari Pulau Jawa dan berkunjung ke destinasi di Pulau Jawa rata-rata pengeluarannya mulai Rp 900 ribu sampai Rp 1,5 juta.

Di akhir keterangannya, turut memprediksi, bidang usaha yang diibaratkan bak kejatuhan duren runtuh, yaitu pengusaha yang bergerak di sektor penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum (kuliner).

Sambungnya, pertumbuhan dua bidang usaha tersebut akan mendorong kebangkit subsektor pariwisata lainnya, seperti kerajinan dan kriya atau penjualan cenderamata. (Bagus)

Editor :   I Gusti Bagus WS