Merdeka! Merdeka! Merdeka!
Masih dalam rangka untuk menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia, kali ini gue mau ngajak lo berkunjung ke Pulau Borneo, tepatnya di Banjarmasin.
Sebagai kota yang terkenal dengan julukan Kota Seribu Sungai, Banjarmasin punya tradisi unik dalam memeriahkan HUT Kemerdekaan Indonesia, namanya lomba dayung jukung, Gaes!
Sebelumnya, gue mau ngajak lo kenalan dulu sama jukung. Jukung adalah perahu tradisional buatan Suku Banjar dari Kalimantan Selatan.
Konon, jukung sudah dikenal sejak 2000 SM, loh!
Dengan kondisi geografis yang dikelilingi banyak sungai, jukung emang jadi moda transportasi utama bagi masyarakat di masa itu.
Pembuatan jukung sendiri juga terbilang unik, Gaes!
Awalnya, bagian dalam kayu akan dikerok dengan alat pahat hingga membentuk rongga cekungan.
Selanjutnya, bagian bawah kayu dipanaskan dengan api. Eits! Jangan takut kayunya kebakar!
Cara yang dilakukan oleh pengrajin tersebut, selain bertujuan agar kadar air pada kayu itu berkurang. Di sisi lain, tekstur kayu usai dipanaskan semakin melunak, sehingga mudah untuk dibentuk.

Di masa lalu, jukung digerakkan dengan tenaga dayung. Tapi sekarang, ada juga jukung yang dibekali dengan mesin motor.
Balik lagi ke lomba jukung, lomba ini sebenarnya sudah ada sejak tahun 1924.
Dalam perkembangannya, lomba dayung jukung diadakan untuk memeriahkan Hari Jadi Kota Banjarmasin dan Hari Kemerdekaan Indonesia.
Upaya tersebut dilakukan agar jukung sebagai warisan budaya nenek moyang, tidak hilang tergerus zaman.
Mencermati jumlah orang yang mengikuti lomba jukung di setiap perahunya ini, umumnya dinaiki sebanyak 6 orang. Mereka dituntut untuk dapat bekerja sama mendayung jukung sampai menyentuh garis finish.
Menariknya lagi, nih, juara dalam lomba jukung, tak sekedar mendapat hadiah, para pemenang dalam olahraga tradisional khas suku Banjar di Kalimantan Selatan juga berpotensi direkrut menjadi atlet dayung, loh! Keren enggak, tuh?
For your information, lomba jukung emang banyak peminatnya. Oleh karena itu, para pesertanya tidak hanya berasal dari wilayah Banjarmasin, tapi juga dari luar daerah bahkan luar negeri. Gokil, enggak tuh?
Menarik minat wisatawan, menggerakkan ekonomi, mencari bibit-bibit atlet, hingga melestarikan budaya. Lantaran hal tersebut, sangat wajar bila lomba dayung jukung ini harus terus kita dukung dan lestarikan.
Yuk, sempatkan diri untuk mampir dengan nonton jukung saat lomba ini berlangsung! (Anita)
Pewarta: Anita Basudewi Simamora
COPYRIGHT © PI 2022





































Leave a Reply