Pariwisata Indonesia, Tradisi Barikan
Tradisi Barikan Menjadi Ritual Warga Blitar untuk Peringati Bulan Suro /Sumber Foto: Dok. Pribadi

Tradisi ‘Meet Up’ Barikan, Witing Tresno Jalaran Soko Kulino

PariwisataIndonesia.id – Artikel kali ini, dalam rangka terus menggemakan semangat Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia, yang diperingati setiap tanggal 17 Agustus, ya Gaes!

Kemerdekaan yang diraih bangsa Indonesia emang merupakan anugerah besar yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa. Hal itu, tak cuma diakui oleh para pejuang di Tanah Air, bahkan termaktub pula dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.

Nah, sebagai bentuk kesyukuran atas kemerdekaan yang sudah dianugerahkan Tuhan YME kepada negeri kita tercinta ini, masyarakat di daerah Jawa, punya tradisi tersendiri, loh!

Khususnya, dalam memeriahkan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia, mereka mengadakan acara yang bernama Barikan.

Barikan berasal dari Bahasa Arab yaitu barokah yang berarti berkah. Tradisi ini berupa meet up dan makan-makan bareng di tempat terbuka, seperti lapangan, gang, atau jalanan kompleks. Seperti kalo lo lagi ngumpul bareng teman-teman se-geng.

Awalnya, barikan diadakan sebagai bentuk syukur atas hasil alam yang melimpah. Makanya, masing-masing peserta barikan akan membawa hasil panen masing-masing untuk dimakan bersama-sama.

Dalam perkembangannya, barikan juga dilangsungkan untuk memperingati tahun baru Hijriah. Selain itu, ada juga beberapa daerah yang menggelar barikan di malam 17 Agustus sebagai bentuk syukur atas anugerah kemerdekaan yang diberikan oleh Tuhan.

Dalam acara barikan 17-an, akan ada pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an dan doa bersama sebagai bentuk kesyukuran terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu, ada juga ceramah untuk mengenang jasa para pahlawan dan semangat untuk mengisi kemerdekaan.

Seperti acara barikan yang lain, kalo mau datang ke barikan 17-an, lo harus bawa makanan dari rumah, ya. Makanan ini nantinya akan dikumpulkan di tengah lalu dimakan bareng-bareng. Ada juga, sih, barikan yang makanannya pesan langsung ke catering biar lebih praktis.

Datang ke barikan bisa bikin lo bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Bukan cuma teman-teman dari dunia maya. Selain untuk mensyukuri kemerdekaan, ngumpul bareng sambil makan-makan dengan warga yang berbeda suku, agama, dan ras di acara barikan, juga bisa mempererat rasa kasih sayang dan persatuan.

Seperti istilah dari bahasa Jawa yang populer satu ini, “Witing Tresno Jalaran Soko Kulino”, di mana ‘Witing’ artinya awalnya atau permulaan, ‘Tresno’ artinya sayang atau cinta, ‘Jalaran’ artinya karena atau sebab, ‘Soko’ artinya dari atau sejak, dan ‘Kulino’ artinya kebiasaan atau sering, atau “cinta dapat hadir karena sering makan-makan (bersama)”.

So, kalo di lingkungan lo ada acara sejenis barikan, jangan lupa gabung, ya Gaes! (Anita)

Pewarta: Anita Basudewi Simamora
COPYRIGHT © PI 2022