Halo, Gaes!
Meski merupakan serangga kecil, ternyata kupu-kupu punya banyak penggemar, loh. Daur hidup yang enggak simple, cara terbang yang anggun, hingga warna-warni sayap yang cantik, emang bikin spesies satu ini semakin unik. Nah! Kalo termasuk salah satu penggemar kupu-kupu, destinasi Pariwisata Indonesia yang satu ini bakalan cocok banget buat lo. Namanya, Taman Nasional Bantimurung.
Taman Nasional Bantimurung terletak di Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan. Taman nasional yang memiliki luas 43.750 hektar ini berada di perbatasan tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Maros, Pangkep, dan Bone.
Untuk menuju ke taman nasional ini, lo hanya membutuhkan waktu sekitar satu jam perjalanan dari Kota Makassar. Enggak punya kendaraan pribadi? Enggak perlu khawatir. Destinasi Pariwisata Indonesia yang satu ini bisa dijangkau dengan Ada alat transportasi umum, loh.
Taman Nasional Bantimurung memang terkenal dengan pegunungan karstnya yang terbesar dan terindah kedua di dunia, setelah Cina. So, enggak heran kalo banyak wisatawan lokal maupun mancanegara yang datang berkunjung ke sini.
Jejeran batuan karst dengan berbagai ukuran pun seakan-akan membawa lo kembali ke zaman prasejarah. Bukan itu saja. Di Taman Nasional Bantimurung juga terdapat ratusan goa, dimana 30 di antaranya merupakan goa prasejarah. Ssst! Di goa-goa ini lo bisa menemukan banyak lukisan dari manusia prasejarah, loh.
Bentang alam dari zaman prasejarah yang ada di Taman Nasional Bantimurung seperti berpadu dengan keasrian alam masa kini dengan kehadiran beragam kupu-kupu yang terbang di sekitar. Ini menjadi salah satu hal unik yang ada di Taman Nasional Bantimurung.
Di taman nasional ini terdapat lebih dari 200 jenis kupu-kupu. Banyaknya jenis kupu-kupu di sini pertama kali dikemukaan oleh Alfred Russel Wallace, seorang naturalis berkebangsaan Inggris yang menemukan banyak jenis kupu-kupu baru di kawasan Maros pada tahun 1857. Wallace pun menjuluki kawasan ini sebagai The Kingdom of Butterfly.
Sebagian kupu-kupu yang ada di sini hidup di penangkaran untuk nantinya dilepasliarkan. Sementara sisanya hidup bebas di kawasan Taman Nasional Bantimurung. Selain kupu-kupu dengan berbagai ukuran, lo juga bisa menemukan jenis kupu-kupu jinak yang bersedia hinggap di tangan lo.
Tidak jauh dari lokasi penangkaran juga terdapat museum kupu-kupu yang digunakan sebagai sarana edukasi bagi para pengunjung. Lo bisa melihat secara dekat berbagai jenis kupu-kupu yang sudah diawetkan. Terdapat juga daur hidup serangga cantik ini yang dipamerkan dengan media yang amat menarik.
Simak pesona Taman nasional Bantimurung di Channel Trans7 Official berikut ini :
Hal lain yang enggak boleh lo lewatin di Taman Nasional Bantimurung adalah Helena Sky Bridge. Jembatan tertinggi di kawasan Bantimurung ini dibangun di atas penangkaran kupu-kupu pada tahun 2017.
Pada awalnya, Helena Sky Bridge digunakan untuk memudahkan proses pembersihan dome kupu-kupu serta pakannya. Pembangunannya pun sangat sederhana, hanya menggunakan sejumlah tali baja yang diikatkan pada tiang buatan yang didirikan di antara tebing karst.
Dalam perkembangannya, jembatan ini ternyata menarik minat banyak pengunjung. Menikmati pegunung karst dan kerajaan kupu-kupu dari ketinggian memang menjadi salah satu daya tarik sehingga jembatan ini pun beralih fungsi menjadi wahana wisata di Taman Nasional Bantimurung.
Meski hanya memiliki panjang sejauh 50 meter, Helena Sky Bridge cukup diminati, loh. Tapi karena hanya dapat menanggung beban 5 pengunjung, lo harus rela antri untuk menjajal jembatan setinggi 20 meter ini. Soal keselamatan, lo enggak perlu khawatir karena setiap pengunjung akan dilengkapi dengan alat keselamatan yang sesuai standar.
Gimana, Gaes? Destinasi Pariwisata Indonesia yang satu ini cukup menarik, bukan? So, kalo berkunjung ke Sulawesi Selatan, jangan lupa untuk mampir ke Kerajaan Kupu-kupu di Taman Nasional Bantimurung, ya.
Pewarta: Anita Basudewi Simamora
COPYRIGHT © PI 2022





































Leave a Reply