Halo, Gaes!
Gue yakin, lo pasti enggak asing dengan kuliner bernama rendang, kan? Rendang atau randang emang menjadi salah satu kuliner khas Sumatera Barat yang terkenal. Bahkan, rendang berkali-kali menduduki peringkat pertama sebagai kuliner terenak dunia sejak tahun 2011 hingga tahun 2019.
Tapi selain rendang, sebenarnya provinsi yang terkenal dengan destinasi Pariwisata Indonesia Jam Gadang ini punya segudang panganan lezat lainnya, loh. Salah satunya lamang.
Lamang merupakan panganan dengan bahan utama santan dan beras ketan. Beras ketan yang digunakan bisa beras ketan hitam ataupun beras ketan putih. Sementara jumlah santannya disesuaikan dengan banyaknya beras yang digunakan atau selera masing-masing.
Salah satu keunikan lamang terletak pada cara memasaknya. Yup! Kuliner ini dimasak dengan cara memasukkan lamang ke dalam bambu yang sudah dilapisi dengan daun pisang. Biasanya, daun pisang yang digunakan adalah bagian pucuknya yang masih muda dan berwarna kekuningan. Meskipun ada juga yang menggunakan daun pisang yang sudah hijau.
Batang bambu yang digunakan dalam pembuatan lamang adalah yang memiliki ukuran besar. Sebelum memasukkan ketan, bagian dalam bambu harus dibersihkan agar tidak menempel di lamang. Setelah itu, ketan yang sudah dicampur santan pun dimasukkan, kemudian bambu pun dibakar. Cara memasak inilah yang menciptakan aroma khas lamang yang menggugah selera, Gaes.
Harum, gurih dan mengenyangkan. Enggak heran kalau lamang jadi salah satu makanan favorit masyarakat Minang. Ditambah lagi, kuliner ini bisa bertahan 3 hingga 4 hari. Bahkan, salah satu lamang yang dinamakan Lamang Siarang bisa bertahan hingga satu bulan, loh. Wah, ini sih bisa jadi bekal buat holiday, ya Gaes ya.
Keunikan lain lamang adalah cara penyajiannya dimana lo punya berbagai alternatif pilihan untuk menyantapnya. Lo bisa menikmati kuliner ini dengan rendang, telur, dan lauk lainnya. Buat si pecinta makanan manis, lamang juga bisa disajikan bersama kinca (cairan gula merah dan parutan kelapa), selai, sarikaya, pisang, hingga durian. Selain itu, lamang juga kerap disajikan dengan tapai, loh. Kalo lo, lebih suka yang mana?
Sebenarnya, lamang bisa lo temukan di wilayah persebaran kebudayaan Melayu, seperti beberapa daerah di Sumatera, Kalimantan, hingga Semenanjung Melayu, Gaes. Tapi bagi masyarakat Sumatera Barat, lamang sudah jadi kuliner khas turun temurun yang wajib disajikan di berbagai acara.
Selain menjadi kuliner khas, proses pembuatan lamang juga menjadi tradisi di Ranah Minang, loh. Tradisi ini dinamakan malamang atau membuat lamang. Diduga, tradisi ini sudah ada sejak masa penyebaran agama Islam di Sumatera Barat dan biasanya dilakukan dilakukan menjelang bulan ramadhan, idul fitri, maulid nabi, pernikahan, dan acara-acara adat lainnya.

Umumnya malamang dilakukan di halaman belakang atau depan rumah. Tapi berbeda dengan proses memasak yang lain, malamang enggak dilakukan sendirian, Gaes. Kegiatan ini dilakukan bersama-sama untuk memupuk persatuan, baik antar keluarga maupun tetangga. Wah! Bisa dicontoh, nih.
Oh ya, Gaes! Pada tahun 2011, lamang sudah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia, loh. Dan tradisi malamang pun menyusul ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda pada tahun 2016. Keren banget, kan?
Gimana, Gaes? Penasaran sama kuliner yang satu ini? Kalo berkunjung ke destinasi Pariwisata Indonesia di Sumatera Barat, jangan lupa mencicipi lamang, ya.
Pewarta: Anita Basudewi Simamora
COPYRIGHT © PI 2022




































Leave a Reply