Nuansa Budaya Sumatera Selatan, Mewarnai Wajah Sarinah di Ramadan 2026

Nuansa Budaya Sumatera Selatan, Mewarnai Wajah Sarinah di Ramadan 2026

Menyambut Ramadan dan Lebaran 2026, PT Sarinah menghadirkan focal point atrium dengan konsep Pedesaan Nusantara.  Seketika, wajah ruang-ruang di pusat perbelanjaan ini semakin marak penuh pesona dengan sajian penataan yang terinspirasi dari kekayaan budaya Sumatera Selatan.

Tampak penataan instalasi payung bertingkat yang dibalut 50 kain songket Palembang, menjadi titik visual utama yang memperkuat narasi Ramadan.  Hal ini sekaligus menghadirkan nuansa hangat khas tradisi Sumatera Selatan, yang dikenal menjunjung tinggi nilai kekeluargaan, kebersamaan, dan semangat berbagi.

Juga ada Gazebo, yang terinspirasi dari ukiran Rumah Limas Palembang dan menjadi pusat instalasi dan mulai dipasang pada 9 Maret 2026. Dalam filosofi budaya Sumatera Selatan, Rumah Limas tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai ruang berkumpul keluarga besar dan tempat berlangsungnya berbagai kegiatan adat yang mempererat hubungan sosial.

Nuansa Budaya Sumatera Selatan, Mewarnai Wajah Sarinah di Ramadan 2026

Nilai tersebut dihadirkan kembali di Sarinah melalui focal point ini, yang tidak hanya berfungsi sebagai magnet visual dan photo point, tetapi juga sebagai titik pembagian takjil gratis bagi pengunjung sebagai simbol kebersamaan dan kepedulian selama Ramadan.

Sebagaimana yang disampaikan Direktur Komersial InJourney Holding, Veronica H. Sisilia, dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Gedung Sarinah, Jakarta, Ramadan 2026 diposisikan sebagai momentum strategis dalam ekosistem InJourney Group.

“Sebagai holding BUMN di sektor aviasi dan pariwisata, InJourney berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman berwisata yang lebih seamless yang mengutamakan kesiapan dan keselamatan wisatawan di setiap titik perjalanan dari bandara, hotel, dan destinasi wisata di bawah pengelolaan InJourney,” ungkap Veronica, Rabu (4/3/2026).

Lebih lanjut Veronica juga menjelaskan, bahwa Sarinah memiliki peranan penting dalam momentum ini, sebagai touchpoint penting dalam ekosistem dibawah InJourney.

Nuansa Budaya Sumatera Selatan, Mewarnai Wajah Sarinah di Ramadan 2026

“Momentum ini menjadi periode krusial, di mana mobilitas dan konsumsi domestik meningkat signifikan. Sarinah kami harapkan sebagai Cultural Experience Center, tak hanya sekedar ruang transaksi namun juga ruang interaksi budaya dan gaya hidup yang melengkapi perjalanan wisatawan,” ujarnya lagi.

Untuk itu, PT Sarinah menargetkan peningkatan jumlah pengunjung sebesar 15% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Target ini ditetapkan seiring dengan momentum mobilitas nasional yang meningkat selama Ramadan serta strategi program yang dirancang tidak hanya untuk mendorong transaksi, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang lebih bermakna bagi pengunjung.

Berdasarkan proyeksi pergerakan nasional, musim Lebaran berpotensi melibatkan hingga 144 juta orang, dengan Jakarta menjadi salah satu hub utama sebelum dan sesudah arus mudik. Momentum pencairan THR yang umumnya terjadi satu hingga dua minggu sebelum Idulfitri juga mendorong peningkatan konsumsi domestik.

Nuansa Budaya Sumatera Selatan, Mewarnai Wajah Sarinah di Ramadan 2026
Direktur Komersial InJourney Holding, Veronica H. Sisilia

Sejalan dengan hal tersebut, PT Sarinah memprediksi puncak transaksi akan terjadi pada 6 hingga 13 Maret 2026, bertepatan dengan periode pencairan Tunjangan Hari Raya. Pada Ramadan 2025, Sarinah mencatatkan 611 ribu pengunjung. Tahun ini, perusahaan optimistis dapat melampaui capaian tersebut.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Sarinah, Raisha Syarfuan, menegaskan bahwa Ramadan bagi Sarinah bukan sekadar momentum promosi, melainkan momentum positioning.

“Ramadan bagi PT Sarinah adalah momentum untuk mempertegas positioning kami sebagai Cultural Experience Centre. Kami tidak hanya menawarkan promosi, tetapi menghadirkan pengalaman yang terkurasi mulai dari Malam Berkah Extra sebagai penggerak transaksi, Gema Ramadan yang mengangkat tradisi Nusantara, hingga focal point atrium yang menjadi simbol ruang berbagi. Kami ingin setiap kunjungan ke Sarinah terasa bermakna, bukan sekadar berbelanja.” jelas Raisha.

Nuansa Budaya Sumatera Selatan, Mewarnai Wajah Sarinah di Ramadan 2026
Direktur Utama PT Sarinah, Raisha Syarfuan

Program yang paling diunggulkan tahun ini adalah Happy Hours bertajuk Malam Berkah Extra yang diselenggarakan 6 – 8 Maret 2026 mulai pukul 20.00 hingga 22.00 WIB dengan penawaran diskon hingga 50 persen. Program ini dirancang sebagai strategi konversi berbasis waktu yang memaksimalkan momentum belanja malam hari setelah berbuka puasa, khususnya pada periode puncak THR.

Selain mendorong transaksi, PT Sarinah juga memperkuat aktivasi budaya melalui rangkaian Gema Ramadan yang berlangsung pada periode yang sama. Aktivasi ini mengangkat tradisi Indonesia melalui acara pawai obor dan marawis dalam Gema Lentera Ramadan, pertunjukan Rampak Bedug sebagai wujud syukur dalam Gema Bedug Raya, pertunjukan angklung bernuansa Ramadan, serta kegiatan Ngabuburit di Sarinah yang menjadi ruang kebersamaan lintas komunitas. Melalui pendekatan ini, Sarinah bukan hanya menjadi ruang belanja, melainkan juga ruang budaya dan interaksi publik.

Dengan mengusung tema ‘Cahaya Penuh Makna, Hangat Untuk Setiap Saat’, PT Sarinah mengajak masyarakat menjadikan Ramadan sebagai momen kebersamaan yang tidak hanya diisi dengan transaksi, tetapi juga pengalaman, tradisi, dan kebanggaan terhadap karya Indonesia.(*)