Dijuluki sebagai destinasi wisata kesehatan legendaris di Indonesia, Pulau Gili Iyang juga dinobatkan sebagai pemilik kadar oksigen tertinggi kedua di dunia, setelah Laut Mati di Yordania. Uniknya, pulau ini juga dijuluki sebagai ‘Pulau Awet Muda’, karena banyaknya penduduk lokal yang tetap bugar, aktif, dan sehat hingga usia di atas 90 hingga 100 tahun. Dan asyiknya lagi, banyak spot-spot wisata yang keren dan wajib dieksplore saat berkunjung ke Pulau Gili Iyang ini!

Pulau Gili Iyang memiliki udara yang sangat bersih serta kaya aerosol garam. Hal ini sangat berguna untuk pernapasan dan membuat penduduk setempat lebih bugar serta panjang umur. Pulau yang terletak di Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur ini menjadi destinasi wisata kesehatan yang memiliki kadar oksigen terbaik kedua di dunia, berkisar 20,9% – 21,5%, dengan tingkat polusi dan kebisingan yang sangat rendah. Angka ini jauh di atas ambang batas udara normal perkotaan.
Pulau Gili Iyang sangat kecil, terletak di ujung timur Sumenep dengan luas sekitar 9,15 km². Namun, pulau ini menawarkan sejumlah objek wisata alam yang begitu memukau. Mulai dari Batu Cangga, menjelajahi Goa Mahakarya (Gua Celeng), bersantai di tepi pantai serta melakukan aktifitas snorkling dengan pemandangan alam bawah laut yang sangat menakjubkan.

Pulau Gili Iyang merupakan surganya udara bersih, oksigen segar serta kaya aerosol garam. Berdasarkan dari sebuah penelitian, Pulau Gili Iyang memiliki kadar oksigen mencapai 20,9 persen, melebihi rata-rata daerah lainnya di Indonesia. Sangat baik bagi pernafasan dan membuat penduduk setempat sangat bugar serta memiliki usia yang panjang.
Selain dikarunia udara yang sangat bersih, banyak spot-spot wisata yang asyik untuk dieksplore. Seperti Tebing Kembar yang merupakan kawasan cantik untuk melihat pemandangan laut yang begitu luas dari ketinggian. Tebing batu karang ini sangat artistik, letaknya menjorok dan menghadap langsung ke hamparan Laut Jawa yang biru.
Di dekat tebing yang berdiri kokoh di bibir pantai ini, terdapat objek wisata Batu Cangga, sebuah pahatan alam di tebing karang yang curam menghadap Laut Jawa, batu besar yang memiliki nilai sejarah. Dinamakan Batu Cangga karena bentuknya menyerupai pilar alamiah yang menyangga tebing raksasa. Obyek wisata ini berbentuk rongga mirip lorong dan secara alamiah disangga batu layaknya pilar-pilar bangunan rumah. Sungguh sangat cantik!

Pulau Gili Iyang memiliki beberapa goa yang sangat unik dan patut untuk dieksplore, seperti Goa Syukur dan Goa Mahakarya. Kedua goa ini memiliki formasi stalaktit dan stalagmit yang sangat cantik dan membentuk struktur indah di dalamnya.
Apalagi udara di dalam goa tetap terasa sejuk dan segar, sehingga wisatawan yang berkunjung ke goa merasa nyaman dan betah. Pada Goa Mahakarya memiliki lorong-lorong alami dengan pencahayaan alami yang muncul dari celah bebatuan. Sangat cantik untuk menciptakan photo yang instagramable. Goa Mahakarya dikenal juga dengan nama Goa Celeng.
Yang tak kalah menariknya adalah menikmati keindahan alam pantai. Beberapa pantai di Pulau Gili Iyang terkenal dengan beragam keindahannya. Seperti Ropet yang terkenal dengan dengan tebing-tebing curam, hamparan terumbu karang, dan air laut yang sangat jernih. Pantai Ropet merupakan pantai tersembunyi yang dikelilingi tebing dan hamparan terumbu karang.

Juga keseruan bermain di hamparan pasir putih nan alami di Pantai Pantai Banraas, pantai dengan air laut yang sangat jernih. Pantai ini kerap menjadi incaran untuk diving dan bersantai menikmati keindahan laut yang alami.
Yah, pantai – pantai di pulau ini dikeliling oleh air laut yang jernih serta keindahan terumbu karang yang masih terjaga yang menjadi rumah bagi berbagai jenis ikan tropis. Cocok untuk penyuka kegiatan snorkeling dan menikmati keindahan bawah laut yang menakjubkan tanpa harus menyelam terlalu dalam.
Jangan lupa untuk mengunjungi area penelitian di Desa Bancamara, yang merupakan Titik Nol Oksigen, serta dapat merasakan langsung kualitas udara terbaik di pulau ini.

Akses menuju Pulau Gili Iyang dimulai dari Pulau Madura, yaitu melalui Pelabuhan Dungkek Sumenep dengan menggunakan transportasi perahu kayu tradisional atau yang akrab disebut taksi laut. Dengan menempuh waktu sekitar 30 – 40 menit melalui perjalanan laut, tergantung kondisi cuaca dan laut, wisatawan dapat menikmati udara nan segar di Pulau Gili Iyang ini.
Armada kendaraan yang dapat digunakan selama di Pulai Gili Iyang, wisatawan dapat memilih ojek motor roda dua dan roda tiga. Mereka siap mengantarkan untuk menjelajahi keindahan pulau dengan pantainya yang berpasir putih.(*)




































