Halo, Gaes!
Asal bukan mantan yang pengen ngutang, tamu emang jadi salah satu orang yang harus kita sambut dan hormati. Lo setuju juga, kan? Beberapa ajaran dan adat istiadat bahkan menganjurkan tuan rumah untuk memuliakan tamu yang datang, seperti menyiapkan hidangan terbaik hingga mengadakan welcoming ceremony.
Nah! Ngomongin tentang welcoming ceremony, di Kalimantan Tengah tepatnya di Kabupaten Lamandau ada upacara penyambutan tamu yang unik banget, loh. Tamu kehormatan, pejabat dari luar daerah, hingga pejabat negara yang datang ke destinasi Pariwisata Indonesia di Lamandau, punya kesempatan untuk merasakan penyambutan ini. Penasaran sama welcoming ceremony yang satu ini? Simak ulasannya berikut, ya.
Namanya Nota Garung Pantan atau Potong Garung Pantan. Upacara ini diadakan oleh Suku Dayak Tomun yang merupakan masyarakat asli di Kabupaten Lamandau. Fyi, Suku Dayak Tomun dikenal sebagai keturunan tiga kerajaan. Diyakini bahwa nenek moyang mereka merupakan pasangan dari pernikahan anggota Kerajaan Pagaruyung di Sumatera Barat dan anggota Kerajaan Sarang Paruya yang merupakan percampuran Melayu dan Dayak.
Nota Garung Pantan telah dilakukan turun temurun dan tetap eksis hingga sekarang. Seluruh rangkaian upacara adat ini akan dipandu oleh mantir adat, yaitu perangkat adat atau gelar bagi seseorang yang duduk sebagai pembantu Kepala Adat.
Dalam pelaksanaan Nota Garung Pantan harus disiapkan beberapa perlengkapan diantaranya adalah kayu berselimut kain yang dipasang melintang di gardu atau gerbang. Kayu ini diibaratkan pintu masuk bagi tamu yang akan berkunjung, Gaes.
Sebelum ‘pintu’ dibuka, tuan rumah dan tamu akan saling beradu kata. Dengan Bahasa adat setempat tamu harus memperkenalkan diri dan menjelaskan maksud kedatangannya di wilayah Lamandau. Walaupun tidak bisa berbahasa adat Dayak Tomun, para tamu tidak perlu khawatir, Gaes. Karena ada mantir adat yang akan mewakili sebagai juru bicara.

Sesuai namanya, dalam upacara adat ini nantinya para tamu diharuskan untuk memotong kayu penghalang tadi. Prosesi ini dilakukan setelah ritual perkenalan dilaksanakan. Biasanya terdapat satu hingga tiga batang kayu yang harus dipotong menjadi dua bagian oleh tamu yang datang.
Prosesi memotong kayu ini menjadi simbol pembukaan atau pemotongan terhadap halangan, rintangan, serta tantangan yang mungkin dihadapi selama kunjungan. Para tamu juga didoakan agar diberi keselamatan, kesuksesan, dan kesehatan selama melaksanakan kegiatan di Lamandau.
Setelah kayu dipotong dan para tamu melewati gerbang, acara selanjutnya adalah pemberian welcome drink untuk para tamu. Menariknya, welcome drink ini enggak dihidangkan di gelas, melainkan di tanduk kerbau. Cara penyajiannya pun sangat unik yaitu tanduk kerbau digantung di kayu yang melintang.
Untuk memeriahkan suasana, hampir seluruh rangkaian acara Nota Garung Pantan diiringi dengan alunan alat-alat musik tradisional. Ada juga tari-tarian khas Suku Dayak Tomun yang dibawakan untuk menghibur para tamu yang datang, loh.
Oh, ya, Gaes. Saking uniknya, upacara adat Nota Garung Pantan telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia dari Provinsi Kalimantan Tengah sejak tahun 2022. Tradisi unik ini juga menjadi acara yang dinanti-nanti oleh wisatawan yang berkunjung ke destinasi Pariwisata Indonesia di Lamandau.
Kalo di daerah lo, bagaimana biasanya welcoming ceremony diadakan? Komen di bawah, ya.
Pewarta: Anita Basudewi Simamora
COPYRIGHT © PI 2023





































Leave a Reply