Pariwisata Indonesia, Rumah Musalaki,NTT
Rumah Adat Musalaki dari Provinsi NTT

Pariwisata Indonesia: Rumah Musalaki, Tertarik untuk Mengenal Rumah Adat dari Provinsi NTT?

Struktur Bagian Atas, Struktur Wisu atau Struktur Atas Lantai Rumah Musalaki

Terkait hal ini, terdapat empat buah tiang kolom atau Suku Ende Lio menyebutnya dengan Struktur Wisu. Pada strukturnya terdapat empat tiang yang disangga oleh palang balok kayu di bagian atas (isi ine wawo) sepanjang 4 meter,  dan palang balok kayu ditempatkan di bagian bawah (isi mbasi) dengan panjang 4,5 m. Lalu, untuk ketinggian dari setiap tiangnya, yakni 1,2 m.

Berlanjut pada bagian tengah rumah itu, juga terdapat satu tiang yang disebut dengan “leke raja” dengan panjang 1,2 m.

Tampak di tiang ini dihiasi ukiran-ukiran khas Suku Ende Lio dengan motif binatang atau beragam bentuk lainnya yang turut menyertai keunikan dari rumah adat tersebut.

Kemudian, struktur kuda-kudanya dihubungkan dengan saka ubu, yang dalam bahasa suku Ende Lio, struktur ini disebut oleh mereka dengan istilah “jara”.

Keistimewaan lainnya, “sudut bubungan atap” atau populer dengan sebutan “pella”, tak lain maksudnya adalah sebuah kayu palang, dan di bagian rangka atapnya terdapat “lare” dan “eba”, yang terbuat dari bilah bambu. Di mana, di bagian puncak atapnya itu (atau disebut “ate ubu”), terbuat dari ijuk dan diikat oleh alang-alang. Memperhatikan polanya, ijuk ini disusun secara bersilang dari bawah ke atas.

Dengan keberagaman rumah adat yang dimiliki bangsa Indonesia, menunjukkan jika masyarakatnya sudah terbiasa hidup dalam perbedaan, hidup dalam warna multikultural yang memiliki lebih dari ribuan suku bangsa, berbeda suku-suku, berbeda dalam keyakinan/agama, bahasa, dan kebudayaan.

Inilah warna kemajemukan bangsa kita. Mereka tetap bisa hidup berdampingan secara rukun dan damai, walau bermukim di wilayah yang tersebar di puluhan ribu pulau nun jauh di seberang. Lantaran hal tersebut, negeri kita dipandang dunia sebagai bangsa yang besar dan disegani, sebab tak ada satupun di muka bumi ini ada negara yang semacam Indonesia yang jumlah suku-sukunya bisa lebih dari 3000-an suku.

Meski banyak perbedaan, tetapi kita semua tetap bersaudara. Kita semua ‘Indonesia’ meski terpisahkan oleh lautan dan deretan pula-pulau yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Sobat Pariwisata Indonesia, saat sudah menginjakkan kaki di Provinsi NTT, sayang sekali bila Anda tidak mengenal lebih jauh Rumah Musalaki ini? (Kus)