Halo, Gaes!
Bagi para pecinta alam, Indonesia emang menjadi salah satu surga di bumi. Barisan gunung yang ada di nusantara seakan-akan menanti untuk didaki. Ditambah lagi, setiap gunung punya tantangan yang bikin perjalanan makin seru. Nah, kalo lo termasuk genk para pecinta alam, gue mau rekomendasiin satu gunung untuk ditaklukan.
Namanya Gunung Gamalama. Gunung yang cukup terkenal di kalangan para pecinta alam ini terletak di Pulau Ternate, Provinsi Maluku Tengah. Enggak sulit menemukan destinasi Pariwisata Indonesia ini karena sebenarnya Gunung Gamalama merupakan keseluruhan Pulau Ternate.
Gunung Gamalama merupakan salah satu gunung stratovolcano kerucut yang ada di Indonesia. Stratovolcano sendiri adalah gunung berapi tinggi dan membentuk kerucut. Badan gunung ini terdiri atas aliran lava dan abu vulkanik yang mengeras.
Sejak tahun 1538 gunung ini tercatat sudah 60 kali meletus dengan salah satu letusan dahsyat yang membentuk Danau Tolire Jaha dan Danau Tolire Kecil. Hingga saat ini, Gunung Gamalama masih menjadi gunung berapi aktif, Gaes. Kawahnya pun terkadang masih mengeluarkan asap belerang. Meski begitu, banyak pendaki yang tetap ingin menaklukan gunung dengan tinggi 1751 mdpl ini.
Starting point pendakian Gunung Gamalama terletak di ketinggian 341 mdpl. Cukup rendah dibanding gunung-gunung lainnya. Tantangan gunung ini justru berada pada rute menanjak yang cukup banyak. So, lo harus dalam kondisi fit saat mendakinya, ya Gaes ya.
Sepanjang pendakian, lo bisa menikmati banyak pepohonan hijau seperti pohon pala, pohon kayu manis, pohon nira, pohon manggis, pohon langsa, pohon goloba, hingga pohon durian. Karena area hutan dan perkebunan yang menyelimuti rute pendakian, gue saranin untuk mendaki Gunung Gamalama ditemani penduduk lokal sehingga lo enggak nyasar.
Seperti rute-rute pendakian lainnya, terdapat beberapa pos di sepanjang jalur trekking Gunung Gamalama. Di pos 1 lo akan menemukan mata air yang dinamakan Mata Air Belanda. Di sini lo bisa mengisi air untuk bekal sepanjang perjalanan. Jika ingin bermalam, gue saranin lo untuk melakukannya di pos 3. Selain terdapat sumber air, di pos ini juga terdapat pepohonan untuk tempat berlindung.
Di pos 4 lo kembali akan menemukan mata air bernama Mata Air Abdas. Uniknya, menurut kepercayaan para pendaki, mata air ini hanya akan keluar kektika para pendaki memiliki hati yang bersih. Tapi jika hati para pendaki kotor, mata air ini akan kering.
Di pos 5, lo akan menemukan Pintu Suba yang menjadi pintu masuk untuk menuju puncak Gunung Gamalama. Di sini, salah satu dari rombongan diwajibkan untuk melantunkan adzan yang dimaksudkan sebagai ‘ucapan permisi’ saat ini memasuki wilayah puncak Gamalama.
Sebelum menuju puncak, lo akan melihat berjumpa dengan camp site terakhir. Meski begitu, gue enggak merekomendasikan lo buat berkemah di sini karena tidak terdapat sumber air dan pelindung. Tapi, di lokasi ini lo enggak boleh melewatkan momen berfoto atau mengambil video karena spotnya instagramable banget.
Begitu sampai di Puncak Gamalama, lo akan disuguhi pemandangan yang luar biasa. Kalo puncak gunung pemandangan yang terlihat adalah daratan hijau dan pepohonan, di Gunung Gamalama lo bisa menyaksikan landscape lautan biru. Ada juga Gunung Kie Matubu yang emrupakan puncak tertinggi di Tidore.

Sst! Selain keindahaannya, Gunung Gamalama punya cerita tersendiri, loh. Konon, di puncak gunung ini terdapat makam yang tumbuh sendiri. Makam-makam yang dinamakan jere ini memiliki nisan tanpa nama berupa batu berwarna hitam. Diceritakan, jere-jere ini adalah makam orang suci. Tapi bukan hanya di puncak gunung, jere-jere ini pun bisa ditemukan di beberapa kelurahan yang ada di Ternate.
Bagi pecinta alam, berkunjung ke Ternate emang kurang lengkap kalo belum mendaki Gunung Gamalama. So, saat berlibur ke kota yang pernah menjadi pusat perdagangan rempah-rempah Portugis dan VOC Belanda ini, jangan lupa untuk menaklukan destinasi Pariwisata Indonesia yang satu ini, ya.
Pewarta: Anita Basudewi Simamora
COPYRIGHT © PI 2022





































Leave a Reply