Pengolahan bubur paddas dimulai dengan menyangrai beras dan kelapa parut (Foto : orami)

Bubur Paddas Khas Sambas

Kuliner Bergizi Favorit Raja Sambas

Kuliner Bergizi Favorit Raja Sambas

Halo, Gaes!

Mencicipi makanan khas ketika berkunjung ke destinasi Pariwisata Indonesia emang jadi agenda wajib bagi para wisatawan. Selain bisa menambah pengalaman untuk lidah, lo juga bisa menambah pengetahuan karena banyak kuliner yang memiliki cerita dan asal muasal yang menarik. Salah satunya, bubur padddas dari Kalimantan Barat.

Seperti olahan bubur pada umumnya, kuliner yang satu ini memang memiliki tekstur yang lembut karena kandungan air yang cukup banyak. Tapi sebagai makanan khas, bubur yang satu ini tentu punya perbedaan dari bubur-bubur lain yang ada di Nusantara.

Pengolahan bubur paddas dimulai dengan menyangrai beras dan kelapa parut, Gaes. Sst! Kelapa parut sangrai ini adalah sumber rasa gurih di bubur paddas, loh. Beras dan kelapa parut yang sudah disangrai sampai kecokelatan pun ditumbuk hingga halus, lalu dimasukkan ke dalam air mendidih. Untuk menambah cita rasa, berbagai bumbu seperti bawang merah, bawang putih, lada, ketumbar, serai lengkuas, jahe, hingga ebi, ditambahkan ke dalamnya.

Selain bumbu-bumbu tadi, ada dua bumbu rahasia yang wajib ada dalam bubur paddas. Bumbu ini sekaligus menjadi pembeda antara bubur ini dengan bubur-bubur lainnya, yaitu daun kunyit dan daun kesum atau kasum (Persicaria odorata). Di Singapura dan Malaysia, daun kesum juga dikenal dengan nama daun laksa karena menjadi bumbu wajib dalam memasak laksa.

sejak tahun 2015, bubur paddas sudah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia dari Kalimantan Barat (Foto : pikiran-rakyat)

Buat lo yang belum tahu, wangi daun kesum sepintas lalu hampir mirip seperti lada. Daun ini juga menghasilkan rasa pedas seperti mint. Wangi dan cita rasa pedas dari daun ini bisa mengurangi aroma amis pada olahan ikan, ayam, atau daging. Nah! Rasa pedas yang dihasilkan daun kesum inilah yang disematkan sebagai nama bubur paddas.

Selain daun kesum dan daun kunyit, berbagai sayuran juga ditambahkan untuk melengkapi bubur paddas. Beberapa jenis sayuran yang biasanya digunakan adalah kangkung, kacang panjang, jagung, buncis, wortel, toge, daun katuk, serta pakis. Teri dan kacang goreng umumnya juga ditambahkan sebagai toping.

Cita rasa gurih, asin, dan pedas dari bubur ini bakal bikin ketagihan. Selain mengenyangkan, bubur paddas juga menjadi kuliner yang bergizi karena mengandung banyak sayuran. Bubur yang menjadi menu andalan Melayu ini cocok banget buat adek atau ponakan lo yang enggak suka makan sayur karena rasa sayurnya tidak terlalu kuat.

Oh ya, Gaes. Bubur ini punya cerita tersendiri, loh. Dikisahkan, Raja Sambas pernah jatuh sakit dan kehilangan nafsu makan selama berhari-hari. Seorang pelayan yang khawatir dengan kondisi raja pun memasak bubur paddas. Tanpa diduga, sang raja melahap habis bubur ini. Selama berhari-hari berikutnya, raja selalu meminta dimasakkan bubur ini hingga kesehatannya mulai membaik dan nafsu makannya pun kembali. Bubur paddas pun dijadikan salah satu menu utama kerajaan.

Cerita ini juga berhubungan dengan asal mula penamaan daun kesum. Diceritakan bahwa setelah sembuh, raja memanggil pelayan yang membuatkannya bubur paddas guna mengetahui nama daun yang ditambahkan ke dalam bubur tersebut. Tapi, pelayan itu tidak mengetahui nama dari daun tersebut. Dia hanya tahu bahwa daun itu tumbuh banyak di pekarangan kerajaan. Mendengar hal itu, raja pun memutuskan untuk menamai daun tersebut sesuai nama sang pelayan, yaitu Kasum atau sering dipanggil Mak Kasum.

Fyi, sejak tahun 2015, bubur paddas sudah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia dari Kalimantan Barat. Lo bisa mencicipinya di Sambas, Singkawang, Pontianak, Bengkayang, dan Mempawah. Nah! Kalo lo berencana untuk berlibur ke destinasi Pariwisata Indonesia di Kalimantan Barat, jangan sampai melewatkan kuliner yang satu ini, ya Gaes ya.

Pewarta:  Anita Basudewi Simamora
COPYRIGHT © PI 2023