Indonesia kaya dengan beragam kulinernya. Cita rasanya nya pun sungguh menggugah selera. Salah satunya sajian kuliner khas Kabupaten Bantaeng yang sangat beragam dan lezat. Ada Kaloli, Gagape, Ayam Palekko, Ra’ba-Ra’ba, Bolu Cukke, Ra’ba – Ra’ Ba, Roti Hamai dan lainnya.
Bantaeng merupakan salah satu daerah tertua yang dikenal dengan julukan Butta Toa (Tanah Tua) dan paling bersejarah yang terletak di Sulawesi Selatan. Kabupaten yang terletak sekitar 125 kilometer di sebelah selatan Kota Makassar ini, menawarkan perpaduan unik antara kekayaan sejarah prasejarah, warisan kerajaan Islam, inovasi pembangunan modern hingga beragam kulinernya yang unik dan menggugah selera.
Untuk urusan kuliner, Bantaeng kaya akan sajian hidangan istimewanya. Mulai dari camilan tradisional yang legendaris hingga hidangan berat dengan cita rasa otentik.

Hidangan Utama
Beragam sajian hidangan utama dan menjadi lauk pauk yang melezatkan khas Bantaeng, yaitu :
- Kaloli: Merupakan kuliner ikonik Bantaeng dengan berbahan dasar jagung parut. Hidangan ini memiliki cita rasa gurih yang begitu khas dan sering menjadi menu wajib bagi wisatawan yang ingin mencicipi rasa asli daerah ini.
- Gagape: Masakan daging sapi atau ayam yang diolah dengan bumbu rempah melimpah dan kelapa sangrai. Teksturnya yang kental dan rasa rempahnya yang kuat selalu menggugah selera. Tak heran sajian ini menjadi salah satu favorit di acara-acara adat maupun hari besar.
- Nasi Santan: Salah satu kuliner populer yang bisa ditemukan di daerah Biring Kassi. Beras yang dimasak dengan santan sehingga menghasilkan cita rasa yang gurih serta menimbulkan aroma yang harum. Nasi santan disajikan dengan berbagai macam lauk pauk lainnya.
- Sate Tuna: Berbeda dengan sate pada umumnya, Bantaeng menawarkan sate dari daging ikan tuna yang segar. Daging tuna dijadikan sate menghasilkan dagingnya yang lembut berpadu sempurna dengan sambal mantap, memberikan sensasi rasa laut yang kuat.
- Ayam Palekko: Meskipun populer di berbagai daerah di Sulawesi Selatan, Bantaeng memiliki variasi ayam palekko yang pedas dan gurih.

Selain lauk pauk serta hidangan utama, juga ada makanan ringan khas Bantaeng yang sangat ikonik, selalu diburu wisatawan yang datang ke daerah ini. Ada Balapis Bantaeng, Bolu Cukke dan Ra’ba-Ra’ba.
Balapis terbuat dari tepung beras yang dicampur dengan santan kental dan pewarna alami dari daun pandan atau cokelat bubuk. Kue yang tersaji berlapis-lapis ini, rahasia kelezatannya terletak pada penggunaan santan yang harus diperas dari kelapa tua, sehingga menghasilkan minyak yang alami dan memberikan tekstur mengkilap serta rasa yang gurih.

Kue Balapis selalu ada setiap ada kegiatan atau acara adat karena kue ini melambangkan symbol harapan akan keberkahan yang berlapis-lapis bagi tuan rumah.
Bolu Cukke asal kata dari ‘Cukke’ yang dalam bahasa lokal berarti ‘cukil’ atau ‘cungkil’. Hal ini dikarenakan proses pembuatan kue ini dikeluarkan dengan dicungkil dari cetakan yang terbuat dari tanah liat, dengan menggunakan sebilah bambu kecil atau besi. Ini merupakan camilan rakyat yang sudah ada sejak berabad-abad lalu di daratan Sulawesi Selatan.
Pada bagian luarnya akan terasa sedikit garing dengan karamelisasi gula merah, namun sentuhan bagian dalamnya sangat berserat dan lembut. Kue ini memiliki rasa yang dominan manis namun legit dengan aroma gula aren yang sangat kuat.

Terbuat dari campuran tepung beras, gula merah cair serta diberi sedikit pengembang. Dengan menggunakan teknik masak yang masih tradisional, dipanggang menggunakan cetakan khusus di atas tungku kayu bakar, saat memasak kue ini mengeluarkan aroma asap dari kayu yang sangat khas.
Ra’ba-Ra’ba merupakan sajian kua yang berasal dari olahan pisang yang sangat unik. Kue ini merupakan hasil kreativitas masyarakat Bantaeng dalam mempeluas olahan kebun pisang mereka yang sangat melimpah.
Camilan ini menggunakan pisang raja atau pisang kepok yang sudah sangat matang lalu ditumbuk kasar kemudian dicampur dengan parutan kelapa muda dan gula merah. Setelah menyatu, adonan ini dibungkus dengan daun pisang lalu dikukus atau dibakar.

Camilan Ra’ba – Ra’ba menghasilkan perpaduan rasa manis sedikit asam dari pisang serta rasa gurih dan renyah dari campuran kelapa parut.
Selain lauk pauk, hidangan utama serta camilan ikonik, makanan ringan khas Bantaeng lainnya yang juga kerap diburu wisatawan yang datang ke daerah ini yaitu Poteng, Rakang serta Roti Hamai.
Poteng merupakan sajian makanan yang sudah ter-fermentasi, terbuat dari singkong mentega (ubi kayu mentega). Setelah direbus setengah matang dan diberi ragi, singkong berubah menjadi kuning cantik dengan tekstur kenyal dan rasa manis yang legit.

Sementara, Rakang adalah camilan tradisional yang sangat unik, dengan berbahan dasar kentang yang dikukus dan ditaburi parutan kelapa di atasnya. Untuk menghasilkan rasa yang sempurna, Rakang paling nikmat disantap bersama sambal pedas.
Roti Hamai adalah camilan roti dengan tekstur yang sangat khas dan paling nikmat dimakan bersama sajian kopi atau teh di sore hari. Roti Hamai paling banyak diburu sebagai oleh-oleh khas Bantaeng.(*)




































