PariwisataIndonesia.id – Kota Sukabumi menyimpan banyak tempat wisata yang menarik buat dikunjungi, mulai dari wisata pertanian, cagar alam, sejarah, adat dan budayanya.
Salah satunya tak terkecuali, wisata satu ini yakni Arung Jeram di Sungai Cicatih. Wisata outdoor berbau advanture siap menguji adrenalin Sobat Pariwisata!
Tertarik melintasi aliran sungai dengan perahu karet tiup dikelilingi pemandangan alam yang cantik sebagai bonusnya, Sob?
Terkait hal tersebut, PariwisataIndonesia.ID menyematkan satu jepretan foto saat menikmati sensasi wisata air menguji adrenalin yang terletak di wilayah Jawa Barat, yang sudah dilakukan jauh sebelum pandemi Covid-19.

Di sebelah kanan dan kiri sungai, terdapat banyak pohon yang tumbuh subur. Begitu pula dengan udara di sini yang begitu segarnya.
Sungai ini terbilang cukup deras dan berliku. Pantauan PariwisataIndonesia.id, mengulik sumber asalnya, sudah pasti berasal dari Gunung Salak dan Gunung Gede.
Wisata Arung Jeram mengandalkan tim yang kudu kompak
Tidak menampik, untuk berhasil melewati beragam rintangan dari batuan besar dan terjalnya arus sungai ini, kehadiran pemandu punya arti yang sangat penting.
Selain dibekali pemahaman teknis, tak hanya mampu menganalisa medan secara kognitif. Kehadirannya pun, membuat penumpang terasa nyaman.
Pemandu bernama Ujang yang usianya diperkirakan 30an tahun, memulainya dengan lebih dulu melatih cara genggam gayung dan saat mendayung. Setidaknya, 11:12 seperti mengendarai mobil. Belok kiri belok kanan, bedanya yang dikemudikan tak bermesin.
Itulah sekelumit pembekalan teknik dasar arung jeram yang diberikan sebelum berlarung, dituturkan Ujang kepada PariwisataIndonesia.id.
PariwisataIndonesia.ID juga diminta untuk mengenakan pelampung dan helm batok dengan warna yang terang.
Dia juga membekali tips mengatasi ketika tenggelam. Sobat, upaya mitigasi ini, kata Ujang, perlu! Alasan dia, demi menyelamatkan diri terutama menghindari bebatuan dan derasnya arus.
Hal lain yang disampaikan Ujang, ketika musim-musim hujan, tepatnya pada Bulan Desember, arus di sungai akan terasa jauh lebih deras.
Meski begitu, katanya, “tamu yang datang malah jauh lebih banyak, mungkin karena menemukan sensasi tersendiri,” ungkapnya.
Keseruan di mulai. “Ooh La La…!”
Saat memulai Arung Jeram, dan hal ini lumrah kok! Sobat akan diliputi rasa takut. Mirip-mirip gangguan kecemasan yang akut, terlebih bagi mereka yang tak pandai berenang.
Perlahan trip PariwisataIndonesia.id di atas air mulai melintas, tralala!
Untuk yang perdana menikmati Arung Jeram, akan menemukan perasaan yang sulit dijelaskan, tak karuan lah! Berikutnya, “ehh, enak juga yaa!”
Ungkapan ini diambil dari nama merk permen “Nano-nano” dengan slogannya “rasanya rame” maksudnya “rasanya nano nano” itu ya sama “rasanya rame”.
Tapi untuk konotasi rasa bahasa zaman sekarang, lebih ke ungkapan yang tidak baik, yaitu rasa makanan yang bubrah. Jadi untuk zaman sekarang sewaktu menikmati wisata Arung Jeram Cicatih lebih tepatnya, semua rasa bercampur jadi satu!
Makin ke sini, keceriaan Sobat akan semakin menyenangkan. Oh, ya! Wisata Arung Jeram ini juga menyediakan paket “couple”.
Di sela-sela itu, PariwisataIndonesia.ID menjumpai spot bagus buat foto-foto, momen indah itu jelas tak mau sampai terlewatkan. Tak ayal, sebentar-bentar minta berhenti.
Dibantu pemandu, Ujang siap mengabadikan buat “CekrekCekrek” dan berdiri di atas batu besar dengan berlatar pengunjung lain yang tertinggal di belakang berasa makin heroistik, loh!
Apalagi berpose berdiri berduaan sambil unjuk dayung di tangan. Buat mereka yang lagi kasmaran, pls deh jangan gitu-gitu amat dong, ini bikin “jomlowers baper” Sob!
Ujang juga menceritakan pengalaman kerjanya, ia menyebut sudah lima tahun dan mengantongi sertifikat sebagai pemandu profesional.
Sambungnya, arus sungai Cicatih terbilang deras. Tapi, debit airnya tidak surut-surut meskipun musim kemarau.
PariwisataIndonesia.id mencoba mengulik lebih dalam tentang tamu penikmat adrenalin ini. Dijawabnya, mereka yang berlibur di sini kebanyakan berpasangan, rombongan keluarga ataupun gathering kantor.
Dia juga menyakinkan, walau arusnya deras, Ujang merupakan salah satu dari deretan penyedia jasa wisata Arung Jeram di tempat itu, mengaku sudah berpengalaman.
“Sungai Cicatih mempunyai tingkat kesulitan berdasarkan level, mulai dari level 1 yang termudah sampai level 4 yang tersulit,” terangnya.
PariwisataIndonesia.id, pilih kategori di tengah-tengahnya. Jika ada kesempatan, kepingin lagi ke level 4. “Ternyata, mantap kali!”
Untuk pemula dan yang masih ragu-ragu, Ujang memberikan tips keduanya.
“Harus berpikir positif, waspada boleh, khawatir berlebihan jangan,” katanya.
Untuk memastikan keamanan dan keselamatan, PariwisataIndonesia.id tanya kembali, hanya sesederhana itu?
“Karena pihak pengelola sudah menyiapkan tim profesional berstandar internasional buat memandu dan mendampingi tamu, kita pun tak mau ambil resiko bila tamunya benar-benar mengalami fobia,” bebernya.
Menurutnya, setiap pengelola Arung Jeram di tempat ini sangat memperhatikan keselamatan dan keamanan tamu-tamunya.
Untuk menikmati Arung Jeram di Sungai Cicatih ini, juga tersedia pilihan paket dengan jarak tempuh yang beragam, mulai dari 9 km sampai 26 km, tentunya kocek yang dikeluarkan juga berbeda, wajar bila makin jauh semakin mahal.
Berikut daftar harga untuk wisata Arung Jeram Cicatih yang dirangkum PariwisataIndonesia.id, berdasarkan hasil penelusuran di sepanjang jalan Kota Sukabumi yang menyediakan jasa ini.
- Arung jeram 9 KM: Rp. 270 ribu/orang.
- Arung jeram 12 KM: Rp. 280 ribu/orang.
- Arung jeram 22 KM : Rp. 395 ribu/orang.
- Arung jeram 26 KM : Rp. 405 ribu/orang.
(Harga bisa berubah, naik dan turun relatif, red).
Biaya tersebut sudah termasuk perlengkapannya seperti pelampung, dayung, helm dan tentunya didampingi oleh tim profesional.
Selain mendapatkan perlengkapan, biaya tersebut sudah pula untuk sesi foto-foto di bebatuan. Karena tidak mungkin, Sobat bisa berfoto-foto ria ketika menikmati Arung Jeram. Pastinya butuh juru foto, dong!
Bukan hanya Arung Jeram saja yang tersedia di Sungai Cicatih ini, terdapat pula wahana outbound seperti paintball dengan biaya Rp120 ribu untuk durasi 20 menit, minimal 30 orang.
Ada juga flying fox Rp90 ribu, minimal 30 orang dan yang terakhir akomodasi kamping Rp200 ribu sudah termasuk 2 kali makan dan mendapatkan cemilan.
Wisata Arung Jeram ini buka setiap hari mulai pukul 09.00 WIB sampai 17.00 WIB.
Sebagai pemikat daya tarik wisatanya, berikut satu video “perfecto” dari netizen di galery YouTube Maryadi channels. Kelar nonton, jangan lupa untuk like, subscribe dan klik tombol lonceng. Nonton, yuk!
Di sekitar tempat ini juga terdapat hotel, cottage, losmen dan banyak lagi lainnya. Dengan begitu, Sobat tidak perlu khawatir jika ingin bermalam.
Secara terpisah, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno menyambut baik gerakan masyarakat yang peduli dalam pengembangan pariwisata di tanah air, khususnya memajukan potensi wisata baru di daerahnya.
Menyoroti hal tersebut, kata Sandiaga, terdapat lebih dari 30 juta masyarakat bergantung pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
“Hari ini kami sangat berbahagia bahwa industri di sektor pariwisata menyatakan akan bergerak melawan COVID-19. Tentunya ini butuh dukungan akan kepatuhan dan kedisiplinan kita untuk menerapkan protokol kesehatan. Jadi saya ucapkan terima kasih atas inisiatifnya dan kami siap untuk berkolaborasi,” kata Sandiaga Uno selepas acara deklarasi yang berlangsung di Jakarta, Senin (19/4).
Lihat postingan ini di Instagram
Selain postingan yang diunggah oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melalui akun Instagram @sandiuno di atas ini, PariwisataIndonesia.id juga menyematkan foto Sandiaga Salahuddin Uno yang tampil tak sendiri sebagai foto utama artikel, tentunya jadi simbol kekompakan pucuk pimpinan yang berkantor di Gedung Sapta Pesona, Jl. Medan Merdeka Barat No.17-19, Jakarta Pusat.
Sebab, kita semua bertumpu dan banyak menaruh harapan besar agar Pariwisata Indonesia, yang tak pelak lagi terpuruk akibat pandemi COVID-19, bisa bangkit kembali secepatnya.
Menyambut Hari Kartini yang diperingati setiap tanggal 21 April, terlihat Sandi didampingi Wakil Menteri (Wamen) Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Angela Tanoesoedibjo.
Ia sosok “Wamen” termuda dalam sejarah di kementerian ini yang pernah dianugerahi award untuk kategori “Most Beautiful Woman”.
Kartini masa kini berikutnya yang juga ikut mendampingi menteri yang kerap mempopulerkan slogan #Gercep, #Geber, dan #Gaspol sebagai jurus pamungkasnya, dan digadang-gadang tokcer dalam pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif.
Namanya, tentu sudah mengemuka di kalangan akademisi, ia adalah Sekretaris Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Sekretaris Utama Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ni Wayan Giri Adnyani.
Pantauan PariwisataIndonesia.id, dari beragam cerita yang disampaikan rekan sejawatnya, wanita paruh baya yang akrab disapa “Bu Giri” adalah sosok yang paling cekatan dan sabar mendampingi semua kebutuhan Sandiaga Uno sebagai atasannya.
PariwisataIndonesia.id, ingin menyemangati dan memberikan dukungan penuh pada kedua Srikandi hebat di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.
“Kompak-kompak, ya!”
Sebagai penutup, Sandiaga Uno juga berharap pariwisata dan ekonomi kreatif, Insya Allah bangkit dan pulih kembali.
Kuncinya semua pihak harus disiplin, “CHSE harus kita terapkan,” tutupnya. (Erwin)







































Leave a Reply