Rentak Irama dalam Kebersamaan

Tari Saman dari Daratan tinggi Gayo
Pariwisata Indonesia, Tari Saman, Tarian Tradisional Aceh, Aceh, Pariwisata Aceh, Media PVK, PVK Group, Umi Kalsum, Tari Saman

Siapa yang tidak kenal Tari Saman? Selain di dalam negeri, tari ini juga sering dipertunjukan di ajang internasional. Bahkan, banyak orang di berbagai dunia yang mempelajari Tari Saman. Apa sih keunikannya? Yuk, kita mengenal lebih jauh tentang tari yang berasal dari daratan tinggi Gayo, Aceh Tenggara ini.

Pariwisata Indonesia, Tari Saman, Tarian Tradisional Aceh, Aceh, Pariwisata Aceh, Media PVK, PVK Group, Umi Kalsum, Tari Saman

Syekh Saman, salah satu ulama Aceh, disebut sebagai orang yang mengembangkan Tari Saman pada abad ke-14 Masehi. Pada awalnya, tari ini digunakan sebagai salah satu media penyebaran agama Islam juga untuk menyampaikan pesan (dakwah). Sebelum pertunjukan, biasanya akan ada seorang pemuka adat yang tampil untuk memberikan nasehat, baik berupa syair petuah ataupun pantun, kepada para penonton atau pemain. Nasehat ini biasanya disampaikan dalam Bahasa Arab dan Gayo.

Pada zaman dahulu, Tari Saman merupakan tari sakral yang hanya disajikan saat peringatan Maulid Nabi Muhammad S.A.W.  Namun, di zaman sekarang, tari ini sering dipentaskan dalam berbagai festival, pagelaran seni, penyambutan tamu kehormatan, bahkan pembukaan sebuah acara seperti pada Opening Asian Games 2018 kemarin.

Pariwisata Indonesia, Tari Saman, Tarian Tradisional Aceh, Aceh, Pariwisata Aceh, Media PVK, PVK Group, Umi Kalsum, Tari Saman

Salah satu keunikan Tari Saman adalah tidak adanya alat musik yang mengiringi selama pementasan. Irama pengiring murni berasal dari suara para pemain juga tepukan di tangan, dada, serta paha. Selain tepukan, gerakan menghempaskan tubuh ke berbagai arah menjadi salah satu pesona pertunjukan tari ini.

Keseragaman dan keserasian gerak tari dengan ritme yang cepat menjadi salah satu kesulitan sendiri dalam membawakan tari ini. Oleh karena itu, para pemain Tari Saman harus disiplin melakukan latihan rutin. Konsentrasi tinggi, formasi, dan ketepatan waktu menjadi kunci untuk menghasilkan pertunjukan Tari Saman yang spektakuler.

Pariwisata Indonesia, Tari Saman, Tarian Tradisional Aceh, Aceh, Pariwisata Aceh, Media PVK, PVK Group, Umi Kalsum, Tari Saman

Salah satu pihak yang sangat berperan dalam keharmonisan gerakan ini adalah pemimpin yang disebut dengan syeikh. Syeikh akan menjadi koreografer para Penari Saman sekaligus bertugas untuk menyanyikan syair-syair lagu saat pertunjukan.

Di zaman dulu, hanya para pria yang boleh menarikan Tari Saman, dengan jumlah kurang dari 10 orang. Namun, seiring berkembangnya zaman, para perempuan bisa ikut andil dalam tarian ini dan jumlah pemainnya bisa mencapai belasan hingga puluhan. Semakin ramai, semakin menarik pertunjukan yang dipentaskan.

Karena originalitas, keunikan, adanya nilai-nilai yang bisa diambil oleh masyarakat, serta nilai tular pada masyarakat, membuat Tari Saman ditetapkan oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda Dunia pada tahun 2011 silam. Seperti yang kami kutip dalam postingan akun instagram @acehtourismtravel. (Tahukah sobat wisata, sejak 24 November 2011, Tari Saman telah ditetapkan UNESCO sebagai Daftar Representasi Budaya Tak Benda Warisan Manusia (Intagible Elements of World Curtular Heritage).

Ini salah satu kebanggaan Indonesia, loh! Sobat Pariwisata juga bisa ikut mendukung budaya Indonesia dengan mencintai dan mensosialisasikannya pada dunia.(RPI/Nita)