Ladu Arai Pinang! Camilan Khas Minangkabau, Yummy Rasanya…

Camilan ini merupakan kue kering tradisional yang berasal dari Pariaman Tengah, Sumatera Barat. Awal mulanya, sebagai sajian dalam upacara adat, seperti pernikahan. Dalam perkembangannya "Ladu Arai Pinang" juga dijadikan sajian untuk tamu saat lebaran hingga buah tangan dari Pariaman. Penasaran? Berikut ulasannya.
Pariwisata Indonesia, Ladu Arai Pinang, Kuliner khas Orang Minang, Website Resmi Pariwisata Indonesia, Umi Kalsum Founder dan CEO PVK Grup
Ladu Arai Pinang khas Minangkabau. Yummy Rasanya (Youtube Desmawati Kuretangin)

PariwisataIndonesia.id – Hai Sobat Pariwisata, sudah tahu belum tentang kue kering tradisional khas suku Minangkabau bernama Ladu Arai Pinang?

Ladu Arai Pinang (Dok. Onyaso / wikipedia)

Ladu Arai Pinang juga dikenal sebagai kue Ladu, kue Arai Pinang, atau kue Bainai. Penampilannya bulat pipih seperti kerupuk atau keripik kentang. Namun, rasa yang dihasilkan sangat berbeda.

Ladu Arai Pinang merupakan kue kering tradisional yang berasal dari Pariaman Tengah, Sumatera Barat.

Pada awalnya, camilan ini dibuat sebagai sajian dalam upacara adat, seperti pernikahan.

Dalam perkembangannya, Ladu Arai Pinang juga dijadikan sajian untuk tamu saat lebaran hingga sebagai oleh-oleh dari Pariaman.

Awalnya, kue kering ini bernama Ladu.

Penambahan Arai Pinang dikarenakan pada zaman dahulu, untuk mencetak permukaan kue ini digunakan arai pinang atau bunga pinang.

Sehingga akan dihasilkan kue berbentuk pipih dengan garis-garis di seluruh permukaan.

Di masa kini, arai pinang sudah semakin sulit ditemukan.

Oleh karena itu, masyarakat Minang menggantinya dengan garpu atau cetakan khusus.

Bahan untuk membuat Ladu Arai Pinang sangat mudah didapatkan.

Kue ini terbuat dari tepung beras, garam, santan, serta sedikit air kapur sirih agar menghasilkan kue yang garing dan renyah.

Langkah awal membuat kue ini yaitu dengan menyangrai tepung beras. Selanjutnya tepung tersebut dicampur dengan bahan-bahan lain dan diaduk hingga kalis.

Adonan tersebut lalu dibentuk menjadi bulat-bulatan kecil, kemudian dipipihkan menggunakan arai pinang, garpu, atau cetakan.

Di permukaan adonan yang telah terbentuk, diberi sedikit minyak kelapa untuk menambah rasa gurih. Kemudian, adonan tersebut digoreng dalam minyak panas dengan metode deep fry (terendam minyak).

Ladu Arai Pinang yang telah matang bisa disajikan langsung.

Rasa yang dihasilkan sangat gurih dan renyah.

Jika ingin memperoleh cita rasa manis, maka diperlukan kuah pelengkap yang terbuat dari lelehan gula merah dan air.

Sobat Pariwisata, pada tahun 2016, Ladu Arai Pinang ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda dari Provinsi Sumatera Barat.

Saat berkunjung ke Ranah Minang, selain keripik balado jangan lupa membeli Ladu Arai Pinang ini, ya Sob! (Nita/Kusm/Ay).