Pariwisata Indonesia

Gandeng Ralali Group, Sandiaga Uno: Proyeksi 2024, UKM Indonesia Go Digital dan Potensi Desa Wisata di Tanah Air Bertumbuh Akan Tercipta Kebangkitan Ekonomi Nasional

PariwisataIndonesia.ID – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, beberapa waktu lalu menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan perusahaan marketplace Ralali Group.

Dalam keterangan resminya menyebutkan, hal tersebut untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, termasuk mengoptimalkan peran dan fungsi Ralali.com, yang sekaligus mendorong percepatan digitalisasi UKM Indonesia.

“Ralali berharap kerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI ini menjadi langkah awal yang akan terus bergerak untuk mewujudkan UKM Indonesia Go Digital, sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia,” kata CEO & Founder dari Ralali Group Joseph Aditya kutip keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (21/4/2022).

Mengulik para pihak dalam penandatanganan MoU ini, yakni Sekretaris Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Sekretaris Utama Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Ni Wayan Giri Adnyani dengan CEO Ralali Group, Joseph Aditya, yang disaksikan langsung oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Senin (18/4/2022).

Menurut Joseph, perusahaannya berhasil menghubungkan dan memperbantukan 1,5 juta pelaku bisnis melalui solusi ekosistem digital dari Ralali Group, dan melalui sinergi ini, Ralali siap mendukung secara penuh ragam program unggulan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, seperti program Bangga Buatan Indonesia, Desa Kreatif Indonesia, Desa Wisata, KATA (Kota Kabupaten Kreatif) serta program lainnya.

Dengan tujuan utama, masih kata dia, yakni mendigitalisasi UKM Indonesia melalui berbagai pembinaan, pemberian dukungan riset dan edukasi secara berkelanjutan, pengembangan produk wisata dan kreatif, serta pengembangan ekonomi digital terhadap UKM Indonesia.

Terkait program Desa Wisata yang digerakkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, sambungnya, Ralali akan memfasilitasi website gratis atau digital store front melalui aplikasi Ralali Connect untuk setiap desa wisata yang telah terkurasi, sehingga menargetkan para UKM Indonesia dapat membangun reputasi, mengembangkan jaringan di era digital, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Platform Ralali Agent, juga berperan dalam pemberdayaan SDM unggul berkualitas dengan membantu pelaku UKM penuhi kebutuhan bisnisnya. Tak sekedar itu saja, Ralali sebagai on-demand business platform, juga siap untuk berperan secara aktif dalam program KATA Kreatif dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dengan mengikuti rangkaian agenda kunjungan Sandi ke berbagai kota dan kabupaten Indonesia.

Sementara itu, Menteri Sandiaga Uno dalam sambutannya mengatakan, kolaborasi ini merupakan upaya bersama dalam menyambut tatanan ekonomi baru pascapandemi COVID-19 yang bersamaan dengan pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 di Indonesia.

“Dengan (semangat) G-20 “Recover together, recover stronger”, kita juga sekarang mau recover better dengan tatanan ekonomi baru. Adapun upaya membentuk tatanan baru tersebut adalah melalui inovasi, adaptasi, dan kolaborasi,” kata Sandiaga Uno.

Dikatakannya dengan (semangat) G20 Recover Better, Recover Stronger melalui tata ekonomi baru, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia bergerak dengan inovasi, adaptasi dan kolaborasi. Kolaborasi bersama Ralali ini konsepnya tak hanya seremonial.

Lanjut, kata Sandi, kerja sama dengan Ralali.com juga akan memperkuat kemampuan industri kreatif untuk bersaing dengan produk-produk ekonomi kreatif impor, serta mempromosikan berbagai jenis produk ekonomi kreatif Indonesia, sehingga mampu mendorong tumbuhnya pelaku ekonomi kreatif lainnya yang dapat mendukung ekonomi regional dan nasional.

Namun juga mengamplifikasi 3G, yaitu Gercep (Gerak Cepat), Geber (Gerak Bersama), Gaspol (Garap Semua Potensi). Dengan intervensi digital dari Ralali.com sebagai B2B marketplace dapat membantu memperkuat misi kami dalam mengoptimalkan rantai pasok (supply chain) bagi UKM Indonesia.

PariwisataIndonesia.ID mencatat, upaya Sandi ini juga paralel dengan program Anugerah Desa Wisata Indonesia, dan menjadi bagian dari 17 subsektor Ekonomi Kreatif Indonesia, antara lain:

  1. Pengembang Permainan
  2. Arsitektur
  3. Desain Interior
  4. Musik
  5. Seni Rupa
  6. Desain Produk
  7. Fesyen
  8. Kuliner
  9. Film, Animasi dan Video
  10. Fotografi
  11. Desain Komunikasi Visual
  12. Televisi dan Radio
  13. Kriya
  14. Periklanan
  15. Seni Pertunjukan
  16. Penerbitan
  17. Aplikasi

“Bersama Ralali.com kami akan berkolaborasi mengembangkan potensi 1 juta website digitalbstore front melalui multiple intervention atau 360 Universe Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk mencapai target 5.000 desa wisata di tahun 2023 dan 7.500 desa wisata di tahun 2024 mendatang,” demikian kata Sandiaga Uno. (D/f)