Berjasa karena, memudahkan dari titik jemput untuk bergerak mendatangi tempat wisata maupun lokasi rekreasi dan hiburan. Selanjutnya, baik ada dan tidak ada penumpang tetapi tetap terjadi transaksi. Maka, kedua sektor tersebut bisa disebut “telah secara langsung” mendorong pertumbuhan ekonomi.
Oleh karenanya, bisnis di sektor transportasi tak cuma sekedar “brand” tapi menjadi satu kesatuan utuh seperti halnya “Blue Bird” yang senantiasa konsisten dan update dalam mengembangkan sarana dan prasarana sekaligus menjamin kualitas pelayanan.
Pantaslah, mengapa bisnis Blue Bird tetap bertahan dan selalu eksis sampai sekarang bahkan ngejos terdepan yang berhasil mengungguli lawan-lawannya.
Sebagai salah satu operator transportasi terkemuka di negeri ini, Blue Bird juga dianugerahi penghargaan PVK Award 2020 untuk kategori sebagai “Bus Pariwisata Indonesia Terfavorit” yang diberikan oleh Media PVK Group.
Mungkinkah, sang pendiri telah meyakini sejak awal, bahwa transportasi dan pariwisata bak dua sisi mata uang yang saling membutuhkan?
Masih sejalan dengan transportasi, mengulik slogan yang diusung oleh mantan wakil gubernur DKI Jakarta, juga menggunakan istilah-istilah transportasi, seperti Gercep, Geber, dan Gaspol.
Di balik maknanya itu, maksud dari kata Gaspol (melaju kencang dengan kecepatan penuh, red), Gercep (singkatan gerakan cepat, anjuran lebih cepat dari kebiasaan, red), dan terbuncit yaitu Geber yang diartikan sebagai gerak bersama, red).

Saat ini, Menteri Sandiaga Uno akan sepekan melakukan lawatan di tempat itu, dan orang nomor satu di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia juga dijadwalkan akan menyambangi kemolekan di setiap sudut di Ranah Minang yang menjadi bagian dari upayanya terkait “Gercep, Geber, dan Gaspol” untuk memulihkan pariwisata di Indonesia, dan memantik kebangkitan ekonomi nasional.
Jangan lupa Pak Menteri Sandi, walau dikebut “3-G-nya” itu, PariwisataIndonesia.ID mengingatkan, bahwa membangun pariwisata di tanah air bukan seperti hitungan matematika atau ilmu eksak yang angkanya serba pasti.
“Ojo kesusu, Pak Menteri!”







































Leave a Reply