PariwisataIndonesia.id – Kota Gresik akan melakukan penataan kawasan heritage (cagar budaya) pada 2022. Tetapi untuk Kampung Pecinan, penataan sudah diselesaikan.
Pada Februari ini, Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga Gresik, Sutaji Rudi menyampaikan, akan membuka Kampung Pecinan untuk wisata.
Tidak hanya itu, penerangan jalan umum (PJU) juga diganti baru dengan nuansa Tionghoa. Ada tulisan bahasa Mandarin yang dilengkapi ornamen naga di PJU tersebut. Suasana di jalan kampung hingga menuju ke kelenteng sangat kental Tionghoa.
Menurut Sutaji Rudi, penataan di Kampung Pecinan menjadi titik awal wisata heritage di tujuh ruas jalan yang akan diselesaikan tahun ini. Khusus di Kampung Pecinan itu, pihaknya akan membuka untuk wisata mulai Februari mendatang.
’’Di sana suasana Tionghoa sangat kental. Bisa menjadi wisata tersendiri bagi masyarakat yang ingin berswafoto khas Negeri Tirai Bambu itu,” ucapnya.
Ke depan, menyusul Kampung Pecinan itu, juga akan ada Kampung Arab, bangunan khas kolonial, hingga bangunan pribumi di tujuh ruas jalan. Pihaknya berharap dibukanya wisata Kampung Pecinan itu mampu mendongkrak pendapatan dan angka wisatawan dari luar daerah.
Namun, yang perlu diperhatikan, karena itu aset, pihaknya berharap para wisatawan bisa menjaga ornamen yang baru saja dipasang di sana. ’’Lampu-lampunya, termasuk berbagai ornamen khas Tionghoa, ini harus dijaga bersama,’’ tutupnya. (Rizky)







































Leave a Reply