Pariwisata Indonesia, Berita Wisata Kuliner di Pekanbaru
Kawasan Wisata Kuliner Agus salim di Kota Pekanbaru (Foto: Media PI/Dok. Humas Pemko Pekanbaru)

Kawasan Wisata Kuliner Agus Salim Pekanbaru Didukung Kemendag, Hutasuhut Tetap Minta Saran dan Kritik

PariwisataIndonesia.ID – Kementerian Perdagangan (Kemendag) Republik Indonesia menyalurkan bantuan berbentuk gerobak khusus bagi pedagang kaki lima (PKL) di kawasan wisata kuliner Agus Salim, Kota Pekanbaru. Namun, karena pandemi terpaksa ditunda.

Hal tersebut seperti disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Kota Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut, Kamis (3/3/2022).

“Kami menyediakan gerobak bagi pedagang kawasan kuliner Agus Salim. Pengadaan gerobak itu sudah sekitar empat tahun lalu. Gerobak pedagang itu diperoleh dari Kemendag,” kata Kadisperindag Pekanbaru, Kamis (3/2).

Mengingat, Pekanbaru juga mengalami hal serupa seperti di kota-kota lain di Indonesia, yakni diterpa pandemi Covid-19. Alhasil, kata Hutasuhut, bantuan tersebut belum bisa terwujud di dua tahun belakangan ini.

Lebih lanjut, masih kata Kadisperindag Pekanbaru, penyaluran bantuan gerobak bisa tercipta berkat kesepakatan antara pedagang dan pengelola kawasan kuliner (atau Lembaga Pemberdayaan Masyarakat) Agus Salim.

Menyoroti kepemilikan gerobak dipungut biaya. Ditegaskannya, bukan dari pihaknya. Melainkan dari inisiatif para pedagang dan LPM.

“Kini, gerobak itu sudah bisa kami gunakan untuk pedagang. Penggunaan gerobak itu ada kesepakatan antara pedagang dan pengelola kawasan kuliner Agus Salim (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat),” ungkapnya.

Mengenai kesepakatan berupa uang iuran, Hutasuhut angkat bicara, katanya, diduga terkait pemeliharaan dan penertiban PKL agar kehadiran mereka tidak semrawut, sehingga kawasan wisata kuliner Agus Salim dilakukan pembinaan oleh LPM.

Saat sekarang, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru masih membiarkan para pedagang kuliner beraktivitas dengan kemandiriannya masing-masing.

Sebelumnya, Pemko Pekanbaru pernah membuat bangunan untuk pedagang kuliner. Seiringnya waktu, hal itu sering kali tidak cocok dengan pedagang.

“Jadi sekarang, kami mengubah strategi. Kini, kami hidupkan dahulu kawasan Agus Salim itu dari kemandirian para pedagang. Setelah ini hidup, kami fasilitasi dengan aliran listrik dan kebersihan,” ujarnya.

Di akhir penjelasannya, fasilitas lain akan dipenuhi sambil berjalan. Saat sekarang, listrik dan kebersihan menjadi kebutuhan awal mereka.

“Kami butuh dukungan berupa saran dan kritik dari masyarakat dengan kemajuan kawasan wisata kuliner Agus Salim,” katanya, mohon saran dan kritik.

Pemko Pekanbaru tetap menerima saran dan kritik dari masyarakat terkait upayanya dalam memperindah atau memperbagus ikon kawasan wisata kuliner Agus Salim.