Pariwisata Indonesia, Taman Nasional Tanjung Puting, Konservasi Orang Utan Terbesar di Dunia ada di Kalimantan
Ilustrasi gambar: Konservasi orang utan pertama dan terbesar di dunia berada di Taman Nasional Tanjung Puting, Semenanjung Barat Daya, Provinsi Kalimantan Tengah. (Foto: Media PI/Dok.Pexels/Ludwig Kwan)

Bertamu ke Rumah Orang Utan, Yuk!

Petualangan Seru di Taman Nasional Tanjung Puting

Petualangan Seru di Taman Nasional Tanjung Puting

Halo, Pecinta Satwa!

Melihat orang utan di kebun binatang emang bukan hal yang baru. Tapi gimana rasanya melihat orang utan di habitat aslinya? Pasti lebih seru, kan? Kali ini gue mau rekomendasiin satu tempat di mana lo bisa melihat langsung kehidupan para primata.

Namanya Taman Nasional Tanjung Puting. Lokasi konservasi orang utan pertama dan terbesar di dunia berada di semenanjung barat daya Provinsi Kalimantan Tengah.

Rute menuju Taman Nasional Tanjung Puting bisa lo mulai dengan kendaraan bermotor selama 30 menit dari pusat Kota Pangkalan Bun menuju Dermaga Tanjung puting atau Pelabuhan Kumai. Setelah sampai di dermaga, lo bisa langsung menyewa kapal kelotok yang bisa menampung 7 sampai 15 penumpang.

Kapal kelotok adalah kapal tradisional masyarakat Kalimantan yang terbuat dari kayu. Dinamakan ‘kelotok’ karena saat berlayar, kapal ini mengeluarkan bunyi ‘tok, tok, tok’. Kapal ini sudah dilengkapi dengan kamar tidur, toilet, hingga ruang makan, loh. So, lo juga bisa menjadikan kelotok sebagai penginapan kalo ingin bermalam di taman nasional ini. Tapi kalo ingin menginap di daratan, Taman Nasional Tanjung Puting juga memiliki beberapa lokasi penginapan.

Di perjalanan ke Taman Nasional Tanjung Puting, lo bakal disuguhkan pemandangan alam khas Kalimantan yang sangat eksotis. Apalagi saat lo mulai menyusuri Sungai Sekonyer yang di kanan-kirinya penuh dengan pohon nipah dan pepohonan lain. Vibes-nya udah kaya menyusuri sungai amazon, Gaes.

FYI, penamaan Sekonyer punya sejarah, loh. Di masa penjajahan, ada sebuah Kapal Patroli Belanda Lonen Konyer yang berlayar di sungai tersebut. Kapal itu ditembaki meriam dari pejuang Kota Waringin Barat, hingga rusak dan akhirnya karam di muara sungai tersebut. Sungai yang menjadi lokasi karamnya kapal patroli tersebut pun diberi nama Sungai Sekonyer.

Di pinggiran Sungai Sekonyer ini lo bisa mulai melihat orang utan yang sedang mengambil buah dan daun nipah muda. Bisa juga lo jumpai bekantan yang sedang bergelantungan dari satu pohon ke pohon lain. Pokoknya seru banget, Gaes.

Selain Orang Utan dan bekantan, taman nasional yang memiliki luas 415.040 he ini juga dihuni oleh beragam flora dan fauna. Makanya, gue ngerekomendasiin lo buat menjelajah taman nasional ini.

Tidak kurang dari 600 jenis pohon dan 200 jenis anggrek bisa lo dapatkan di taman nasional ini. Selain itu, lo juga bisa menemukan tarantula, babi hutan, monyet, tarsius, biawak, aneka burung liar, bahkan buaya yang sering muncul di Sungai Sekonyer. Makanya, lo harus hati-hati saat berada di area sungai, ya Gaes ya.

Selain menjadi rumah bagi kehidupan hutan hujan tropis, Taman Nasional Tanjung Puting juga dikenal sebagai tempat rehabilitasi orang utan. Salah satu lokasi rehabilitasi yang cukup terkenal adalah Camp Leakey yang didirikan oleh peneliti orang utan dari Universitas Colombia, Los Angeles pada tahun 1971.

Di pusat rehabilitasi ini, orang utan yang diselamatkan dari perburuan liar, perdagangan ilegal, hingga pembakaran hutan, akan dirawat sebelum dilepas liarkan ke habitat aslinya.

Orang utan memang unyu-unyu, Gaes. Polah tingkahnya juga enggak kalah menggemaskan dengan satwa lain. Primata ini juga memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi. So, enggak heran kalo banyak yang memburu orang utan untuk diperjualbelikan dan menjadi binatang peliharaan.

Selain karena perburuan, keberadaan primata ini semakin terancam karena deforestasi. Padahal, proses perkembangbiakan orang utan tidak semasif hewan lainnya. Orang utan hanya bisa melahirkan setiap 6 hingga 8 tahun sekali dengan jumlah anak satu ekor. Sementara umur orang utan hanya sekitar 45 hingga 50 tahun.

Bisa lo bayangin kalo keberadaan orang utan tidak dijaga. Bisa-bisa, hewan unyu ini cuma tinggal cerita. Padahal, orang utan adalah salah satu kekayaan alam yang menjadi kebanggaan Indonesia karena merupakan hewan endemik khas yang tidak ditemukan di tempat lain.

Selain sebagai pusat rehabilitasi, Camp Leakey juga menjadi pusat edukasi dan penelitian tentang orang utan. Di sini, lo juga bisa melihat para rangers memberi makan orang utan. Makanan yang diberikan hanyalah pelengkap nutrisi saja, sih, karena para orang utan itu sebenarnya bisa mendapatkan makanan dari hutan yang merupakan rumahnya.

Serunya petualangan di Taman Nasional Tanjung Puting membuat tempat ini menjadi destinasi favorit para pecinta satwa. Dari mahasiswa, peneliti, hingga wisatawan lokal dan asing berbondong-bondong datang ke sini. Yuk, jangan ketinggalan dengan mereka. Segera jadwalkan perjalanan lo ke Taman Nasional Tanjung Puting dan saksikan secara langsung keseruan mengamati orang utan di habitat aslinya. (Anita)

Pewarta:  Anita Basudewi Simamora
COPYRIGHT © PI 2022