Halo, Gaes!
Adu cepat hewan peliharaan emang bukan hal baru bagi masyarakat nusantara, bahkan hal ini sering dijadikan salah satu magnet Pariwisata Indonesia. Sebut saja pacu kuda, pacu jawi, pacu babi, hingga karapan sapi. Tapi, bukan cuma jenis mamalia aja yang bisa adu cepat, loh! Jenis lain juga bisa. Contohnya itik.
Yup! Di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat sebagai salah satu kota tujuan Pariwisata Indonesia, masyarakat disana menjadikan itik sebagai peserta balap, loh. Tapi berbeda dengan balapan-balapan yang gue singgung di awal, dalam pacu itiak yang dinilai adalah kemampuan terbang si itik tersebut. Enggak kalah seperti jenis satwa yang lain, itik-itik pun bisa saling berpacu dalam perlombaan itu.
Pacu itiak sudah ada sejak tahun 1028 dan terus dipertahankan turun-temurun. Awalnya para petani menerbangkan itik-itik tersebut karena menjadi hama yang menyerang tanaman padi mereka. Tapi lama-kelamaan, kegiatan menerbangkan itik-itik ini menjadi hiburan di sela-sela waktu kerja. Dalam perkembangannya, hiburan ini semakin banyak dimainkan dan akhirnya pun dilombakan.
Bukan sekedar perlombaan biasa, pacu itiak juga dijadikan kompetisi resmi. Tua, muda, hingga anak-anak, bersama-sama ikut serta dalam perlombaan ini. Hadiahnya enggak tanggung-tanggung, loh. Dari uang tunai senilai jutaan rupiah hingga sepeda motor. Wah, menarik sekali, kan, Gaes?
Selain mendapatkan hadiah, pacu itiak juga bisa menaikkan gengsi pemilik dan melipatgandakan harga jual itik. Jika di pasaran harga itik biasa hanya berkisar 30 ribu rupiah, setelah menjadi pemenang, harga itik bisa sampai 4 juta rupiah, loh! Wow!
Biasanya, pacu itiak diadakan setiap akhir pekan di bulan Juli hingga November. Balapan ini menjadi acara rutin tahunan dan juga untuk menyambut hari ulang tahun kota. Bahkan sudah ada Persatuan Olahraga Terbang Itik, loh.
Layaknya kompetisi-kompetisi lainnya, pacu itiak juga punya kelas-kelas tersendiri. Ada kelas 800 meter, 1.000 meter, 1.200 meter, 1.400 meter, hingga kelas 1.600 meter yang dijuluki sebagai kelas grand prix. Dalam setiap kelas, itik yang bisa terbang lurus dan paling cepat mendekati garis finish, dialah pemenangnya.

Walaupun dinamakan pacu itiak, tapi enggak semua itik boleh mengikuti balapan ini, Gaes. Peserta pacu itiak hanya itik-itik dengan jenis kelamin betina dengan usia 4 hingga 6 bulan. Selain bobot tubuhnya yang lebih ringan sehingga mampu terbang jauh, itik betina juga terkenal lebih mandiri. Tidak seperti itik jantan yang mudah terpengaruh oleh kawanannya.
Sebenarnya, tidak ada perbedaan antara itik untuk konsumsi dan itik untuk dilombakan dalam pacu itik. Tapi masyarakat Payakumbuh yakin, itik yang mampu terbang jauh memiliki ciri-ciri khusus, seperti bagian ujung sayap yang lebih panjang dan lurus seperti burung elang, mata yang sipit, lubang hidung yang besar, jumlah gigi yang ganjil, leher pendek, warna paruh yang mirip dengan telapak kaki, ujung kaki bersisik kecil, serta bentuk tubuh yang seperti jantung pisang.
Setelah mencari itik dengan kriteria-kriteria tadi, selanjutnya itik akan dilatih untuk bisa terbang jarak jauh. Paling cepat butuh waktu satu bulan untuk bisa melatih itik-itik tersebut. Tiga hari sebelum ikut kompetisi, kandang itik juga dipisahkan dari yang lain agar energinya tetap terjaga.
Untuk meningkatkan kebugaran itik, pakan berkualitas tentunya jadi kunci. Ternyata para pemilik itik punya rahasianya, Gaes, yaitu campuran kuning telur ayam kampung dan padi sebagai pakan untuk menambah energi dan mempertahankan kebugaran itik. Ada juga pemilik yang memberikan madu sebagai tambahan.
Dengan latihan yang cukup ditambah pakan yang berkualitas akan dihasilkan itik-itik jagoan yang bisa terbang melintasi jalur pacuan. Fyi, itik yang mahir terbang bisa mencapai jarak hingga 6 kilometer, loh.
Oh ya, Gaes. Sejak tahun 2020, pacu itiak sudah resmi jadi Warisan Budaya tak Benda Indonesia, loh.
Kompetisi yang satu ini emang unik banget, kan? Enggak heran kalo pacu itiak menjadi salah satu magnet Pariwisata Indonesia di Sumatera Barat. Kalo pengen menyaksikannya juga, jadwalin kunjungan lo di bulan-bulan kompetisi pacu itiak, ya.
Pewarta: Anita Basudewi Simamora
COPYRIGHT © PI 2022





































Leave a Reply