Napak Tilas Jejak Sejarah Benteng Duurstede di Pulau Saparua

Napak Tilas Jejak Sejarah Benteng Duurstede di Pulau Saparua

Benteng Duurstede adalah destinasi wisata sejarah unggulan yang memadukan arsitektur kolonial abad ke-17 dengan panorama laut Teluk Saparua yang memukau. Bangunan cagar budaya ini bukan sekadar tumpukan batu karang kuno, melainkan saksi bisu kisah heroik perjuangan Kapitan Pattimura dalam melawan monopoli rempah-rempah VOC pada tahun 1817. Wisata ke tempat ini menawarkan sensasi menjelajahi lorong waktu sekaligus menikmati keindahan alam khas Maluku yang eksotis.

Napak Tilas Jejak Sejarah Benteng Duurstede di Pulau Saparua

Benteng Duurstede merupakan salah satu objek wisata unggulan di Maluku yang menawarkan perpaduan antara edukasi, sejarah, dan keindahan alam. Salah satu peninggalan bersejarah yang berada di Pulau Saparua, Kabupaten Maluku Tengah ini, menjadi saksi penting perjalanan sejarah kolonial di Maluku, saat itu menjadi kawasan yang sangat berjaya dalam perdagangan rempah-rempah.

Benteng Duurstede dibangun oleh bangsa Eropa pada abad ke-17, tepatnya dibangun pada tahun 1676 oleh Arnold de Vlaming van Oudshoor, yang pembangunan berikutnya dilanjutkan oleh Gubernur Ambonia, Nicolaas Schaghen pada tahun 1690. Dinamakan ‘Duurstede’ diambil dari nama kampung halaman Schaghen di Belanda, yaitu Duurstede.

Napak Tilas Jejak Sejarah Benteng Duurstede di Pulau Saparua

Lokasi benteng ini cukup sulit, dibangun di atas batu karang setinggi 20 kaki dengan arsitektur benteng yang sangat matang, memiliki struktur yang kokoh dengan dinding tebal dan halaman luas yang menghadap langsung ke laut.  Pemilihan lokasi ini agar benteng susah diserang dari darat.

Benteng yang saat itu berfungsi sebagai benteng pertahanan dan pusat pemerintahan VOC di wilayah Saparua ini, juga menjadi saksi bisu perlawanan pahlawan nasional Thomas Matulessy yang akrab disebut Pattimura, dalam melawan penjajahan Belanda.  Pada tahun 1817, rakyat Saparua di bawah pimpinan Pattimura menyerbu Benteng Duurstede.

Napak Tilas Jejak Sejarah Benteng Duurstede di Pulau Saparua

Arsitektur yang Menarik

Benteng Duurstede memiliki keunikan yang jarang ditemukan pada bangunan pertahanan Eropa lainnya di Indonesia. Berdiri kokoh di atas bukit karang tepi pantai, benteng ini menyajikan perpaduan visual yang dramatis.

Berbeda dengan mayoritas benteng kolonial yang berbentuk segi empat atau bintang, Benteng Duurstede memiliki cetak biru berbentuk oval yang ikonik, dirancang khusus untuk memantau pergerakan kapal di perairan Saparua secara menyeluruh.  Hal ini sangat langka dibanding benteng-benteng lainnya.

Di atas dinding pembatas benteng, masih tersimpan moncong-moncong meriam kuno peninggalan VOC yang berjejer rapi.  Meriam kuno ini mengarah langsung ke perairan biru Laut Banda.  Selain itu, benteng ini masih memiliki Gardu Pengintai. Pengunjung dapat menaiki tangga menuju pos pengintai untuk menikmati lanskap Teluk Saparua secara 360 derajat.

Napak Tilas Jejak Sejarah Benteng Duurstede di Pulau Saparua

Pemandangan sekitar benteng sangat menakjubkan. Pengunjung dapat menikmati panorama pantai yang indah serta suasana yang tenang, sambil menjelajahi setiap sudut bangunan bersejarah ini. Dari atas benteng, tampak pemandangan laut Pulau Saparua yang luas, juga hamparan pasir putih serta perahu nelayan yang lalu lalang.  Pemandangan yang sangat kontras antara tembok tua dan birunya laut.  Yah, lokasi Benteng Duurstede langsung bersebelahan dengan pantai berpasir putih dan air jernih.

Menjelang sore hari, kawasan ini menjadi spot berburu sunset. Tempat ini menjadi lokasi terbaik untuk menikmati matahari terbenam, menikmati indahnya cahaya keemasan yang menerpa dinding batu tua, menciptakan perpaduan visual yang romantis dan sangat estetik untuk diabadikan lewat kamera.

Napak Tilas Jejak Sejarah Benteng Duurstede di Pulau Saparua

Situs sejarah ini dikelola dengan baik. Tampak, dinding luar benteng dirawat dengan baik, berpadu kontras dengan sisa-sisa fondasi bangunan internal seperti bekas gudang cengkeh dan ruang barak.  Juga sudah tersedia fasilitas dasar lainnya seperti pemandu lokal, area parkir, hingga toilet umum untuk kenyamanan para pengunjung.

Benteng Duurstede terletak di Kota Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku. Jaraknya sekitar 50 mil laut dari Ambon. Saparua sendiri adalah pulau kecil yang bisa dicapai dari Ambon.  Untuk menikmati pengalaman napak tilas terbaik ini, wisatawan harus menaiki kapal cepat atau kapal ferry dari Pelabuhan Tulehu di Ambon menuju Pelabuhan Haria atau Pelabuhan Porto di Saparua.

Napak Tilas Jejak Sejarah Benteng Duurstede di Pulau Saparua

Perjalanan laut ini akan memakan waktu sekitar 2-3 jam. Kemudian dari Pelabuhan di Saparua, perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan angkutan ojek atau angkutan umum lainnya menuju benteng dan hanya memakan waktu sekitar 25 menit.

Hingga saat ini, keberadaan Benteng Duurstede terus dijaga dan dilestarikan sebagai warisan budaya yang bernilai tinggi bagi generasi sekarang dan mendatang. Bangunan pertahanan berdenah oval unik ini tidak hanya menawarkan pesona arsitektur kolonial yang megah, tetapi juga menyajikan panorama laut Banda yang memukau mata setiap pelancong.  Destinasi wisata sejarah dan budaya, objek wisata ini menjadi salah satu tujuan unggulan di Maluku yang menawarkan perpaduan antara edukasi, sejarah, dan keindahan alam.(*)