Menjelajahi Surga Kuliner Tersembunyi, Makanan Otentik Kalimantan Tengah
Juhu Umbut Rotan

Menjelajahi Surga Kuliner Tersembunyi, Makanan Otentik Kalimantan Tengah

Kalimantan Tengah tidak hanya dikenal dengan pesona hutan hujan tropisnya yang megah dan eksotisme Sungai Kahayan. Sajian kuliner tradisionalnya yang sangat otentik, menawarkan petualangan rasa unik yang memadukan hasil hutan tersembunyi dengan segarnya tangkapan sungai pedalaman.

Menjelajah harmoni rasa berbagai sajian otentik di Bumi Tambun Bungai, jadi pilihan menarik yang sulit ditampik.  Ada belasan makanan khas Kalimantan Tengah yang pasti sangat menggiurkan. Surga wisata kuliner ini, selain dipengaruhi oleh penduduk aslinya, juga dipengaruhi oleh kondisi geografisnya. Kalimantan Tengah memberikan cukup banyak sajian kuliner yang berasal dari hutan dan sungai yang ada di sana.  Dengan mengandalkan bahan-bahan alami dari alam liar Kalimantan—mulai dari umbut rotan hingga ikan sungai segar—kuliner Kalimantan Tengah menawarkan perpaduan rasa asam, gurih, dan pedas yang unik dan tidak ditemukan di tempat lain.

Berikut adalah rekomendasi makanan otentik yang wajib masuk dalam daftar penjelajahan kuliner yang siap diburu!

Menjelajahi Surga Kuliner Tersembunyi, Makanan Otentik Kalimantan Tengah
Juhu Kujang
  1. Juhu Umbut Rotan (Sayur Rotan Muda)

Jika biasanya rotan dikenal sebagai bahan baku furnitur, di tangan masyarakat Dayak Kalimantan Tengah, bagian rotan yang masih muda (umbut) disulap menjadi hidangan legendaris. Juhu merupakan kulinek ikonik dari hutan, sup tradisional suku Dayak yang menggunakan pucuk atau tunas muda rotan. Biasanya dimasak dengan ikan atau daging, memberikan perpaduan rasa gurih, asam, dan sedikit pahit yang khas. Selain pelepah sawit muda, rotan juga jadi salah satu makanan khas Kalimantan Tengah.

  • Cita Rasa: Umbut rotan memiliki tekstur yang renyah dengan perpaduan rasa gurih dan sedikit pahit yang justru membuatnya terasa sangat segar dan nagih.
  • Cara Penyajian: Biasanya dimasak berkuah kuning (menggunakan kunyit) bersama ikan sungai, seperti ikan patin atau ikan baung. Proses pembuatannya membutuhkan keahlian khusus untuk menghilangkan duri-duri halus pada rotan sebelum dimasak.
  1. Juhu Kujang (Sayur Keladi/Talas)

Juhu Kujang adalah masakan berkuah yang berbahan dasar keladi atau talas liar yang banyak tumbuh di tanah Kalimantan.

Menjelajahi Surga Kuliner Tersembunyi, Makanan Otentik Kalimantan Tengah
Varian Juhu Umbut Rotan
  • Kunci Kelezatan: Agar tidak menimbulkan rasa gatal saat dimakan, tanaman keladi harus diolah dengan benar dan dimasak hingga benar-benar matang.
  • Kombinasi: Keladi dimasak bersama bumbu pemanis alami, santan, dan biasanya dicampur dengan ikan gabus (iwak haruan) yang sudah dipanggang terlebih dahulu. Tekstur keladi yang lembut berpadu sempurna dengan kuah santan yang kaya rempah.
  1. Karuang (Sayur Daun Singkong Tumbuk)

Sekilas penampilannya mirip dengan daun singkong tumbuk khas Sumatra Utara, namun Karuang atau juga disebut Kalumpe, memiliki ciri khas tersendiri pada bumbu dan campurannya.

Menjelajahi Surga Kuliner Tersembunyi, Makanan Otentik Kalimantan Tengah
Kalumpe/Karuang
  • Keunikan: Daun singkong ditumbuk halus menggunakan lesung, kemudian dimasak dengan campuran rempah-rempah khas, serai, dan lengkuas.
  • Sentuhan Otentik: Seringkali masyarakat lokal menambahkan potongan terong pipit (leunca) atau kuaci dari biji tanaman hutan, serta dipadukan dengan ikan asin atau ikan asap (iwak bumbu) untuk menambah kedalaman rasa yang gurih-harum.
  1. Wadi Patin / Wadi Jelawat
Menjelajahi Surga Kuliner Tersembunyi, Makanan Otentik Kalimantan Tengah
Wadi Ikan Patin

Bagi pencinta kuliner ekstrem dan fermentasi, Wadi adalah hidangan yang wajib dicoba. Ini adalah metode pengawetan ikan tradisional warisan leluhur suku Dayak yang membutuhkan kesabaran dan keahlian khusus.

  • Proses Pembuatan: Ikan sungai segar (biasanya patin, jelawat, atau papuyu) dibersihkan, dilumuri garam, dan dicampur dengan sa’u (padi atau beras yang disangrai lalu ditumbuk halus). Ikan kemudian disimpan dalam wadah kedap udara selama beberapa hari hingga berminggu-minggu.
  • Profil Rasa: Rasanya sangat unik—asam, asin, dan gurih dengan aroma fermentasi yang sangat kuat (mirip seperti keju kuat atau terasi).
  • Cara Menikmati: Setelah proses fermentasi selesai, wadi biasanya digoreng atau dikukus bersama bawang dan cabai. Rasanya merupakan perpaduan antara asin, asam, dan gurih yang sangat pekat—sangat nikmat disantap bersama nasi hangat.
  1. Ikan Jelawat Bakar

Suku Dayak sangat menghargai kekayaan sungai mereka, dan Ikan Jelawat adalah salah satu primadona ikan air tawar di Kalimantan Tengah. Ikan ini memiliki daging yang tebal, lembut, dan rasa manis alami yang khas. Ikan jelawat adalah salah satu ikan yang hidup dan berenang di sepanjang perairan sungai Kalimantan. Panjangnya bisa mencapai 25 sentimeter. Tekstur dagingnya yang lembut cocok diolah dengan cara dibakar.  Sebelum dibakar, ikan biasanya dibumbui dengan bawang putih, jahe, dan serai untuk menghilangkan bau amisnya.

Menjelajahi Surga Kuliner Tersembunyi, Makanan Otentik Kalimantan Tengah
Ikan Jelawat Bakar
  • Keunikan: Berbeda dengan ikan bakar pada umumnya, jelawat bakar otentik sering kali dibakar bersama sisiknya. Sisik ikan yang terbakar justru memberikan aroma asap (smoky) yang khas dan menjaga daging di dalamnya tetap berair (juicy).  Sajian ini paling cocok dinikmati dengan sambal terasi khas lokal atau sambal rimbang (buah asam hutan).
  • Profil Rasa: Dagingnya sangat lembut, manis alami, dan kaya akan lemak (minyak ikan) yang memberikan tekstur creamy saat digigit. Aroma asapnya memberikan dimensi rasa yang sangat maskulin.
  • Cara Penyajian: Pendamping wajibnya adalah sayur asam kutai atau sambal korek yang pedas menyengat.

Ikan Jelawat menjadi simbol kemakmuran sungai Kalimantan. Menyajikannya kepada tamu adalah bentuk penghormatan tertinggi.

  1. Kue Gagatas

Gagatas merupakan camilan manis tradisional yang terbuat dari adonan ketan dan kelapa parut. Adonan ini kemudian digoreng dan dilapisi lelehan gula merah.  Camilan ini juga dikenal dengan sebutan kue getas. Camilan ini paling cocok dinikmati bersama teh tawar hangat atau kopi pahit.  Dahulu, makanan ini dikonsumsi ketika terjadi masa paceklik. Kue yang satu ini juga sebenarnya ada di pulau Jawa dengan berbagai sebutan. Di Bandung, kue ini dikenal dengan nama gemblong. Bentuknya lonjong serupa telur dan bagian luarnya dilapisi dengan gula merah.

Menjelajahi Surga Kuliner Tersembunyi, Makanan Otentik Kalimantan Tengah
Gagatas
  1. Keripik Kalakai

Keripik Kalakai menjadi salah satu primadona kudapan Kalimantan Tengah.  Ini merupakan makanan khas Suka Dayak.  Sejak lama, daun kalakai dikonsumsi sebagai obat tradisional.  Daun ini dipercaya memiliki khasiat dapat menambah darah serta mengobati diare.  Belakangan berkembang daun ini pun dijadikan kripik untuk dijadikan camilan.

Menjelajahi Surga Kuliner Tersembunyi, Makanan Otentik Kalimantan Tengah
Keripik Kalakai

Ini sebagian sajian kuliner otentik Kalimantan Tengah yang wajib dicoba.  Didominasi oleh penggunaan bahan-bahan alami yang eksotis, teknik fermentasi tradisional, serta kombinasi rasa gurih, asam, dan sedikit pahit yang menggugah selera. Cerminan dari harmoni antara manusia dan alam. Setiap suapan menyajikan cerita tentang bagaimana masyarakat lokal memanfaatkan kekayaan hutan dan sungai dengan bijak. Bagi para pencinta wisata gastronomi, menjelajahi cita rasa lokal di sini akan memberikan pengalaman yang sulit dilupakan, bukan sekadar mengenyangkan perut, melainkan sebuah petualangan budaya yang akan terus membekas di ingatan!(*)